Mirip Putih Telur, Benarkah Ini Ciri Keputihan Masa Subur?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

atau Jika Anda sedang mencoba hamil, maka mengenali tanda-tanda ovulasi melalui ciri keputihan atau cairan vagina masa subur, bisa membantu Anda. Salah satu ciri keputihan masa subur yaitu memiliki tekstur sebagaimana putih telur. Selain itu, apa saja ciri keputihan masa subur yang perlu diketahui. 

Seperti ini ciri keputihan atau cairan vagina masa subur

Ovulasi atau masa subur adalah waktu di mana tubuh Anda melepaskan satu atau lebih sel telur dari indung telur. Jika sel telur dibuahi dan berhasil tertanam dalam rahim, Anda bisa hamil. Akan tetapi jika Anda melewati masa subur itu, Anda tidak hamil. 

Sayangnya, ovulasi adalah suatu kondisi yang sering kali sedikit susah tertebak. Tidak banyak petunjuk fisik yang bisa Anda ketahui. Mengenali petunjuk fisik dari cairan vagina yang bisa Anda deteksi, dapat membantu Anda mencari tahu kapan tepatnya Anda mengalami ovulasi. Hal ini dapat membuat Anda menjadwalkan hubungan intim sesuai pada waktunya.

Salah satu cara yang bisa Anda tempuh untuk mendapatkan petunjuk fisik dari masa ovulasi adalah mencari tahu cairan vagina pada masa subur. Dengan mengetahui ciri keputihan atau cairan vagina, tentu akan cukup membantu dalam meningkatkan kemungkinan Anda untuk hamil.

Selain melihat ciri keputihan, untuk mengetahui kapan Anda sedang dalam masa subur, Anda juga bisa menghitung masa subur menggunakan Kalkulator Masa Subur yang bisa Anda gunakan dengan mengeklik gambar di bawah ini:

Kenali ciri-ciri keputihan masa subur

Anda juga bisa mengatur waktu yang tepat untuk berhubungan seks dengan melihat ciri warna keputihan di masa subur. Di bawah ini akan dijelaskan bagaimana ciri keputihan sepanjang siklus menstruasi, termasuk pada masa subur.

Hari 1-5

Pada hari pertama hingga hari kelima dalam siklus Anda, menstruasi Anda sedang berlangsung. Dengan begitu, tentu tidak mengejutkan jika cairan vagina Anda pada saat ini sedikit berbeda dengan pada masa subur. Pasalnya, tentu Anda akan mengeluarkan darah. Namun, biasanya, darah juga akan ‘didampingi’ dengan cairan keputihan yang juga keluar.

Meski begitu, cairan putih ini tidak selalu ada. Jikapun ada, Anda mungkin tidak akan menyadarinya sebab warna keputihan tentu sudah bercampur dengan warna darah. Oleh karena itu, ciri keputihan yang berbeda dengan pada saat Anda sedang dalam masa subur ini menunjukkan bahwa saat ini termasuk saat tidak tepat berhubungan intim untuk kehamilan.

Hari 6-8

Hari 6-8 pada siklus menstruasi Anda sudah terhitung hari-hari terakhir Anda selama menstruasi. Biasanya, saat ini, keputihan yang Anda produksi tidak lebih banyak dari biasanya. Pasalnya, pada masa ini tidak ada aktivitas hormon estrogen yang mendukung terbentuknya keputihan.

Di samping itu, ciri keputihan pada masa ini mungkin sedikit berbeda. Saat itu, sel telur akan perlahan mulai terbentuk dan bertumbuh. Maka dari itu, keputihan akan lebih pekat dengan warna putih atau kuning. Selain itu, keputihan pada masa ini mungkin akan terasa lebih kental dan lengket.

Namun, Anda tidak perlu khawatir jika Anda melihat warna keputihan yang sedikit gelap. Pada dasarnya, bercak keputihan berwarna kecokelatan adalah darah tua, sebagai cara tubuh membersihkan vagina setelah menstruasi.

Dilihat dari ciri keputihan, masa ini bukan tergolong masa subur. Sehingga, jika Anda sedang ingin mencoba hamil, hari keenam hingga hari ke delapan dalam siklus menstruasi ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks agar bisa hamil.

Mengapa demikian? Pasalnya, cairan keputihan yang lengket bisa menghalangi gerakan sperma. Akan tetapi, jika Anda tidak sedang berusaha hamil, Anda tetap harus menggunakan perlindungan selama seks agar aman. Selain itu, alat kontrasepsi seperti kondom juga penting untuk digunakan selama berhubungan intim dengan pasangan untuk menghindari penyakit menular. 

Hari 9-12

Pada hari ke 9-12 dalam siklus menstruasi Anda, cairan vagina pun sedikit berubah, meski masih belum bisa disebut masa subur. Pada masa ini, kadar estrogen di dalam tubuh Anda akan meningkat. Hal ini disebabkan tubuh Anda sedang mempersiapkan diri untuk ovulasi.

Saat ini, cairan vagina sebelum masa subur akan berwarna putih susu dan memiliki tekstur yang lembut dan juga creamy. Pada masa ini, jumlahnya akan lebih banyak dibanding setelah Anda mengalami ovulasi, atau pada hari pertama hingga hari ke delapan.

Hal itu berarti, masa ini kurang pas untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan mengingat belum memasuki masa subur. Dalam kata lain, masa ini tidak ideal untuk pembuahan, meski sperma tetap bisa mencapai rahim.

Di samping itu, telur mungkin belum turun dari ovum atau indung telur. Jadi, meski sperma bisa tinggal di dalam rahim hingga lima hari lamanya, jika telur belum turun dari ovum, pembuahan pun tidak bisa terjadi.

Hari 13-14 (saat ovulasi)

Pada masa ini, ovulasi mungkin akan terjadi. Maka itu, hari 13-14 disebut sebagai hari H ovulasi. Biasanya, cairan vagina yagn keluar masa subur ini memiliki tekstur dan warna yang serupa dengan putih telur. Artinya, cairan vagina ini akan warna cerah dan transparan, lalu basah, licin, dan juga melar.

Jika pada saat ini Anda sedang berusaha hamil, adalah saat yang tepat untuk berhubungan seksual dengan pasangan. Ciri keputihan ini menunjukkan Anda sedang dalam masa subur. Maka, cairan vagina ini menjadi lingkungan yang menguntungkan bagi sperma untuk berenang sampai ke sel telur. Oleh karena itu, para ahli kesehatan menyebutnya sebagai “lendir subur”.

Hari 15-28

Pada saat ini, masa subur biasanya telah berlalu, jadi tak heran jika cairan keputihan pun berubah. Setelah itu, tampak cairan vagina menjadi lebih kental dan perlahan akan surut dan menghilang, karena terpengaruh oleh tingkat progesteron di dalam tubuh.

Ciri keputihan setelah masa subur berlalu ini mendominasi hormon Anda pada paruh kedua siklus menstruasi Anda. Dengan kondisi ini, sperma tidak bisa berenang. Itu sebabnya, cairan vagina pada masa ini menunjukkan Anda sudah tidak sedang dalam masa subur dan kondisinya tidak ideal untuk pembuahan.

Ciri keputihan atau cairan vagina masa subur yang perlu diwaspadai

Terlepas dari apakah Anda sedang berusaha hamil atau tidak, selalu perhatikan ciri keputihan atau cairan vagina Anda. Hal yang perlu Anda ingat, meski hanya terlihat ada sedikit berbeda, perbedaan tersebut bisa menjadi ciri keputihan yang tidak normal.

Menurut sebuah artikel yang dimuat di Cleveland Clinic, perubahan warna atau bau dari keputihan juga bisa menjadi ciri adanya masalah kesehatan. Biasanya, hal ini menunjukkan Anda mengalami iritasi di sekitar vagina.

Tapi jika Anda melihat ciri keputihan yang tidak biasa walau sedang tidak dalam masa subur, seperti jika keputihan Anda menjadi berwarna kuning atau hijau, berdarah, dengan tekstur seperti keju, atau berbau busuk, Anda perlu pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kondisi Anda.

Begitu pula jika Anda mengalami rasa sakit atau gatal sebagai bagian dari ciri keputihan di masa subur. Hal ini bisa saja menjadi pertanda bahwa Anda terkena infeksi, seperti penyakit radang panggul, atau infeksi jamur.

Untuk perlindungan ekstra dari jamur, bakteri, dan parasit penyebab infeksi vagina, Anda juga bisa menggunakan antiseptik khusus kewanitaan yang mengandung povidone-iodine untuk memperbaiki ciri keputihan pada masa subur.

Infeksi pada vagina dapat menghambat upaya Anda untuk hamil. Maka dari itu, pastikan Anda menjaga kebersihan vagina dengan rutin membersihkannya setiap habis buang air kecil dan setelah seks. Hal ini akan membantu Anda menjaga kondisi vagina tetap sehat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 30, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca