5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan Mau Punya Anak Berapa

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum.

Punya anak banyak katanya banyak rezeki, meski ada juga yang beranggapan “dua anak cukup”. Keputusan mau punya anak berapa memang sepenuhnya ada di tangan masing-masing pasutri. Namun, Anda dan pasangan juga tidak boleh sembarangan mematok jumlah anak yang diinginkan. Semakin banyak anak, semakin banyak tanggung jawab yang harus Anda berdua pikul seumur hidup. Penelitian juga melaporkan bahwa semakin banyak anak, semakin tinggi risiko penyakit jantung Anda. Nah, sebelum memutuskan mau punya anak berapa, pertimbangkan dulu beberapa hal berikut ini.

Pertimbangan punya anak banyak harus melihat dari sisi suami dan istri

Tidak ada jawaban pasti berapa jumlah anak yang ideal bagi satu rumah tangga. Keputusan ingin punya anak banyak atau sedikit adalah hal pribadi, yang sedikit juga banyak dipengaruhi oleh kondisi fisik dan rumah tangga pasutri itu sendiri.

Berikut beberapa pertimbangan lainnya yang harus dipikirkan oleh para pasutri:

1. Kompromi suami dan istri

Masing-masing pihak tentu memiliki jumlah anak impiannya masing-masing. Mungkin Anda dari dulu bermimpi untuk punya banyak anak, namun pasangan hanya mau punya satu atau maksimal dua.

Menurut Ann Davidman, seorang penulis buku Motherhood: Is It for Me? Your Step-by-Step Guide to Clarity, membicarakan jumlah anak yang diinginkan sebenarnya perlu dilakukan sejak sebelum memutuskan menikah. Pasalnya, perbedaan prinsip ini tak jarang menimbulkan perselisihan di antara pasutri sehingga perlu didiskusikan matang-matang sedini mungkin, tentunya dengan kepala dingin.

Menurut Javier Aceves, M.D., seorang profesor pediatri di Univeristy of Mexico School of Medicine, keinginan jumlah anak yang berbeda antar pasangan bisa dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil masing-masing. Misalnya, tumbuh besar dengan banyak saudara kandung dapat memengaruhi keputusan Anda untuk punya anak banyak karena ingin anak-anak nantinya tidak kesepian dan merasakan kebahagiaan yang sama dengan Anda.

Dengarkan apa yang menjadi pertimbangan pasangan untuk punya anak cukup satu. Mungkin ia menginginkan rumah tangga yang lebih intim dan erat. Dan sebaliknya, pasangan juga harus mendengarkan apa yang menjadi alasan Anda ingin punya anak banyak. Dari situ, cari jalan tengah untuk memutuskan berapa banyak anak yang ideal untuk rumah tangga Anda.

2. Usia dan kesehatan istri

Wanita hanya bisa hamil dengan jumlah terbatas. Itu sebabnya, usia dan kondisi kesehatan istri berpengaruh besar terhadap keputusan jumlah anak yang ingin dimiliki.

Hamil di usia yang terlalu tua atau terlalu muda memiliki risikonya masing-masing terhadap kesehatan ibu dan janin. Wanita yang hamil dan melahirkan hingga lebih dari 5 kali juga berisiko terhadap preeklampsia, prolaps uteri, plasenta previa, hingga depresi. Risiko-risiko ini pun belum memperhitungkan riwayat kesehatan istri yang dimilikinya sebelum hamil.

Perhatikan pula jarak usia antar anak, jika memang berencana punya anak lebih dari satu. Jarak yang terlalu dekat atau terlalu jauh sama-sama berisiko bagi kesehatan anak Anda untuk ke depannya.

keluarga bahagia

3. Usia dan kesehatan suami

Jika usia reproduktif wanita memiliki “masa kedaluwarsa” yang ditandai dengan menopause, tidak dengan pria. Pria masih bisa terus memproduksi sel sperma sehat bahkan di usia senja sekalipun, asalkan ia terus menjaga gaya hidup yang sehat. Meski demikian, kondisi atau penyakit tertentu yang terkait usia juga tetap dapat memengaruhi kualitas spermanya.

Oleh sebab itu, pertimbangkan pula usia dan kondisi kesehatan suami — baik dari segi fisik maupun psikologisnya. Terlebih, suami pada umumnya menjadi tulang punggung pencari nafkah keluarga. Pria pun harus menjadi suami siaga untuk memenuhi kebutuhan istri saat hamil dan melahirkan. Maka, kebugaran fisik dan kesiapan mental pria perlu seprima mungkin selama waktu ini.

4. Situasi keuangan rumah tangga

Nyatanya, kondisi keuangan keluarga ikut memainkan peran penting dalam menentukan seberapa banyak anak yang ingin Anda berdua miliki.

Meski uang bukanlah segalanya, tapi entah itu satu, dua, tiga anak atau lebih, Anda perlu memiliki keuangan yang stabil untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan anak Anda ke depannya. Nyatanya, jaminan kestabilan keuangan keluarga adalah salah satu bentuk tanggung jawab orangtua terhadap anaknya.

Jika Anda bekerja, perhitungkan juga pekerjaan Anda. Banyak ibu yang tidak sanggup bekerja setelah mempunyai anak. Jika Anda nanti sudah punya satu anak dan sedang hamil anak kedua sambil juga bekerja, apakah Anda benar mampu untuk melakukan semua itu? Jika Anda berhenti bekerja, apakah kondisi keuangan Anda dapat menunjang semua kebutuhan keluarga Anda?

Semakin banyak anggota keluarga di rumah Anda, tentunya semakin banyak pengeluaran Anda. Maka, sebaiknya perhitungkan kondisi keuangan Anda sebelum memutuskan untuk punya anak banyak.

5. Kondisi emosional dalam hubungan pernikahan

Selain persiapan secara fisik, kondisi emosional para pasutri pun juga perlu dipersiapkan. Kehadiran anak memang akan mewarnai kehidupan rumah tangga, tetapi juga memberikan tambahan tanggung jawab. Punya banyak anak Anda harus siap dengan kondisi rumah menjadi sering berantakan dan berisik, kebutuhan yang semakin banyak, dan sebagainya.

Sementara punya anak satu memang terlihat lebih nyaman, tapi pertimbangkan juga dari sisi si anak. Anak tunggal mungkin akan merasa kesepian karena ia tidak mempunyai saudara sebagai teman bermain di rumah. Ia juga bisa mendapatkan tekanan berlebih dari Anda berdua karena Anda ingin anak menjadi seperti apa yang Anda inginkan. Orangtua nantinya juga hanya bergantung atau ditemani dengan satu anak di masa tuanya.

Keputusan ada di tangan Anda dan pasangan

Pada akhirnya, memilih untuk punya anak banyak atau satu saja kembali pada keputusan yang dibuat berdua. Pasutri harus benar-benar siap lahir batin untuk segala kemungkinan saat punya anak banyak ataupun sedikit. Diskusikan pula pola asuh seperti apa yang akan diterapkan pada anak Anda kelak agar mereka tumbuh dengan baik dan sehat.

Berapapun anak yang Anda inginkan, membesarkan anak perlu kesiapan yang benar-benar matang agar tidak lantas malah meramaikan rumah dengan omelan, apalagi makian atau pukulan, terhadap anak. Lebih buruknya lagi, anak bisa menyerap dan meniru perilaku negatif Anda. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca