Apakah Olahraga Kardio Menyebabkan Lemak di Perut?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang bertekad untuk lebih bugar dan menghilangkan lemak tubuh. Latihan yang paling umum dipilih adalah kardio (lari atau bersepeda, misalnya). Namun yang tidak Anda ketahui adalah, latihan kardio dengan intensitas sedang hingga tinggi (‘kardio kronis’) justru malah bisa jadi tidak efektif dalam menghilangkan lemak, terutama lemak di perut. Mengapa bisa begitu? Simak penjelasan lengkanya di bawah ini.

Apa itu latihan kardio?

Dibandingkan dengan jenis latihan lainnya, latihan kardio paling sering dilakukan untuk membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, aktivitas satu ini sangat efektif dalam membakar lemak. Latihan kardio itu sendiri adalah latihan untuk meningkatkan detak jantung. Jantung tersusun dari otot-otot yang harus bergerak supaya lebih kuat dan kuat lagi. Bila otot jantung Anda kuat, maka pembuluh darah dapat mengalirkan darah ke seluruh tubuh lebih banyak dan lebih cepat.

Hal ini tentu dapat mengalirkan oksigen lebih banyak ke dalam sel-sel otot. Selain itu, asupan oksigen yang cukup juga memungkinkan sel untuk membakar lemak lebih banyak selama olahraga dan saat istirahat. Contoh latihan kardio adalah jalan kaki, jogging, aerobik, hingga berenang.

Benarkah latihan kardio justru menumpuk lemak di perut?

Latihan kardio memang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Sayangnya, latihan kardio yang dilakukan secara berlebihan justru dapat menyebabkan penumpukkan lemak di perut. Namun, bukan berarti latihan kardio akan membuat Anda lebih gemuk, tetapi ini mungkin berdampak negatif terhadap tingkat kortisol Anda (hormon stres dengan sifat katabolik), yang nantinya membuat pemulihan lebih sulit dan akan berbahaya bagi Anda yang ingin mempertahankan atau memperbaiki bentuk tubuh.

Apa yang tidak dipahami atau dipertimbangkan ketika menjalani latihan kardio adalah efek hormonal atau metabolisme yang diakibatkannya pada tubuh. Jika Anda melakukan latihan aerobik yang salah, maka akan meningkatkan kadar kortisol. Alhasil kondisi justru menyebabkan tubuh Anda menyimpan lemak di tubuh, bukan membakarnya. Nah, kadar kortisol yang tinggi inilah yang telah terbukti meningkatkan lemak visceral (lemak yang mengelilingi organ tubuh/lemak di perut) dan peradangan dalam tubuh.

Lebih lanjut, lemak visceral sebenarnya adalah jaringan metabolik yang mengeluarkan bahan kimia (disebut adipokines), yang merusak otot dan menciptakan lebih banyak lemak perut. Ini adalah salah satu alasan mengapa lemak perut sulit untuk dihilangkan.

Melakukan latihan kardio secara berlebihan, alias “kardio kronis” tidak semata-mata merugikan karena latihan ini merangsang kortisol (kortisol dihasilkan setiap kali kita berada di bawah tekanan). Tapi juga karena “kardio kronis” tidak merangsang respon hormon anabolik untuk melawan proses katabolik kortisol. Sebagai contoh, ketika seorang individu mengangkat beban atau sprint, mereka menempatkan tubuh mereka di bawah tekanan, memproduksi kortisol, namun kegiatan ini juga menghasilkan produksi hormon anabolik yang mendorong pertumbuhan, perbaikan, dan pembakaran lemak.

Oleh karena itu, latihan terbaik yang bisa dilakukan untuk menghilangkan lemak di perut secara maksimal adalah yang membuat tubuh Anda memproduksi Hormon Pertumbuhan Manusia (HGH), testosteron, dan adrenalin. Hormon-hormon anabolik ini akan meningkatkan sistem anti-stres alami tubuh dan membuatnya kembali seimbang.

Penelitian tambahan terkait masalah kortisol menunjukkan bahwa tidak ada kemajuan pada latihan aerobik terus menerus setelah 6-8 minggu pelatihan. Artinya, ada batas dalam melakukan olahraga aerobik. Oleh karena itu, bagi Anda yang berpikir untuk melakukan satu jam kardio dengan tujuan menghilangkan lemak pada perut Anda, sebenarnya bisa jadi Anda menyia-nyiakan tenaga Anda.

Lantas, adakah metode lain yang efektif membakar lemak di perut?

kesalahan membakar lemak perut

Ada metode yang jauh lebih efisien dan efektif untuk tubuh ramping dan kencang daripada melakukan ‘kronis cardio’. Cara terbaik adalah untuk melakukan olahraga yang setidaknya akan menjaga massa otot, seperti Compound, olahraga seperti squats, deadlifts, push-pull, bent-over-rows, dan gerakan plyometric, misalnya. Jenis latihan ini harus dilakukan dengan volume tinggi dan periode singkat untuk beristirahat agar memaksimalkan respon hormon yang bermanfaat dan mengoptimalkan ekspresi genetik untuk hasil terbaik bagi pembakaran lemak dan kebugaran kardiovaskular. Selanjutnya, ketika latihan ini dilakukan dengan benar, maka akan membantu membangun kesatuan otot, stabilitas sendi, koordinasi, dan kompetensi atletik.

Sangat penting untuk dicatat bahwa ketika mendiskusikan cara menghilangkan lemak yang optimal, nutrisi dan faktor gaya hidup memiliki dampak besar. Inti dari artikel ini adalah untuk menekankan bahwa Anda dapat melatih jantung Anda, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan “kebugaran aerobik” tanpa melakukan kardio berlebih. Anda idealnya harus menyesuaikan metode pelatihan dan gaya hidup untuk menghasilkan tubuh ramping dan sehat.

Berapa Banyak Kalori yang Berhasil Saya Bakar Saat Berolahraga?

Ingin tahu berapa banyak kalori yang berhasil kamu bakar dalam sehari? Efektifkah olahraga yang kamu pilih untuk membakar kalori? Cek selengkapnya.

Mau Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli Phil Kelly

8 Aturan Diet yang Salah Besar dan Tak Perlu Anda Percaya Lagi

Tak semua aturan diet harus Anda ikuti. Ya, ternyata ada beberapa aturan diet yang dibuat untuk dilanggar! Aturan diet yang seperti apa? Cari tahu di sini.

Ditulis oleh: Phil Kelly
aturan diet yang salah
Diet, Nutrisi 19 Desember 2016

6 Vitamin yang Bisa Membantu Menghilangkan Lemak di Tubuh Anda

Olahraga bukanlah satu-satunya cara untuk menghilangkan lemak dan membentuk tubuh. Anda juga butuh asupan vitamin yang tepat. Lantas, vitamin apa saja?

Ditulis oleh: Phil Kelly
menghilangkan lemak

Apakah Olahraga Kardio Menyebabkan Lemak di Perut?

Latihan kardio memang memiliki banyak manfaat. Sayangnya, jika dilakukan secara berlebihan, latihan ini justru dapat menyebabkan penumpukkan lemak di perut.

Ditulis oleh: Phil Kelly
lemak di perut
Olahraga Kardio, Kebugaran 19 Oktober 2016

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan hitam di leher

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit