4 Mitos Tentang Ovulasi yang Belum Tentu Benar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/09/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ovulasi adalah bagian dari siklus menstruasi, yang ditandai dengan pelepasan sel telur oleh indung telur (ovarium). Ovulasi juga dikenal sebagai masa subur wanita, karena pada masa ini peluang wanita untuk hamil terbilang cukup tinggi. Sayangnya, masih banyak orang yang salah paham tentang ovulasi ini. Mari kita luruskan faktanya di bawah ini.

Berbagai mitos yang salah tentang ovulasi

Untuk memahami lebih jauh tentang ovulasi, cari tahu kebenarannya berikut ini:

Mitos 1: Ovulasi selalu terjadi pada hari ke-14

Banyak yang beranggapan kalau ovulasi selalu jatuh di hari ke-14 dalam siklus menstruasi. Sebenarnya pernyataan ini tidak sepenuhnya salah. Bagi wanita dengan siklus menstruasi yang selalu berlangsung selama 28 hari, maka rata-rata ovulasi akan terjadi di pertengahan siklus menstruasi Anda.

Kata kunci disini adalah rata-rata. Artinya, hari ke-14 hanyalah sebagai patokan, tapi tidak selalu terjadi pada setiap wanita. Masa ovulasi wanita berbeda-beda tergantung siklus menstruasinya. Apalagi kalau jadwal haid Anda maju mundur, tentu masa ovulasi akan ikut bergeser.

Mitos 2: Indung telur punya “jatah” masing-masing untuk berovulasi

Indung telur wanita ada dua, yaitu di kiri dan kanan. Pada kenyataannya, tidak ada jadwal khusus yang mengatur indung telur bagian mana yang bertugas untuk melepas sel telur setiap bulannya. Proses ovulasi bisa dipicu oleh banyak faktor. Salah satunya lebih ditentukan oleh ovarium mana yang mengandung folikel matang, yang siap diproduksi sebagai sel telur.

Singkatnya, ovulasi bisa terjadi pada satu sisi indung telur ataupun keduanya.

Mitos 3: Peluang hamil meningkat bila berhubungan intim usai masa ovulasi

Mungkin Anda berpikir kalau sel telur harus diproduksi dulu baru kemudian dibuahi oleh sperma. Padahal sebaliknya, sperma dapat bertahan hidup lebih lama di saluran reproduksi wanita selama tiga sampai lima hari. Namun, tidak dengan sel telur yang hanya memiliki umur satu hari setelah dilepaskan.

Maka itu, manfaatkan masa ovulasi ini sebaik mungkin jika Anda sedang gencar merencanakan kehamilan. Idealnya, lakukan hubungan intim sekitar tiga hari sebelum masa ovulasi, atau selama 12-24 jam setelah ovulasi terjadi. Usahakan tidak berhubungan seksual terlalu jauh dari masa ovulasi Anda.

Justru kalau Anda berhubungan setelah masa ovulasi, peluang kehamilan jadi kecil karena bisa jadi dinding rahim sudah telanjur luruh dalam menstruasi.

Mitos 4: Tanda-tanda ovulasi bisa terlihat jelas

Ada beragam tanda ovulasi yang pasti akan muncul sebagai penanda datangnya masa subur. Nyatanya, mitos tentang ovulasi ini tidak sepenuhnya benar.

Sebagian wanita mungkin dapat merasakan adanya tanda berupa perubahan suhu tubuh, peningkatan lendir vagina, peningkatan gairah seks, dan lain sebagainya. Namun, tidak semua wanita punya tanda ovulasi yang sama, bahkan ada yang tidak merasakannya sama sekali.

Maka, tidak ada tanda ovulasi bukan artinya tubuh Anda tidak berovulasi sama sekali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Ciri Wanita Sedang dalam Masa Subur

Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat hamil adalah pada masa subur. Namun, tahukah Anda bagaimana ciri Anda telah memasuki masa subur?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 08/04/2020 . Waktu baca 10 menit

Berbagai Anggapan Keliru atau Mitos Seputar Sunscreen

Banyak mitos seputar sunscreen yang beredar di kalangan masyarakat dan membuat mereka tidak mendapatkan perlindungan maksimal. Apa saja mitos tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 17/10/2019 . Waktu baca 5 menit

4 Fase Dalam Siklus Menstruasi yang Harus Wanita Kenali Tiap Bulan

Sebelum akhirnya menstruasi, ada banyak fase yang harus dilewati tubuh tiap bulan. Mengetahui tahapan siklus menstruasi akan sangat berguna untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 14/08/2019 . Waktu baca 7 menit

Jangan Lakukan Ini pada Luka Bakar Knalpot Atau Setrika

Mengoleskan odol dan mengompres es batu biasanya jadi pertolongan pertama luka bakar knalpot atau setrika. Tapi apakah cara ini benar-benar aman?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 01/06/2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos hepatitis C

Kenali Mitos Seputar Hepatitis C yang Perlu Diketahui Kebenarannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 12/06/2020 . Waktu baca 4 menit
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit
minum alkohol membunuh coronavirus

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 5 menit