Apa Itu Keguguran Diam-diam?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Keguguran diam-diam (silent miscarriage) terjadi ketika janin mati, namun tubuh ibu tidak mengalami gejala keguguran umum seperti nyeri, keluar cairan dari vagina, atau perdarahan tiba-tiba. Hasilnya, plasenta masih mungkin untuk terus memproduksi hormon.

Tubuh Anda akan tetap mengirimkan sinyal kehamilan yang normal. Namun, jika kadar hormon sudah mulai berkurang, tanda-tanda kehamilan normal pun akan turut menghilang secara perlahan. Payudara Anda mungkin akan terasa lebih lunak, atau gejala mual muntah saat hamil akan terhenti sebelum waktunya.

Apa yang menyebabkan keguguran diam-diam?

Keguguran diam-diam biasanya didiagnosis saat pemeriksaan kandungan rutin, di mana dokter gagal mendeteksi denyut jantung janin. Meskipun dokter tidak selalu bisa menentukan dengan pasti alasan keguguran mendadak, ada beberapa penjelasan yang memungkinkan. Erika Nichelson, D.O, dokter kandungan di Family Childbirth and Children’s Center at Mercy Medical Center Baltimore, mengatakan bahwa masalah kromosom adalah penyebab paling umum.

Pemindaian USG akan menunjukkan kondisi embrio yang tidak berkembang sama sekali dan kantung kehamilan yang kosong. Kondisi ini disebut blighted ovum (kehamilan kosong). Atau, embrio sudah mulai berkembang, namun berhenti tumbuh tiba-tiba. Meskipun begitu, kebanyakan dokter masih ragu untuk menjatuhkan vonis keguguran diam-diam jika hanya didasari oleh absennya detak jantung saat USG.

“Penanggalan bisa jadi kurang tepat, terutama pada wanita dengan siklus menstruasi yang lebih lama (35-45 hari), karena mereka berovulasi lebih terlambat,” jelas Nichelson. Siklus kehamilan didasari oleh siklus 28-hari dengan ovulasi di hari ke-14, tapi hal ini juga tidak selalu terjadi.

Dalam usia kehamilan tua, keguguran diam-diam mungkin terjadi akibat suatu infeksi, seperti parvovirus atau rubella. Jika dokter berpendapat bahwa penyebab keguguran Anda adalah salah satu dari faktor eksternal tersebut, ia akan meminta Anda untuk menjalani tes darah untuk mengecek kemungkinan toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex (TORCH). Tes darah akan mendeteksi lebih lanjut adanya infeksi dan mungkin akan memberikan jawaban dari masalah Anda.

Apa yang harus saya lakukan jika saya mengalami keguguran diam-diam?

Diskusikan dengan dokter mengenai segala kemungkinan beserta risikonya. Langkah-langkah yang mungkin direkomendasikan, termasuk:

  • Biarkan keguguran berjalan secara alami. Mungkin Anda akan membutuhkan waktu untuk memahami apa yang terjadi dengan diri Anda, atau merenung dan berkabung atas kehilangan Anda. “Anda boleh menunggu dan lihat apakah tubuh Anda akan beradaptasi, menunjukkan bahwa mungkin ini belum saatnya. Kebanyakan (walaupun tidak selalu) perdarahan dan kram perut akan mulai terjadi dengan sendirinya,” ujar Nichelson.
  • Percepat jalannya keguguran dengan bantuan obat-obatan. Dokter bisa merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi Cytotec (misoprostol) yang akan membantu rahim berkontraksi dan meluruhkan jaringannya.
  • Jalani kuret, alias cuci rahim. Jika usia kehamilan Anda saat mengalami keguguran sudah melebihi 12 minggu, janin mungkin akan lebih sulit untuk dikeluarkan, untuk itu dokter bisa menyarankan kuret.

Kapan saya akan menstruasi lagi?

Pada kebanyakan kasus, menstruasi bisa kembali dalam 4-6 minggu setelah keguguran, walaupun jarak bisa berbeda setiap orang; tergantung dari kondisi tubuh masing-masing.

Apa saya bisa hamil lagi setelah keguguran diam-diam?

Yang perlu diperhatikan, jika seorang wanita pernah mengalami keguguran, ia akan memiliki satu persen peluang lebih rendah (sekitar 80%) memiliki kehamilan normal yang sukses di masa depan daripada wanita yang belum pernah mengalami keguguran sebelumnya.

Jika seorang wanita mengalami dua kali keguguran dalam hidupnya, kesempatan untuk memiliki kehamilan yang sukses di masa depan berkurang hingga 72%.

Keguguran dini adalah hal yang umum. Keguguran diam-diam terjadi pada 20 persen kehamilan, atau satu dari lima ibu, dalam trimester pertama masa kehamilan. Jadi, janganlah menyalahkan diri sendiri atas keguguran yang Anda alami.

Mengalami keguguran diam-diam tidak berarti menutup kesempatan Anda untuk hamil lagi.

Dokter akan menyarankan untuk menunggu sampai Anda dan pasangan Anda siap. Sebaiknya hindari hubungan seksual sampai perdarahan telah berhenti untuk mengurangi risiko infeksi.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Mei 3, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 14, 2020

Yang juga perlu Anda baca