Apakah Benar Stres Bisa Pengaruhi Kesuburan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebuah penelitian menemukan bahwa tingginya tingkat stres pada seseorang ternyata dapat mempengaruhi kesuburan dan meningkatkan resiko terjadinya kemandulan.

Apakah stres berkaitan dengan kesuburan?

Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 373 pasangan dan memfokuskan pada wanita yang sedang berusaha untuk hamil, berusia antara 18-40 tahun selama 12 bulan atau hingga mereka hamil.

Para peserta penelitian ini tidak diketahui memiliki gangguan kesuburan dan baru saja memulai usahanya untuk memiliki momongan selama kurang dari 2 bulan. Para peneliti mengambil contoh air liur pada awal penelitian dan segera setelah menstruasi dimulai untuk mengukur kadar hormon stres, hormon kortisol, dan alfa amilase.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa wanita yang memiliki kadar alfa amilase tinggi (hormon stres yang berhubungan dengan sistem saraf simpatik) memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk hamil (28% lebih rendah) dan memiliki risiko kemandulan 2 kali lebih tinggi. Akan tetapi, para peneliti justru tidak menemukan adanya hubungan antara kadar hormon kortisol dengan kehamilan.

Peneliti juga tidak menemukan alasan mengapa hormon stres ini berhubungan dengan kesuburan seseorang, walaupun mereka berhasil menemukan dua mekanisme yang mungkin menjadi penyebabnya. Pertama, wanita yang stres biasanya lebih jarang berhubungan seks. Kedua, kadar hormon stres yang sangat tinggi juga dapat mengganggu proses ovulasi seorang wanita.

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti mekanisme apa sebenarnya yang menyebabkan stres dapat mengganggu kesuburan seseorang dan apakah mengurangi stres dapat membantu mempercepat kehamilan seseorang.

Lalu, bagaimana cara agar mengurangi stres?

1. Hidupkan kembali kehangatan bersama pasangan

Menurut psikolog Julia Woodward, kehangatan dalam rumah tangga dapat meningkatkan kualitas hubungan seks, jangan merasa malu untuk kembali berkencan layaknya pasangan yang sedang berpacaran.

Pergilah ke bioskop bersama, makan di luar, atau berpiknik berdua. Jangan habiskan banyak waktu untuk membicarakan permasalahan kesuburan karena itu akan membuat permasalahan semakin memburuk saja.

Para peneliti mengatakan bahwa perempuan menangani stres yang berkaitan dengan masa subur berbeda dengan pria. Ketika para pria mengandalkan penyelesaian masalah, wanita justru butuh dukungan sosial dari pasangan.

2. Perbaiki diri sendiri

Tidak bisa dipungkiri jika para pasangan suami istri berpikir bahwa “Setiap orang dapat hamil dengan mudah,” sayangnya pemikiran ini justru menimbulkan stres tersendiri. Julia Woodward mengajak para wanita untuk memerangi pikiran negatif ini dengan cara berpikir “Jika hamil adalah hal yang mudah, mengapa banyak klinik kesuburan?” sebisa mungkin hindari pikiran pesimis yang timbul dalam diri untuk menjaga Anda dari stres.

3. Berolahraga

Olahraga ringan seperti berjalan, berenang ataupun yoga ternyata dapat membantu dalam mengurangi stres yang mendera. Selain itu, olahraga juga memiliki manfaat lain yaitu mengurangi jumlah lemak di dalam tubuh. Wanita yang memiliki berat badan lebih menghasilkan estrogen yang lebih banyak, estrogen sendiri dapat mengganggu proses ovulasi.

Olahraga dengan tingkatan yang lebih tinggi seperti jogging dapat membuat tubuh melepaskan endorfin yang memberikan efek baik untuk wanita. Namun, perlu diketahui bahwa olahraga yang terlalu berlebihan  terhadap wanita dengan tingkat stres tinggi hanya akan membuat keadaan semakin parah, tetap jaga intensitas olahraga yang baik.

4. Akupunktur dan pijat

Penelitian yang dilakukan di Jerman pada wanita yang menjalani program bayi tabung menunjukkan bahwa wanita yang menjalani terapi akupunktur memiliki angka kehamilan lebih tinggi. Meskipun tidak diketahui dengan pasti apakah akupunktur meredakan stres tapi penelitian ini menunjukkan bahwa akupunktur membantu wanita-wanita tersebut dalam berusaha untuk hamil.

Selain itu, terapi pijat juga disarankan untuk menangani stres. Meskipun tidak diketahui apakah terapi ini memiliki efek langsung pada keberhasilan untuk hamil, dilansir dari penelitian yang dipublikasi di Journal of Neuroscience, terapi pijat membantu menurunkan stres. Efek inilah yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Anda pasti sudah tahu bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana proses ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Benarkah Wanita yang Jadi Perokok Pasif Berisiko Susah Hamil?

Rokok bukan hanya membahayakan kehamilan, tapi juga dapat membuat perokok pasif susah hamil atau meningkatkan risiko mandul pada wanita perokok pasif.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD adalah kondisi serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Gangguan Mental Lainnya 14 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
brain fog banyak pikiran di kantor

4 Cara Ampuh Kembalikan Konsentrasi Akibat Kewalahan Kerja

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit