Perawatan Kecantikan Saat Hamil yang Boleh dan Dilarang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/01/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Wanita tidak bisa lepas dari perawatan kecantikan. Ya, semua wanita mendambakan mempunyai kulit dan rambut yang terawat untuk menunjang penampilannya, tidak terkecuali saat dirinya hamil. Hamil memang bukan suatu halangan bagi wanita untuk terus menjaga kecantikannya. Justru, saat hamil kebanyakan wanita ingin terlihat tetap cantik, sehingga mereka melakukan perawatan kecantikan saat hamil. Namun, hati-hati dalam melakukan perawatan kecantikan saat hamil, terutama penggunaan produk yang bisa membahayakan kehamilan Anda.

1. Memakai produk perawatan wajah

Wajah merupakan hal yang paling diperhatikan kecantikannya. Saat hamil, beberapa ibu mungkin mendapatkan jerawat karena pengaruh hormon kehamilan. Untuk itu, para wanita biasanya melakukan berbagai perawatan untuk membuat wajahnya tetap bersih, cerah, dan terhindar dari jerawat. Namun, Anda harus hati-hati dalam memilih produk kecantikan wajah saat hamil.

Dilarang:

Jangan memilih produk perawatan wajah yang mengandung accutane (isotretinoin), retin-A (tretinoin), retinol, asam retinoat, BHA, beta hydroxy acid, differin (adapelene), asam salisilat, dan tetrasiklin. Bahan-bahan ini biasanya dapat Anda temukan dalam obat jerawat, produk pembersih wajah, toner, dan produk antipenuaan. Penggunaan produk yang mengandung bahan-bahan ini berbahaya karena dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi dan berbagai komplikasi kehamilan.

Boleh:

Jika Anda ingin menggunakan produk perawatan wajah, sebaiknya gunakan produk yang mengandung bahan yang aman untuk Anda dan bayi Anda. Beberapa kandungan bahan yang aman dalam produk perawatan wajah adalah AHA (alpha hydroxy acid), asam glikolat atau asam laktat, asam azelat, eritromisin, atau klindamisin. Untuk mengatasi jerawat, obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida adalah pilihan yang baik dan juga aman. Anda juga bisa memakai antibiotik, terutama yang mengandung sefalosporin, untuk mengatasi jerawat, tetapi sebaiknya gunakan dalam waktu singkat. Penggunaan antibiotik dalam jangka waktu lama bisa membuat wajah Anda resisten terhadap bakteri.

Cara terbaik untuk tetap merawat wajah Anda saat hamil adalah dengan rutin mencuci wajah Anda dengan air hangat dan pembersih dua kali sehari. Hindari menggosok wajah Anda terlalu kencang.

2. Memakai lipstik

Ya, lipstik merupakan salah satu produk wajib yang selalu wanita pakai sebelum keluar rumah. Warna lipstik yang berbeda-beda menjadi daya tarik sendiri bagi wanita yang memakainya maupun orang lain yang melihatnya. Namun, di samping warna lipstik, yang harus Anda pertimbangkan saat membeli lipstik adalah kandungan bahan dalam lipstik.

Dilarang:

Saat Anda hamil, sebaiknya jangan main-main dalam memilih lipstik. Perhatikan kandungan bahan dalam lipstik tersebut. Jangan memilih lipstik yang mengandung timbal karena bisa menyebabkan keracunan. Beberapa merek lipstik mungkin mengandung timbal untuk membuat warna lipstik lebih tahan lama.

Boleh:

Kandungan timbal dalam beberapa merek lipstik mungkin belum menjadi perhatian khusus karena lipstik tidak tertelan atau masuk ke dalam tubuh. Namun, ada baiknya Anda tetap menghindari produk lipstik yang mengandung timbal. Lebih baik lagi jika Anda “libur” dulu dalam menggunakan lipstik selama kehamilan.

3. Memakai cat kuku alias kuteks

Kuku juga menjadi fokus perhatian para wanita yang ingin terlihat lebih cantik. Untuk menambah kecantikan, biasanya wanita memoleskan cat kuku pada kuku jari tangan maupun jari kaki.

Dilarang:

Memakai cat kuku sah-sah saja dilakukan saat Anda hamil. Tetapi, yang harus Anda perhatikan adalah jangan memilih cat kuku yang mengandung bahan phthalates. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemakaian produk kecantikan yang mengandung phthalates saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi menjadi cacat lahir. Walaupun, penelitian tentang hal ini masih sedikit, namun ada baiknya untuk tetap Anda hindari. Selain pada cat kuku, phthalates juga banyak terkandung dalam hairspray.

Boleh:

Jika Anda ingin menggunakan cat kuku, pilihlah cat kuku yang berlabel “phthalate-free”. Selain itu, gunakan cat kuku di tempat yang mempunyai cukup ventilasi agar cat kuku cepat kering dan Anda tidak banyak menghirup bahan kimia yang terkandung dalam cat kuku. Hal ini dapat mengurangi paparan bahan kimia dalam cat kuku terhadap Anda. Cat kuku yang cepat mengering dapat mengurangi risiko cacat lahir pada bayi karena kuku tidak dapat menyerap bahan kimia yang terdapat dalam cat kuku.

4. Menggunakan pewarna rambut

Beberapa ibu hamil mungkin ingin mengecat rambutnya untuk mengganti suasana baru. Namun, sebaiknya hati-hati saat Anda mengecat rambut Anda.

Dilarang:

Penelitian mengenai penggunaan cat rambut saat kehamilan mungkin masih sedikit. Beberapa ahli pun menyarankan agar ibu hamil tidak mengecat rambutnya selama kehamilan, namun beberapa ahli lainnya mengatakan tidak masalah jika ibu hamil mengecat rambutnya asalkan cat rambut tidak dioleskan langsung di kulit kepala. Selain itu, hindari pewarna rambut yang mengandung amonia karena bau amonia dapat membuat Anda merasa mual.

Boleh:

Untuk lebih amannya, sebaiknya hindari mengecat rambut Anda pada usia kehamilan trimester pertama karena pada usia ini bayi lebih rentan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, pada saat mengecat rambut, sebaiknya dilakukan di ruangan yang mempunyai ventilasi cukup agar Anda tidak banyak menghirup bau yang ditimbulkan dari pewarna tersebut dan pakailah sarung tangan saat mengecat rambut. Setelah selesai, segera bilas rambut Anda sampai bersih.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

    Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Penyakit Kulit, Health Centers 01/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

    Warna rambut yang salah bisa membuat Anda terlihat lebih tua. Berikut cara mengetahui warna rambut yang sesuai dengan karakter diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Kecantikan 31/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

    Ternyata, masalah jerawat juga bisa muncul gara-gara kacamata yang Anda gunakan setiap hari. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Tips Sehat 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    skin fasting adalah

    Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit