“Apakah habis melahirkan bisa hamil lagi?” Pertanyaan tersebut biasanya menghinggapi para ibu yang ingin secepatnya hamil lagi setelah melahirkan normal.
“Apakah habis melahirkan bisa hamil lagi?” Pertanyaan tersebut biasanya menghinggapi para ibu yang ingin secepatnya hamil lagi setelah melahirkan normal.

Anda akan melalui siklus postpartum atau masa nifas yang berlangsung kurang lebih 40–42 hari setelah melahirkan. Lantas, apakah setelah melewati siklus itu Anda bisa langsung hamil?
Setelah melahirkan normal, rahim perlu waktu untuk membersihkan diri dan menyiapkan ruang untuk memproduksi serta melepas sel telur yang matang untuk dibuahi.
Biasanya, menstruasi pertama yang datang pascamelahirkan menjadi tanda tubuh Anda sudah bisa berovulasi dan bisa kembali hamil.
Dilansir dari laman Tommy’s, menstruasi pertama untuk kebanyakan wanita terjadi pada 5–6 minggu setelah melahirkan secara normal.
Pasangan suami-istri biasanya disarankan untuk berhubungan intim kembali pada minggu ke-4 hingga minggu ke-6 setelah istri melahirkan normal.
Namun, belum tentu Anda bisa kembali hamil setelah melakukan hubungan intim sesuai waktu yang direkomendasikan dokter kandungan.
Ada wanita yang bisa hamil sebelum menstruasi pertama tiba, tetapi ada pula wanita yang baru kembali hamil berbulan-bulan setelahnya.
Peluang kehamilan terkait erat dengan kesuburan wanita. Ada berbagai hal yang memengaruhi kesuburan sehingga waktu untuk bisa hamil lagi setelah melahirkan berbeda-beda.

Salah satu faktor yang memengaruhi ovulasi pascamelahirkan ialah pemberian ASI eksklusif. Menyusui bayi dapat memperlambat datangnya siklus menstruasi.
Memberikan ASI eksklusif kepada bayi merupakan metode amenore laktasi, yakni kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan dalam waktu dekat.
Hal ini terjadi karena hormon prolaktin yang diproduksi selama memberikan ASI eksklusif bisa menekan pelepasan sel telur. Ini dapat menunda kehamilan untuk sementara waktu.
Selain pemberian ASI, peluang kehamilan ditentukan oleh faktor kesuburan dari masing-masing ibu, seperti gangguan tidur, sakit, atau stres.
Pada ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif, ovulasi dapat datang lebih cepat. Haid pertama kembali sekitar 6 minggu setelah melahirkan sehingga peluang hamil jadi lebih tinggi.
Mungkin saja Anda tidak sabar untuk menantikan masa-masa kehamilan lagi. Namun, alangkah baiknya untuk memberikan jarak kehamilan yang ideal.
Anda disarankan untuk menunggu setidaknya 18–24 bulan setelah melahirkan untuk dapat hamil lagi.
Bagi wanita yang berumur 35 tahun ke atas, jarak antara kehamilan umumnya lebih singkat karena mempertimbangkan faktor kesuburan ibu, yakni 12 bulan.
Jeda waktu tersebut bisa Anda gunakan untuk berfokus terlebih dahulu merawat si Kecil. Jadi, nantinya Anda akan benar-benar siap untuk hamil kembali setelah melahirkan.

Sebelum memutuskan untuk hamil lebih cepat, Anda dan pasangan tentunya harus memikirkan kembali dampak hal ini terhadap kelahiran kedua.
Menurut tinjauan yang dimuat dalam jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica (2023), jarak kehamilan yang terlalu cepat bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
Diketahui bahwa kehamilan dengan jarak kurang dari 6 bulan akan meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR).
Selain itu, kondisi ini juga dikaitkan dengan beberapa komplikasi lain, seperti:
Jarak kehamilan yang terlalu lama, yaitu lebih dari lima tahun, juga tidak dianjurkan. Hal ini karena jeda kehamilan yang cukup lama kerap dikaitkan dengan risiko preeklampsia yang lebih besar.
Penting untuk memutuskan jeda yang tepat bila Anda dan pasangan ingin merencanakan kehamilan berikutnya. Dengan begitu, kehamilan kedua Anda bisa berjalan dengan baik.
Pertimbangkan dan rencanakan waktu terbaik untuk hamil lagi setelah melahirkan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter bila Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tertentu.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Your sexual and reproductive health after having a baby. (2021). Tommy’s. Retrieved November 13, 2024, from https://www.tommys.org/pregnancy-information/after-birth/sexual-and-reproductive-health-after-having-baby
Sex and contraception after birth. (2020). NHS UK. Retrieved November 13, 2024, from https://www.nhs.uk/conditions/baby/support-and-services/sex-and-contraception-after-birth/
Is there an ideal time to try for another child? (2022). Mayo Clinic. Retrieved November 13, 2024, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/family-planning/art-20044072
Breastfeeding. (n.d.). Planned Parenthood. Retrieved November 13, 2024, from https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/breastfeeding
Ni, W., Gao, X., Su, X., Cai, J., Zhang, S., Zheng, L., Liu, J., Feng, Y., Chen, S., Ma, J., Cao, W., & Zeng, F. (2023). Birth spacing and risk of adverse pregnancy and birth outcomes: A systematic review and dose-response meta-analysis. Acta obstetricia et gynecologica Scandinavica, 102(12), 1618–1633. https://doi.org/10.1111/aogs.14648
Sipsma, H. L., Bradley, E. H., & Chen, P. G. (2013). Lactational amenorrhea method as a contraceptive strategy in Niger. Maternal and child health journal, 17(4), 654–660. https://doi.org/10.1007/s10995-012-1054-3
Versi Terbaru
25/11/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro