Kehamilan Kembar Tidak Terdeteksi, Bagaimana Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menanti kelahiran buah hati tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap calon ibu. Namun, saat tiba waktunya bayi lahir, ibu terkejut ketika mendapati ternyata ia melahirkan sepasang bayi kembar. Padahal, selama ini sang ibu meyakini bahwa ia hanya mengandung satu anak. Bagaimana bisa kehamilan kembar tidak terdeteksi? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa yang menyebabkan kehamilan kembar tidak terdeteksi?

Meskipun saat ini kita hidup di era dengan teknologi yang mutakhir, ternyata masih ada beberapa kasus langka di mana kehamilan kembar tidak terdeteksi, baik oleh ibu dan dokter.

Hal tersebut kemungkinan besar dapat terjadi pada ibu hamil yang tinggal di daerah terpencil, kurang mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memeriksakan kehamilan, atau faktor kesehatan lainnya.

Fasilitas dan tenaga medis yang kurang memadai

Di dunia ini, tidak semua orang bisa mendapatkan akses terhadap fasilitas dan tenaga medis yang layak. Ibu hamil mungkin tidak mengetahui apakah ia tengah mengandung dua bayi, bahkan setelah memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.

Menurut situs World Health Organization, sekitar 4 dari 10 wanita hamil di dunia tidak mendapatkan perawatan dan pemeriksaan semasa kehamilan. Hal ini tentunya meningkatkan risiko kesalahan dalam mendeteksi kehamilan.

Selain karena tidak adanya pusat kesehatan terdekat yang dapat dikunjungi oleh ibu hamil, ada hal-hal tertentu yang menyebabkan kehamilan kembar tidak terdeteksi. Bisa jadi diakibatkan oleh fasilitas pusat kesehatan yang tidak lengkap, atau tenaga medis mungkin kurang tepat dalam membaca hasil tes USG.

Ibu hamil enggan memeriksakan diri

Selain kurangnya fasilitas kesehatan yang tersedia, masih banyak ibu hamil yang merasa tidak butuh melakukan pemeriksaan kesehatan apapun selama kehamilan.

Di negara-negara berkembang, seperti di Indonesia, masih cukup banyak ibu yang tinggal di daerah yang memilih ke dukun bayi ketimbang bidan atau dokter kandungan.

Padahal pemeriksaan rutin selama kehamilan tak hanya bida mendeteksi bayi kembar atau tidak. Namun, hal ini juga penting dilakukan untuk memantau kesehatan ibu dan janin.

Menurut data World Health Organization, pemeriksaan rutin saat hamil dapat mencegah masalah saat persalinan hingga kehamatian janin saat lahir.

Bagaimana supaya kehamilan kembar bisa terdeteksi?

Kehamilan kembar yang tidak terdeteksi berpotensi mengakibatkan penanganan yang kurang tepat. Hal ini tentunya berisiko membahayakan keselamatan ibu dan bayi.

Jadi, pastikan Anda memilih prosedur pemeriksaan sesuai standar dan rajin berkonsultasi ke dokter, supaya kehamilan kembar dapat terdeteksi secara akurat.

Berikut adalah beberapa tips yang perlu dilakukan:

USG di waktu yang tepat

Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa tes ultrasonografi atau USG selalu menunjukkan hasil yang 100% akurat. Namun, sedikit yang tahu bahwa USG yang dilakukan pada masa-masa awal kehamilan (trimester pertama) belum dapat menghasilkan informasi yang tepat.

Apalagi jika dalam kasus kehamilan kembar ini. Bila Anda melakukan USG di awal trimester pertama, ukuran janin masih sangat kecil dan detak jantungnya belum begitu terdengar.

Maka itu, sebaiknya lakukan USG ketika kehamilan Anda memasuk trimester kedua atau setelah usia kehamilan 8 minggu. Biasanya, ketika itu detak jantung sang janin sudah lebih kencang dan bisa terdeteksi oleh gelombang USG.

Menggunakan jenis tes USG yang lebih jelas

Tes USG terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari tampilan yang dihasilkannya. Kesalahan dalam mendeteksi jumlah bayi biasanya terjadi pada tes USG 2 dimensi, di mana dokter biasanya hanya dapat melihat kandungan dari satu sisi saja.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, sebaiknya coba tes USG 3D atau 4D. Karena USG jenis ini dapat menangkap foto dengan hasil yang lebih jelas dan nyata, kemungkinan untuk kehamilan kembar tidak terdeteksi sangatlah kecil.

Rajin memeriksakan kandungan ke dokter

Jika Anda mungkin merasa bahwa Anda sedang mengandung bayi kembar, atau mungkin Anda sudah mengetahui hasilnya dari USG, pastikan Anda rutin melakukan check up ke dokter kandungan.

Menurut World Health Organization, pemeriksaan kesehatan saat hamil setidaknya dilakukan sebanyak 8 kali, dengan jadwal seperti berikut:

  • Kunjungan ke-1: saat kehamilan berusia 12 minggu
  • Kunjungan ke-2: saat kehamilan berusia 20 minggu
  • Kunjungan ke-3: saat kehamilan berusia 26 minggu
  • Kunjungan ke-4: saat kehamilan berusia 30 minggu
  • Kunjungan ke-5: saat kehamilan berusia 34 minggu
  • Kunjungan ke-6: saat kehamilan berusia 36 minggu
  • Kunjungan ke-7: saat kehamilan berusia 38 minggu
  • Kunjungan ke-8: saat kehamilan berusia 40 minggu

Bila memasuki minggu ke-40 tapi ibu belum ada tanda-tanda persalinan juga, sebaiknya saat minggu ke-41 periksakan diri lagi ke dokter.

Kehamilan kembar memiliki risiko yang lebih tinggi dibanding kehamilan biasa. Ada kemungkinan bahwa hamil kembar bisa menimbulkan beberapa komplikasi, seperti kelahiran prematur.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Selama Anda tidak melewatkan jadwal periksa kandunga ke dokter dan selalu berkonsultasi mengenai gejala-gejala atau masalah selama kehamilan, maka bayi kembar di dalam perut Anda akan baik-baik saja.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kandungan Nutrisi Kulit Buah Kiwi yang Tidak Boleh Dilewatkan

Jika Anda penggemar buah kiwi, sebaiknya jangan kupas kulitnya. Ada banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh dari kulit buah kiwi, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat Berhubungan Seks Sebelum Tidur di Malam Hari

Kapan biasanya Anda bercinta? Di pagi atau malam hari? Ternyata melakukan hubungan intim di malam hari bisa mendatangkan tiga keuntungan ini, lho.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Cegah Bahaya Rabies dengan Vaksin, Kapan Harus Melakukannya?

Penyakit rabies alias anjing gila, memang mematikan. Maka itu, tidak ada salahnya jika Anda melakukan vaksin rabies sebelum terjangkit viru ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Fakta Di Balik Manfaat Kopi untuk Pengidap Asma

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa kopi memiliki manfaat untuk para penderita asma. Mengapa bisa demikian? Temukan jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Asma, Kesehatan Pernapasan 2 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelembapan kulit

Apa yang Membuat Kulit Kehilangan Kelembapan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
kunyit untuk jerawat

Benarkah Kunyit Manjur Atasi Masalah Jerawat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
alergi pada telur

Serba-serbi Alergi Telur yang Harus Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
obat batu ginjal alami

5 Daftar Bahan Alami yang Bisa Bantu Hancurkan Batu Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit