Membedakan Mual Biasa Dengan Hiperemesis Gravidarum Saat Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 November 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mual dan muntah merupakan hal wajar yang sering terjadi pada wanita hamil. Namun, perlu Anda ketahui ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu morning sickness atau hiperemesis gravidarum. Keduanya sekilas memiliki gejala yang sama, namun pada kenyataannya berbeda. Apakah perbedaannya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Sekilas mengenai morning sickness dan hiperemesis gravidarum

Menurut Healthline, pada masa awal kehamilan, 85 persen wanita mengalami gejala mual bahkan disertai muntah. Gejala ini sering disebut dengan morning sickness (EG). Hal ini dianggap wajar. Namun, bila morning sickness terjadi lebih parah dan lebih lama maka ini disebut hiperemesis gravidarum (HG).

Perbedaan gejala morning sickness dan hiperemesis gravidarum

Bagi ibu hamil, penting untuk mengetahui gejala keduanya agar gejalanya dapat diatasi. Berikut perbedaan gejala morning sickness dan hipermeresis gravidarum.

1. Mual dan muntah

Walau keduanya mengalami gejala mual, tingkat keparahannya berbeda. Pada ibu hamil yang terkena morning sickness, rasa mual mungkin jarang terjadi dan tidak akan menganggu selera makan.

Namun, pada ibu hamil yang terkena hiperemesis gravidarum, rasa mual konstan terjadi sehingga  menganggu selera makan dan minum. Hal ini dapat mengakibatkan tubuh ibu hamil kekurangan cairan (dehidrasi). Bahkan, jika tidak segera diobati dapat menyebabkan muntah darah.

2. Berat badan berkurang

Pada morning sickness biasa, beberapa ibu hamil memang bisa saja mengalami penurunan berat badan. Namun, penurunan ini tidak begitu berarti atau bisa naik lagi dengan cepat.

Sedangkan pada ibu dengan hiperemesis gravidarum, Anda justru bisa kehilangan sekitar 5 persen dari berat badan normal Anda sebelum hamil. Perhatikan juga kalau Anda kehilangan sekitar 2,5 sampai 10 kilogram (atau lebih). Kemungkinan besar Anda mengalami kondisi hiperemesis gravidarum.

3. Waktu muncul dan berakhirnya gejala

Ibu yang hamil akan merasakan morning sickness pada awal kehamilan dan hilang sendiri pada bulan ke-3 atau k-4. Namun, pada ibu hamil yang terkena hipermeresis gravidarum, biasanya gejala baru akan muncul pada bulan ke-6 kehamilan dan terus terjadi sepanjang masa kehamilan.

4. Kondisi tubuh

Ibu hamil yang terkena morning sickness masih bisa melakukan aktivitas walaupun tidak normal seperti biasanya. Namun, sebagian besar ibu yang terkena hipermeresis gravidarum tidak akan dapat melakukan aktivitas karena tubuhnya semakin melemah.

mual saat hamil

Apakah morning sickness dan hipermeresis gravidarum dapat dicegah?

Sampai saat ini, baik morning sickness maupun hipermeresis gravidarum tidak dapat dicegah karena penyebab pastinya belum diketahui. Namun, ada beberapa cara untuk mengatasi bila gejala dari keduanya muncul.

Bagaimana mengatasi morning sickness dan hipermeresis gravidarum?

Mengatasi morning sickness bisa dilakukan dengan meminta saran dari dokter atau melakukan perawatan di rumah. Ibu hamil yang terkena morning sickness lebih baik untuk memperbanyak beristirahat, mengonsumsi makanan yang sehat gizi dan jangan membiarkan perut kosong. Kemudian, jauhi pemicu yang bisa menyebabkan rasa mual itu muncul.

Untuk pengobatan hipermeresis gravidarum tergantung tingkat keparahan yang dialami. Biasanya dokter akan merekomendasikan metode pencegahan mual alami dengan vitamin B6 atau jahe.

Cobalah mengonsumsi makanan dalam porsi lebih kecil, lebih sering, dan makanan kering seperti biskuit. Anda harus minum banyak cairan agar tetap terhidrasi. Namun bila sudah kritis, ibu tersebut harus menjalani rawat inap supaya tidak kehilangan banyak cairan dan membahayakan bayi yang dikandungnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
pelumas seks lubrikan bikin susah hamil

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit