Amankah Penggunaan Cat Kuku Dan Aseton Bagi Ibu Hamil?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/09/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mempercantik kuku dengan kuteks hukumnya sah-sah saja bagi ibu hamil. Namun, paparan bahan kimia dalam cat kuku ternyata bisa berbahaya. Ada dua bahan kimia yang perlu diwaspadai, yaitu formalin dan toluene.

Formalin

Formalin digunakan sebagai bahan pengeras dalam cat kuku. Formalin yang terhirup berpotensi menyebabkan iritasi pada hidung, mata, tenggorokan, dan paru-paru. Pada kasus yang lebih berat, paparan formalin dalam jumlah tinggi dan dalam waktu lama berisiko menyebabkan kanker.

Walaupun tidak baik bagi tubuh, paparan formalin tidak akan berdampak buruk pada bayi dalam kandungan karena zat ini cepat terurai dalam tubuh ibu hamil.

Di banyak negara, penggunaan jumlah formalin dalam produk dibatasi hingga 0,2 %. Jumlah ini tergolong sangat kecil sehingga risiko paparan formalin relatif rendah.

Toluene

Toluene digunakan untuk melicinkan cat kuku supaya mudah diaplikasikan. Serupa dengan formalin, toluene yang terhirup berpotensi menyebabkan iritasi pada hidung, mata, tenggorokan, dan paru-paru. Pada kasus yang lebih berat, paparan toluene dapat berisiko merusak sistem saraf dan menyebabkan cacat lahir pada bayi dalam kandungan. Risiko ini muncul jika ibu hamil menghirup toluene secara langsung dan terus menerus.

Jika Anda bekerja di salon kuku, otomatis setiap hari Anda akan terkena paparan zat kimia yang terkandung dalam kuteks. Jika Anda khawatir mengenai kesehatan Anda, diskusikan dengan manajer salon mengenai jaminan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.

Paparan formalin dan toluene dapat dikurangi dengan:

  • Menggunakan cat kuku yang bebas dari toluene dan formalin
  • Menggunakan cat kuku (yang mengandung formalin dan toluene) paling banyak sekali dalam seminggu. Jika Anda bekerja di salon kuku ketika hamil, mintalah bantuan rekan untuk menggantikan Anda untuk mengecat kuku pelanggan.
  • Untuk sirkulasi udara yang baik, buka pintu dan jendela sebelum memakai cat kuku.
  • Hindari meniup kuku agar lebih cepat kering. Hal ini justru dapat membuat Anda menghirup zat formalin dan toluene secara langsung.

Penghapus cat kuku yang digunakan ibu hamil juga harus aman. Biasanya, produk penghapus cat kuku mengandung aseton. Meski dapat diproduksi oleh pabrik, aseton juga secara alami terdapat dalam tubuh dan lingkungan.

Walaupun kemungkinannya tergolong kecil, paparan aseton dalam jumlah besar dan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan cacat lahir dan gangguan perkembangan bayi. Sebagai tindakan preventif, Anda dapat memilih produk penghilang cat kuku yang bebas aseton. Selain lebih lama kering, produk ini lebih ramah terhadap kuku.

Setelah menghapus cat kuku, pastikan Anda selalu mencuci tangan dengan sabun dan air untuk menghilangkan sisa bahan kimia apapun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit