home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ibu Hamil Boleh Makan Rambutan, Asal Perhatikan Hal Ini

Ibu Hamil Boleh Makan Rambutan, Asal Perhatikan Hal Ini

Seperti buah lainnya, rambutan juga mengandung banyak vitamin dan mineral. Selain itu, rasanya pun sangat manis dan menyegarkan. Rambutan ternyata juga aman dikonsumsi saat hamil. Eits, tapi tunggu dulu. Sebelum ibu hamil makan buah rambutan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Manfaat makan rambutan saat hamil

Tak hanya rasanya yang enak, menurut Data Pangan Kemenkes RI, buah rambutan memiliki banyak nutrisi sehingga baik untuk memenuhi asupan gizi ibu hamil.

Beberapa nutrisi yang terkandung dalam buah rambutan, meliputi serat, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, zinc, dan vitamin C.

Semua nutrisi rambutan, bukan hanya menyehatkan sang ibu, melainkan juga janin yang ada di dalam kandungannya.

Berikut manfaat yang mungkin didapatkan ibu hamil jika makan buah rambutan, antara lain:

1. Mendukung kesehatan sistem pencernaan

Rambutan dapat menjaga kesehatan pencernaan ibu hamil karena kandungan serat dan air. Serat yang terkandung berperan untuk menyerap air sehingga tekstur feses jadi lunak dan mudah dibuang dari tubuh.

Ini mengurangi risiko ibu hamil mengalami sembelit.

2. Meningkatkan persediaan darah

Saat hamil, persediaan darah akan meningkat karena janin membutuhkan pasokan darah. Untuk membuat sel-sel darah, tubuh membutuhkan mineral zat besi.

Nah, buah rambutan mengandung zat besi. Sayangnya, penyerapan zat besi oleh tubuh kadang tidak berjalan secara maksimal. Untungnya, buah ini juga mengandung vitamin C yang meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi jadi lebih baik.

Makan rambutan saat hamil, membantu memenuhi asupan zat besi yang diperlukan. Bila nutrisi zat besi ibu hamil tercukupi, risiko anemia selama masa kehamilan juga akan berkurang.

3. Memperkuat sistem imun

Selain membantu penyerapan zat besi, vitamin C dan antioksidan pada buah rambutan juga meningkatkan sistem imun. Itu artinya, ibu hamil akan jauh lebih kebal dari beberapa penyakit, seperti flu atau pilek.

4. Membantu pembentukan tulang janin

Makan rambutan saat hamil juga membantu memenuhi asupan kalsium. Mineral ini diperlukan sang ibu hamil untuk menjaga kesehatan tulangnya, sekaligus membantu pembentukan tulang janin di dalam kandungan.

Ibu hamil boleh makan rambutan, asal …

kandungan buah rambutan

Meskipun manfaat rambutan sangat melimpah, asupan buah rambutan untuk ibu hamil juga harus diperhatikan.

Alangkah lebih baik, jika ibu hamil konsultasi lebih dulu pada dokter sebelum menambahkan buah rambutan sebagai camilan.

Ibu hamil yang makan rambutan secara berlebihan, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan dirinya dan bayi dalam kandungannya.

Sebuah studi menunjukkan bahwa kadar kalium yang rendah pada 4 bulan pertama kehamilan berkaitan dengan rendahnya risiko diabetes gestasional dan preeklampsia (komplikasi hipertensi pada ibu hamil) yang mungkin dialami ibu hamil.

Nah, kandungan kalium pada buah rambutan dinilai yang cukup tinggi, yaitu, 104,2 mg per porsi (100 gram). Jika buah rambutan dikonsumsi dalam jumlah banyak, risiko diabetes dan preeklampsia mungkin bisa meningkat.

Ibu hamil dengan masalah kesehatan tertentu sebaiknya menghindari buah ini, terutama:

Diabetes gestasional

diabetes gestasional

Ibu hamil sangat rentan dengan diabetes gestasional. Itu sebabnya ibu hamil perlu memerhatikan asupan makanan yang mengandung gula, salah satunya rambutan.

Buah rambutan yang sangat matang, memiliki kandungan gula yang cukup banyak.

Jika ibu hamil memiliki kadar gula yang tidak stabil atau diabetes gestasional, sebaiknya hindari makan buah rambutan. Bukan hanya kesehatan ibu, kondisi tersebut ini bisa memengaruhi keselamatan janin.

Hipertensi

Produksi darah yang lebih banyak bisa selama masa kehamilan membuat ibu hamil rentan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Bagi ibu hamil dengan hipertensi, konsumsi buah rambutan harus sangat dijaga atau sebaiknya dihindari. Mengapa? Natrium yang terkandung dalam buah ini terhitung sangat tinggi, yaitu 16 mg per 100 gram.

Kadar natrium yang terlalu tinggi bisa membuat tekanan darah jadi lebih tinggi. Ini bisa menyebabkan bayi lahir prematur, janin gagal tumbuh, dan komplikasi kehamilan lainnya.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is It Safe To Eat Rambutan During Pregnancy? https://www.momjunction.com/articles/rambutan-during-pregnancy_00378529/. Accessed on April 29th, 2019.

Rambutan: A Tasty Fruit With Health Benefitshttps://www.healthline.com/nutrition/rambutan. Accessed on April 29th, 2019.

Data Komposisi Pangan Indonesia. http://www.panganku.org/id-ID/view (search: rambutan segar). Accessed on April 29th, 2019.

Rambutan: A Tasty Fruit With Health Benefits. https://www.healthline.com/nutrition/rambutan#nutrition. Accessed on April 29th, 2019.

Nutrition during pregnancy. https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/nutritionforpregnancy/nutrition-and-supplements-during-pregnancy.html. Accessed on April 29th, 2019.

Low potassium level during the first half of pregnancy is associated with lower risk for the development of gestational diabetes mellitus and severe pre-eclampsia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20059438. Accessed on April 29th, 2019.

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 08/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x