9 Tanda Bayi Tidak Berkembang Dalam Kandungan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Mulai dari embrio, calon bayi di dalam kandungan akan terus berkembang seiring waktu. Namun, ada kondisi di mana bayi tiba-tiba berhenti berkembang. Kondisi ini disebut dengan IUGR (Intrauterine Growth Restriction). Bila kondisi terus berlanjut, keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan bisa terjadi. Apa saja ciri-ciri bayi tidak berkembang dalam kandungan?

Ciri-ciri bayi tidak berkembang dalam kandungan (IUGR)

Dilanisr dari WebMD, umumnya, bayi yang tidak berkembang dalam kandungan bisa dideteksi saat usia satu sampai tiga bulan melalui USG dan tes tambahan lain. Dari USG, Anda akan mengetahui perkiraan berat bayi dan banyaknya cairan ketuban di rahim. Kemudian, dokter akan menggunakan doppler flow (aliran doppler) untuk mengukur kecepatan aliran darah di tali pusar dan otak bayi. Pemantauan janin dengan elektroda yang diletakkan pada perut ibu untuk mengukur laju dan pola detak jantung bayi.

Dari semua prosedur tersebut, Anda bisa mengetahui bagaimana perkembangan bayi dan kemungkinan terjadinya IUGR. Berikut ciri-ciri bayi tidak berkembang dalam kandungan, yaitu:

1. Bayi dalam kandungan tidak bergerak

Normalnya, sang ibu akan merasakan gerakan di perutnya pada trimester kedua. Bila sang ibu awalnya merasakan sang bayi bergerak teratur tapi sudah tidak menunjukkan tanda-tanda itu lagi, maka kemungkinan ini menjadi pertanda bayi tidak berkembang dalam kandungan.

2. Hasil USG yang tidak normal

Ultrasound atau USG akan menunjukkan ukuran, posisi, dan secara keseluruhan perkembangan bayi. Cara ini juga dapat menunjukkan cacat lahir sehingga dapat membantu dokter membuat perkiraan hari kelahiran. Namun, pada kasus IUGR, hasil USG trimester pertama dan kedua tidak menunjukkan adanya perkembangan.

3. Kadar HCG menurun

HCG (human gonadoptropin) adalah hormon yang diproduksi selama kehamilan. Kadar HCG akan terus naik dari usia 9 hingga 16 minggu. Ini menandakan bahwa kehamilan sang ibu berkembang normal. Namun, pada kasus IUGR, kadarnya akan lebih rendah dari seharusnya. Bila terus terjadi, kemungkinan besar bayi dalam kandungan berhenti berkembang.

4. Jantung bayi tidak berdetak

Dari prosedur doppler flow, detak jantung bayi akan terdengar sekitar minggu kesembilan atau kesepuluh saat bayi berubah dari embrio ke janin. Bila detak jantung kurang terdengar pada tes pertama dan tidak terdengar detak jantung lagi di tes berikutnya, kemungkinan besar bayi mengalami IUGR. Namun, ada penyebab lain yang bisa mengakibatkan hal tersebut terjadi, yaitu posisi bayi atau penempatan plasenta.

Pada beberapa kasus, bayi yang mengalami IUGR juga bisa selamat karena bayi tidak sepenuhnya berhenti berkembang, tapi terlambat berkembang. Secara khusus, berat bayi diperkirakan berada di bawah persentil ke-10, yaitu kurang dari 90 persen berat bayi pada usia yang sama. Bayi akan memiliki kulit yang lebih tipis, pucat, longgar, dan kering. Tali pusat yang dimilikinya juga terihat tipis dan kusam, tidak tebal seperti tali pusat normal.

Tanda-tanda IUGR pada ibu hamil

1. Demam

Kondisi ini terjadi secara alami ketika tubuh melawan infeksi, tapi demam selama kehamilan juga bisa menjadi masalah, salah satunya tanda keguguran.

2. Payudara tidak sensitif

Pada beberapa bulan pertama kehamilan, payudara akan menjadi sensitif seperti hal ketika PMS (premenstrual syndrome). Namun, pada ibu dengan bayi dalam kandungan yang tidak berkembang, payudara menjadi tidak sensitif dan ukurannya mengecil. Ini disebabkan karena hormon yang mendukung pertumbuhan bayi telah berhenti.

3. Gejala morning sickness berkurang

Kondisi morning sickness atau mual dan muntah memang normal terjadi ketika trimester pertama. Namun, bila gejalanya berhenti sebelum trimester berakhir, ibu jangan dulu merasa lega. Pasalnya, ini bisa menjadi pertanda bahwa bayi dalam kandungan tidak berkembang sehingga tingkat HCG menurun.

4. Keluar cairan ketuban

Keluarnya ketuban sebelum waktunya merupakan salah satu tanda bahwa bayi sudah berhenti berkembang. Sebab bayi yang sehat akan dikelilingi oleh cairan ketuban di rahim. Bila cairan ketuban keluar, artinya kantung yang menahan cairan ketuban pecah.

5. Terasa kram

Kram mungkin normal terjadi pada ibu hamil dan merupakan pertanda bahwa bayi berkembang. Namun, bila rasa kram terus meningkat atau tidak hilang seiring waktu, ini bisa menunjukkan bahwa bayi berhenti berkembang harus dikeluarkan dari rahim.

Bila sang ibu atau sang bayi mengalami kondisi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, disarankan untuk segera memeriksakan kandungan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat terkait IUGR.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca