Ini Mitos yang Dipercaya Agar Cepat Hamil, Benarkah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ada berbagai macam informasi yang bisa didapatkan mengenai kehamilan. Apalagi, ketika Anda tidak sabar untuk mendapatkan momongan dan sedang menjalani persiapan kehamilan. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah mencari tahu kebenaran dari informasi agar cepat hamil. Ini beberapa mitos yang dipercaya agar Anda cepat hamil. Apakah benar?

Mitos makanan yang dipercaya bikin cepat hamil

mitos agar cepat hamil

Bagi wanita yang memiliki persiapan untuk hamil, pasti disarankan untuk memperbaiki pola makan.

Harvard Medical School menyebutkan bahwa wanita yang mencoba hamil, mendapatkan efek positif pada kesuburannya dari makanan.

Biasanya mereka dianjurkan untuk makan makanan penyubur kandungan yang mengandung asam folat, B12, dan asam lemak omega 3 agar bisa cepat hamil.

Namun, tidak semua makanan dapat meningkatkan kesuburan.

Berikut ini beberapa makanan yang dianggap bisa menjadi cara agar cepat hamil. Sayangnya masih belum terdapat penelitian yang cukup, alias mitos.

1. Taoge

Taoge atau kecambah mungkin paling sering disebut-sebut sebagai makanan yang perlu Anda konsumsi agar cepat hamil.

Memang benar, taoge memiliki manfaat menyuburkan, tetapi sejauh ini efeknya baru ditemukan pada kesuburan pria.

Belum ada penelitian yang membuktikan manfaat taoge pada kesuburan wanita.

Mitos taoge dapat membuat agar cepat hamil ini, kemungkinan beredar karena nutrisi yang ada pada kacang hijau.

Kacang hijau diketahui mengandung folat, yakni salah satu nutrisi yang sangat diperlukan bagi wanita yang berencana hamil.

Folat nantinya akan dimanfaatkan tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal.

Sayangnya, penelitian yang ada baru berfokus pada kacang hijau ketimbang kecambah. Penelitian itu juga baru dilakukan pada pria, bukan wanita.

Selain belum terbukti manfaatnya, wanita hamil justru perlu berhati-hati jika hendak makan taoge.

Pasalnya, kecambah rentan terkontaminasi dengan bakteri karena tumbuh di lingkungan yang lembap. Ini bisa menyebabkan keracunan makanan dan berbahaya bagi janin.

Cara aman mengonsumsi taoge untuk ibu hamil menurut Academy of Nutition and Dietetic adalah dicuci hingga bersih dan dimakan dalam kondisi matang.

2. Kurma

Selain taoge, kurma muda juga cukup dikenal sebagai makanan yang baik untuk kesuburan. Namun, lagi-lagi ini masih mitos agar cepat hamil.

Penelitian yang diterbitkan pada Journal of Obstetrics and Gynaecology menunjukkan bahwa kurma muda tidak memiliki potensi untuk menyuburkan kandungan.

Namun, peneliti dari Jordan University of Science and Technology justru menemukan bahwa rutin makan buah kurma selama hamil tua dilaporkan dapat melancarkan persalinan normal.

Sayangnya, tidak diketahui jenis dan kondisi kurma yang bisa membantu persalinan lebih lancar.

Masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahui fungsi kurma pada proses kehamilan dan kesuburan.

3. Daun singkong

Mitos selanjutnya terkait makanan yang harus dikonsumsi agar cepat hamil adalah daun singkong.

Bagian dari tanaman singkong ini dipercaya memiliki potensi untuk menyuburkan kandungan.

Faktanya, belum ada penelitian yang mendukung mengenai khasiat daun singkong yang membuat wanita cepat hamil, sehingga makanan ini masih tergolong mitos.

Penelitian menunjukkan bahwa tanaman singkong memiliki sifat antiperadangan yang dapat digunakan sebagai pengobatan demam, diare, atau arthritis.

Perlu Anda ketahui, jika tak cermat mengolahnya menjadi makanan, singkong dapat melepaskan sianida.

Kandungan ini berupa zat beracun jika dikonsumsi secara utuh. Tanda-tanda keracunan sianida, meliputi sakit kepala, gelisah, dan kejang-kejang.

Mitos atau fakta agar cepat hamil lainnya

Tidak hanya makanan, ada pula berbagai macam informasi lainnya yang bisa membuat Anda salah kaprah.

Berikut beberapa mitos atau fakta lainnya yang perlu Anda pahami agar cepat hamil, seperti:

1. Pertama kali bercinta tidak membuat hamil

Ini merupakan mitos agar cepat hamil yang lumayan sering terdengar. Beberapa orang percaya bahwa apabila baru pertama kali berhubungan seksual tidak akan terjadi apa-apa.

Padahal, kehamilan tidak ada hubungannya dengan sudah berapa kali berhubungan seks.

Apabila sudah memasuki masa subur pada waktu pertama kali berhubungan, maka ada kemungkinan Anda bisa hamil.

2. Sering bercinta membuat susah hamil?

Sebagian orang beranggapan bahwa semakin sering suami istri bercinta, semakin besar pula kemungkinan pembuahan dan kehamilan pada istri.

Akan tetapi, zaman dulu para ahli percaya kalau terlalu sering melakukan hubungan seks bisa memengaruhi jumlah sperma yang bisa membuahi sel telur.

Namun, yang dipercaya para ahli di zaman dulu ini ternyata hanya mitos belaka.

Bercinta setiap hari tidak akan mengurangi jumlah sperma laki-laki sehingga menyebabkan ketidaksuburan atau sulit hamil.

Sperma yang dihasilkan pria dari bercinta setiap hari dan tiga kali seminggu tidak menunjukkan perbedaan dalam hal kesehatan dan kesuburan sel sperma.

3. Mengangkat kaki setelah bercinta, perlukah?

Mitos lainnya agar cepat hamil adalah mengangkat kaki sembari menempatkan bantal di bawah pinggul setelah melakukan seks.

Hal ini dipercaya membantu mendorong sperma untuk berenang lebih cepat menuju sel telur. Pasalnya, sperma membutuhkan waktu untuk bisa sampai ke sel telur.

Posisi tidur ini dianggap membantu melawan gravitasi bumi sehingga air mani tidak keluar lagi dari vagina setelah penetrasi.

Belum ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan anggapan tidur mengangkat kaki membuat perempuan cepat hamil.

Seberapa cepat sperma bisa sampai ke sel telur dipengaruhi oleh kualitas sel sperma dan juga hormon endokrin.

Meski begitu, beberapa ahli kesehatan berpendapat bahwa tidak ada salahnya Anda mencoba cara cepat hamil yang unik ini.

Wanita yang tidur rebahan dengan kaki diangkat selama 15 menit setelah seks berpeluang 27% lebih tinggi untuk hamil setelah melewati tiga kali siklus ovulasi.

4. Buang air kecil setelah seks mencegah kehamilan

Banyak pasangan yang khawatir kalau buang air kecil habis bercinta bisa bikin wanita jadi susah hamil.

Ini menjadi mitos bahwa setelah berhubungan seksual sebaiknya menahan pipis agar cepat hamil.

Padahal, buang air kecil setelah bercinta tetap bisa membuat Anda hamil.

Urine tidak akan membasuh sperma keluar dari vagina karena lubang kemih serta lubang bukaan vagina pun berbeda.

Hal yang tak kalah penting, buang air kecil setelah bercinta itu wajib hukumnya.

Pasalnya, area organ intim rawan terpapar virus atau bakteri penyebab infeksi saluran kencing (ISK). Ketika Anda buang air kecil, segala bakteri pun akan ikut terbasuh keluar.

5. Wanita kurus dapat mengalami sulit hamil

Ada mitos yang mengatakan bahwa semakin rendah berat badan maka membuat agar cepat hamil.

Ternyata, jumlah lemak tubuh memengaruhi kesuburan Anda. Lemak dibutuhkan dalam produksi hormon estrogen agar terjadi siklus menstruasi.

Jika hormon estrogen dalam tubuh Anda terlalu sedikit, maka siklus menstruasi dan ovulasi dapat berkurang.

6. Obat batuk bisa bikin cepat hamil?

Apakah Anda pernah mendengar mitos bahwa minum obat batuk bisa membantu agar cepat hamil?

Hal ini karena adanya kandungan guaifenesin yang diyakini mampu mengencerkan lendir serviks pada masa ovulasi sehingga sperma mudah bergerak menuju sel telur.

Sejauh ini, baru ada satu studi klinis yang menguji sirup obat batuk dalam meningkatkan kesuburan.

Dalam penelitian pada tahun 1982, dilaporkan bahwa kehamilan yang terjadi setelah minum obat batuk lebih tepat jika disebut sebagai kebetulan atau efek plasebo.

Ketimbang percaya dengan informasi mitos agar cepat hamil, lebih baik konsultasikan langsung pada dokter kandungan atau ahli gizi.

Anda akan mendapat bimbingan lebih baik dalam merencanakan kehamilan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pijat bayi

Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit