7 Fakta Tentang Aborsi yang Penting untuk Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Abortus provokatus yang di Indonesia lebih dikenal dengan aborsi adalah tindakan mengakhiri masa kehamilan sebelum waktunya. Sampai saat ini, aborsi masih menimbulkan pro dan kontra. Ada beberapa negara yang melegalkan praktik aborsi dengan alasan apapun, sebaliknya ada pula yang melarang aborsi sama sekali.

Di Indonesia, aborsi hanya dilegalkan dengan persetujuan dokter berdasarkan alasan atau pertimbangan medis tertentu yang bisa membahayakan kondisi kesehatan ibu atau ada masalah pada janin. Ketahui fakta aborsi dalam artikel ini. 

Aborsi di Indonesia

Sebelum mengetahui tentang fakta aborsi, ketahui dulu seputar aborsi di Indonesia. Di Indonesia, hukum aborsi diatur dalam UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa aborsi di Indonesia tidak diizinkan, dengan perkecualian karena darurat medis yang mengancam nyawa ibu atau pun janin, serta bagi korban perkosaan.

Tindakan aborsi atas dasar gawat darurat medis pun hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari ibu hamil dan pasangannya (kecuali bagi korban perkosaan) dan penyedia layanan kesehatan bersertifikat, serta melalui konseling dan/atau konsultasi pra-tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang.

Meski sudah jelas diatur dalam undang-undang, pada kasus kasus lain dari aborsi banyak sekali yang dilakukan dengan sengaja – diluar dari kondisi medisi tertentu. Dilansir dari laman CNN menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2008, rata-rata nasional angka kematian ibu melahirkan (AKI) mencapai 228 per 100 ribu kelahiran hidup. Dari jumlah tersebut, kematian akibat aborsi tercatat mencapai 30 persen.

Sementara itu, laporan 2013 dari Australian Consortium For In Country Indonesian Studies menunjukan hasil penelitian di 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia terjadi 43 persen aborsi per 100 kelahiran hidup. Aborsi tersebut dilakukan oleh perempuan di perkotaan sebesar 78 % dan perempuan di pedesaan sebesar 40 %.

Kebanyakan perempuan yang melakukan aborsi di daerah perkotaan besar di Indonesia karena alasan kehamilan yang tidak diinginkan. Padahal, dengan, alasan apapun, terkecuali alasan medis, aborsi adalah suatu hal yang tidak disarankan.

Fakta aborsi yang penting untuk Anda ketahui

Berikut ini ada beberapa fakta mengenai aborsi yang Anda ketahui:

1. Aborsi boleh atau dapat dilakukan jika bayi tidak berkembang (Abortus Provokatus Medisinalis)

Fakta aborsi yang pertama adalah aborsi bisa dilakukan karena faktor medis seperti terjadinya kehamilan di luar rahim (kehamilan ektopik). Hal ini pun harus berdasarkan rekomendasi dokter terlebih dahulu sebelum melakukan prosedur aborsi. 

2. Aborsi dianggap sebagai tindakan pembunuhan (Abortus Provokatus Kriminalis)

Setiap kehidupan baru dimulai pada saat pembuahan yang berhasil dilakukan. Ini adalah fakta biologi yang tidak terbantahkan. Hal ini pun berlaku bagi hewan ataupun manusia. Nah, umumnya aborsi yang dilakukan secara ilegal di mana tidak berdasarkan kondisi medis, akan dilakukan di awal kehamilan, di mana pembuahan baru saja terjadi. Walaupun begitu, janin di perut Anda sudah mulai berkembang. Hal inilah yang membuat aborsi secara tidak langsung dikatakan sebagai tindakan pembunuhan.

3. Komplikasi bisa muncul pada wanita yang melakukan aborsi

Saat atau setelah melakukan aborsi akan terjadi komplikasi. Komplikasi terjadi karena aborsi kurang bersih, penanganannya tidak benar atau tidak sesuai dengan prosedur. Nah, hal inilah yang justru akan membahayakan keselamatan ibu bahkan si janin. Terlebih jika jika tindakan aborsi dilakukan tanpa prosedural yang benar, hal ini hanya akan meningkatkan risiko bayi lahir cacat dan bahkan kematian ibu. 

4. Tindakan aborsi lebih berbahaya daripada melahirkan

Pada beberapa fakta menyebutka,n angka kematian akibat aborsi lebih tinggi daripada angka kematian pada wanita yang melahirkan. Pada dasarnya, sama seperti melahirkan, aborsi juga bisa menyebabkan komplikasi. Namun, hal ini bergantung pada praktik aborsi yang dilakukan. Hal paling berbahaya adalah ketika melakukan aborsi di tempat praktik-praktik ilegal yang ditangani oleh orang yang tidak memiliki kemampuan medis mumpuni dan tidak didukung dengan peralatan yang sesuai dengan standar bedah.

5. Aborsi dilakukan saat usia kandungan tidak lebih dari 24 minggu

Aborsi tak bisa dilakukan seenaknya kapan pun diinginkan oleh wanita. Di beberapa negara dokter diperbolehkan melakukan aborsi pada saat usia kandungan masih sangat muda, pada trimester pertama dan ada yang memperbolehkannya sampai trimester kedua. Meski begitu, melakukan aborsi pada usia kandungan mencapai trimester ketiga dilarang karena berkaitan dengan kehidupan janin dan ibu yang tengah mengandung.

6. Aborsi menyebabkan efek traumatik dan depresi

Bagi sebagian orang, entah karena kondisi medisi tertentu ataupun dilakukan secara sengaja, aborsi bisa meninggalkan efek traumatik mendalam bahkan depresi. Hal ini umumnya disebabkan karena munculnya rasa bersalah dari dalam diri mereka karena sudah membunuh nyawa janin dalam kandungannya.

7. Aborsi tidak berpengaruh pada kesuburan

Sebagian orang berpikir aborsi bisa menyebabkan ketidaksuburan bagi wanita. Namun, pada nyatanya hal tersebut tidak demikian. Pasalnya hanya satu hal yang dapat mempengaruhi kehamilan seorang wanita jika sebelumnya pernah melakukan aborsi, yaitu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami keguguran. Meski begitu, ini adalah kasus yang sangat langka. Secara keseluruhan, aborsi tidak akan akan mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk hamil, maupun kesehatan ibu dan janin pada saat kehamilan selanjutnya.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pantangan dan Anjuran Bagi Ibu yang Baru Menjalani Aborsi

Setelah aborsi dengan prosedur medis yang aman di dokter ahli kandungan. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan lagi. Agar tidak terjadi komplikasi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 10 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Polusi Udara di Asia Selatan Meningkatkan Risiko Keguguran dan Stillbirth

Sebuah studi terbaru di jurnal The Lancet menyatakan polusi udara berpengaruh pada tingginya risiko keguguran dan stillbirth.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan, Berita 10 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Aborsi, Prosedur Medis untuk Menggugurkan Kandungan

Ada berbagai pertimbangan sebelum dokter melakukan aborsi. Apalagi, ini adalah keputusan yang cukup berat dilakukan. Simak dulu penjelasannya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 8 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Minum Soda Plus Makan Nanas Saat Hamil Bisa Bikin Keguguran?

Ada mitos yang menyebutkan bahwa minum soda dan makan nanas saat hamil sekaligus bisa membuat keguguran. Jangan termakan mitos, temukan faktanya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perdarahan setelah keguguran abortus imminens

Perlukah Khawatir Jika Keluar Darah Terus Setelah Keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
pengalaman keguguran

Pengalaman Keguguran Berulang Membuat Saya Hampir Putus Asa

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
tanda tanda keguguran atau abortus imminens

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Faktor Rhesus digunakan untuk mengelompokkan golongan darah, selain sistem ABO. Faktor Rhesus juga bisa disebut dengan faktor Rh.

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit