Panduan Aman Mendapat Transfusi Darah Saat Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat hamil, Anda berharap dalam kondisi yang sehat selalu. Anda selalu menjaga makanan dan memperhatikan langkah Anda. Namun, terkadang ada hal-hal di luar dugaan terjadi, seperti anemia berat atau kondisi lainnya yang membutuhkan transfusi darah saat hamil sebagai solusi.

BACA JUGA: Donor Darah: 8 Hal Yang Wajib Anda Tahu

Transfusi darah adalah kegiatan memberikan darah dari seseorang kepada orang lain, dikenal juga sebagai donor darah. Biasanya prosedur ini dilakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang kehilangan darah banyak. Selain itu, donor darah dapat dijadikan alternatif untuk mengobati anemia parah. Anemia adalah hal yang wajar terjadi selama kehamilan. Gejala dari anemia dapat berupa kesulitan bernapas, lelah, pingsan, sakit kepala, dan jantung berdetak cepat. Dalam kasus yang parah, hemoglobin bisa mengalami penurunan melebihi batas normal. Ketika hal itu terjadi Anda akan merasa sangat tidak enak badan, pening, sulit bernapas, dan nyeri dada.

BACA JUGA: Pengaruh Defisiensi Zat Besi dan Anemia pada Kehamilan

Berbagai penyebab dibutuhkan transfusi darah saat hamil

Transfusi darah bisa terjadi di awal kehamilan, ketika hamil, hingga proses melahirkan. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan ibu hamil mendapatkan transfusi darah, yaitu:

Situasi yang tidak darurat

Anda terkena anemia akut, bahkan sebelum bayi dilahirkan. Kondisi ini tentu berisiko, bahkan ada kemungkinan ketika Anda terluka kecil selama melahirkan, Anda mungkin akan terkena anemia parah

Anda akan mengalami perdarahan selama melahirkan, tetapi pendarahan itu lama kelamaan akan berhenti. Jika Anda merasa lemah dan tidak sanggup dalam merawat bayi Anda, mungkin Anda akan ditawarkan untuk mendapatkan transfusi darah. Gejala yang muncul dapat dikenali dengan cepat setelah Anda melahirkan, seperti pening atau sesak napas ketika Anda bangun.

Pada situasi darurat

Transfusi darah darurat saat hamil dibutuhkan saat Anda mengalami pendarahan hebat. Jika Anda tidak mendapatkan donor darah, Anda bisa mengalami sakit yang serius, bahkan dampak parahnya dapat menyebabkan kematian. Perdarahan hebat dapat terjadi saat:

  • Keguguran saat awal hamil atau kondisi kehamilan ektopik – janin tumbuh di luar rahim
  • Setelah 24 pekan kehamilan, perdarahan ini biasanya disebut antepartum
  • Selama proses melahirkan atau sesaat setelah melahirkan, dikenal juga sebagai pendarahan postpartum

BACA JUGA: Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Donor Darah

Pertanyaan seputar transfusi darah saat ibu hamil

Saat dokter Anda memutuskan untuk memberi transfusi darah pada Anda, Anda mungkin akan memiliki beberapa pertanyaan seputar donor darah tersebut. Anda mungkin khawatir kalau darah yang Anda dapatkan akan mempengaruhi perkembangan janin Anda saat dilakukan pada masa kehamilan. Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan pada dokter mengenai prosedur transfusi darah:

1. Seberapa aman darah yang saya dapatkan?

Anda sebaiknya tidak perlu terlalu khawatir. Setiap darah yang didonorkan akan dikumpulkan oleh PMI, keamanannya pun dijamin oleh pemerintah. Setiap rumah sakit sudah memiliki kebijakan tertentu untuk mengatur pasokan donor darah yang mereka miliki adalah aman.

2. Bagaimana darah yang saya dapatkan bisa cocok?

Anda tentu sudah mengetahui berbagai tipe golongan darah. Bahkan dari kecil mungkin Anda telah mengetahui masuk ke dalam kelompok golongan darah apa. Dokter mungkin akan melakukan pengecekan kembali, agar lebih valid. Selain itu, Anda juga akan dites apakah memiliki rhesus positif atau negatif.

3. Apakah saya memang harus mendapatkan transfusi darah?

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan transfusi darah, pastikan Anda telah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan. Jika Anda masih ragu, coba tanyakan kembali pada dokter kandungan Anda.

4. Apakah saya bisa menolak untuk transfusi darah?

Pilihan memang selalu berada di tangan Anda. Selama kehamilan, Anda mungkin akan mendapat pertanyaan apakah Anda keberatan untuk melakukan transfusi darah. Jika memang itu karena alasan pribadi dan keyakinan Anda, sebaiknya utarakan pada dokter kandungan Anda. Dokter pun bisa mengatur rencana antisipasi selama Anda hamil, proses melahirkan, dan kelahiran itu sendiri.

Bagaimana proses transfusi darah saat hamil?

Prosesnya sendiri hampir seperti donor darah biasa, bedanya Anda melakukannya saat hamil. Darah yang diterima tersebut menjadi solusi untuk menopang Anda dan janin. Berikut ini gambarannya:

Selama transfusi darah

Cannula atau tabung kecil dimasukkan ke dalam pembuluh darah di tangan. Lalu, darah donor pun berpindah dan mengalir pada pembuluh darah yang menerima donor. Satu pasokan darah biasanya memakan waktu tiga jam untuk didonorkan. Namun, untuk hal yang darurat, transfusi pun dapat berjalan dengan cepat. Anda juga akan tetap dipantau selama  melakukan transfusi darah.

Meskipun aman dilakukan, tidak ada yang menjamin bahwa Anda tidak akan mendapatkan efek sampingnya. Anda mungkin akan merasakan efek samping samping yang berat, meskipun hampir bisa dibilang jarang. Gejala tersebut dapat berupa kesulitan bernapas, sakit kepala yang berat, dan penurunan level tekanan darah. Jika Anda sampai mengalami gejala seperti itu, transfusi mungkin akan dihentikan, situasi akan dikaji ulang.

Setelah transfusi darah

Setelah transfusi selesai, hemoglobin Anda akan dicek kembali. hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah darah yang Anda terima sudah cukup atau belum. Anda juga akan diminta untuk tinggal beberapa saat  atau hari setelah transfusi, tergantung pada situasi yang Anda lalui. Dokter kandungan Anda pun akan menjelaskan hasilnya.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Detak jantung janin mulai berdegup di sekitar minggu keenam kehamilan, tapi kadang suaranya masih terlalu lemah untuk Anda bisa dengar. Kapan waktunya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
pembukaan persalinan

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit