Apakah Benar Stres Bisa Pengaruhi Kesuburan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/09/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebuah penelitian menemukan bahwa tingginya tingkat stres pada seseorang ternyata dapat mempengaruhi kesuburan dan meningkatkan resiko terjadinya kemandulan.

Apakah stres berkaitan dengan kesuburan?

Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 373 pasangan dan memfokuskan pada wanita yang sedang berusaha untuk hamil, berusia antara 18-40 tahun selama 12 bulan atau hingga mereka hamil.

Para peserta penelitian ini tidak diketahui memiliki gangguan kesuburan dan baru saja memulai usahanya untuk memiliki momongan selama kurang dari 2 bulan. Para peneliti mengambil contoh air liur pada awal penelitian dan segera setelah menstruasi dimulai untuk mengukur kadar hormon stres, hormon kortisol, dan alfa amilase.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa wanita yang memiliki kadar alfa amilase tinggi (hormon stres yang berhubungan dengan sistem saraf simpatik) memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk hamil (28% lebih rendah) dan memiliki risiko kemandulan 2 kali lebih tinggi. Akan tetapi, para peneliti justru tidak menemukan adanya hubungan antara kadar hormon kortisol dengan kehamilan.

Peneliti juga tidak menemukan alasan mengapa hormon stres ini berhubungan dengan kesuburan seseorang, walaupun mereka berhasil menemukan dua mekanisme yang mungkin menjadi penyebabnya. Pertama, wanita yang stres biasanya lebih jarang berhubungan seks. Kedua, kadar hormon stres yang sangat tinggi juga dapat mengganggu proses ovulasi seorang wanita.

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti mekanisme apa sebenarnya yang menyebabkan stres dapat mengganggu kesuburan seseorang dan apakah mengurangi stres dapat membantu mempercepat kehamilan seseorang.

Lalu, bagaimana cara agar mengurangi stres?

1. Hidupkan kembali kehangatan bersama pasangan

Menurut psikolog Julia Woodward, kehangatan dalam rumah tangga dapat meningkatkan kualitas hubungan seks, jangan merasa malu untuk kembali berkencan layaknya pasangan yang sedang berpacaran.

Pergilah ke bioskop bersama, makan di luar, atau berpiknik berdua. Jangan habiskan banyak waktu untuk membicarakan permasalahan kesuburan karena itu akan membuat permasalahan semakin memburuk saja.

Para peneliti mengatakan bahwa perempuan menangani stres yang berkaitan dengan masa subur berbeda dengan pria. Ketika para pria mengandalkan penyelesaian masalah, wanita justru butuh dukungan sosial dari pasangan.

2. Perbaiki diri sendiri

Tidak bisa dipungkiri jika para pasangan suami istri berpikir bahwa “Setiap orang dapat hamil dengan mudah,” sayangnya pemikiran ini justru menimbulkan stres tersendiri. Julia Woodward mengajak para wanita untuk memerangi pikiran negatif ini dengan cara berpikir “Jika hamil adalah hal yang mudah, mengapa banyak klinik kesuburan?” sebisa mungkin hindari pikiran pesimis yang timbul dalam diri untuk menjaga Anda dari stres.

3. Berolahraga

Olahraga ringan seperti berjalan, berenang ataupun yoga ternyata dapat membantu dalam mengurangi stres yang mendera. Selain itu, olahraga juga memiliki manfaat lain yaitu mengurangi jumlah lemak di dalam tubuh. Wanita yang memiliki berat badan lebih menghasilkan estrogen yang lebih banyak, estrogen sendiri dapat mengganggu proses ovulasi.

Olahraga dengan tingkatan yang lebih tinggi seperti jogging dapat membuat tubuh melepaskan endorfin yang memberikan efek baik untuk wanita. Namun, perlu diketahui bahwa olahraga yang terlalu berlebihan  terhadap wanita dengan tingkat stres tinggi hanya akan membuat keadaan semakin parah, tetap jaga intensitas olahraga yang baik.

4. Akupunktur dan pijat

Penelitian yang dilakukan di Jerman pada wanita yang menjalani program bayi tabung menunjukkan bahwa wanita yang menjalani terapi akupunktur memiliki angka kehamilan lebih tinggi. Meskipun tidak diketahui dengan pasti apakah akupunktur meredakan stres tapi penelitian ini menunjukkan bahwa akupunktur membantu wanita-wanita tersebut dalam berusaha untuk hamil.

Selain itu, terapi pijat juga disarankan untuk menangani stres. Meskipun tidak diketahui apakah terapi ini memiliki efek langsung pada keberhasilan untuk hamil, dilansir dari penelitian yang dipublikasi di Journal of Neuroscience, terapi pijat membantu menurunkan stres. Efek inilah yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Stres dan cemas ternyata memengaruhi kualitas hidup orang dengan IBS. Bagaimana bisa terjadi dan adakah cara untuk mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Pencernaan, Health Centers 06/06/2020 . Waktu baca 3 menit

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Terlalu Lama Kerja di Rumah Bikin Stres? Ini Cara Mengatasinya

Apa benar kerja terlalu lama di rumah dapat menyebabkan stres? Jika iya, lalu bagaimana cara mengatasi rasa stres yang muncul sebagai akibatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Psikologi 03/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 6 menit