Pengangguran Berisiko Lebih Tinggi Terkena Serangan Jantung. Bisakah Dicegah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pengangguran akan berisiko 50 persen lebih tinggi terkena serangan jantung dibandingkan mereka yang bekerja. Selain itu, risiko bahaya menganggur lainnya akan menyebabkan seseorang lebih rentan terkena depresi, gangguan mental, hingga lebih parahnya kematian.

Kenapa pengangguran lebih berisiko untuk terkena serangan jantung?

Memiliki pekerjaan baik itu menjadi pekerja kantoran atau memiliki bisnis sendiri adalah kebanggaan bagi masing-masing individu. Itulah sebabnya saat seseorang menjadi pengangguran, mereka jadi rentan mengalami stres hingga depresi sebab mereka tidak memiliki hal yang dibanggakan atau tidak ada keamanan finansial yang bisa menjadi jaminan hidup.

Sebuah penelitian mengejutkan telah menyebutkan bahwa mereka yang pengangguran mudah untuk mengalami penyakit serangan jantung.

Menurut Rasmus Roerth peneliti dari Copenhagen University Hospital, Denmark yang memimpin penelitian ini. Memiliki pekerjaan mampu meningkatkan status kesejahteraan dan penampilan seseorang. Di sisi lain, saat Anda kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki pekerjaan, maka hal ini dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi, gangguan kesehatan mental, dan bahkan muncul keinginan untuk bunuh diri.

Penelitian yang dipresentasikan pada acara Heart Failure 2017 dan the 4th World Congress on Acute Heart Failure ini meneliti semua pasien rawat inap yang berada di usia produktif atau usia kerja, yakni 18-60 tahun. Penelitian ini menggunakan data pasien sejak 1997 hingga 2012.

Dari 21.455 pasien rawat inap karena penyakit jantung, sebanyak 55 persen atau setara dengan 11.880 pasien merupakan pengangguran. Selama 1.005 hari, 16 persen pasien yang bekerja dan 31 persen pasien yang menganggur diketahui meninggal dunia. Setelah disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, dan jenjang pendidikannya, pasien gagal jantung  yang menganggur atau tidak bekerja memiliki peningkatan risiko kematian sebesar 50%.

Lalu, bagaimana cara mengatasi stres saat Anda menganggur?

Menjadi pengangguran memang bukan hal yang menyenangkan. Selain tidak mendapatkan pendapatan, menganggur bisa membuat Anda stres bahkan depresi. Namun, pada kenyatannya tidak semua orang mudah mendapatkan pekerjaan. Apalagi jika Anda adalah fresh graduate dan tidak punya pengalaman apa pun. Jangan khawatir, ada langkah-langkah untuk mengatasi stres karena masih menganggur.

Hal yang paling sederhana sekaligus sulit dilakukan untuk Anda yang menganggur adalah menerima kenyataan dan bersikap santai. Jangan sampai karena Anda belum bekerja, Anda jadi meratapi diri. Nikmati lah masa-masa ketika Anda belum bekerja karena ketika sudah bekerja belum tentu Anda mempunyai waktu untuk diri sendiri.

Anda bisa gunakan ungkapan semua akan indah pada waktunya. Anda bisa mengambil pengalaman Anda masih menganggur. Perbanyaklah waktu dengan orang yang Anda cintai karena mereka pasti akan selalu mendukung langkah Anda.

Tumpahkan isi hati Anda. Jika Anda merasa sulit menghadapi stres karena masih menganggur, Anda bisa berbicara dengan seseorang dekat denganmu, seperti orangtua, sahabat, sampai pacar. Dari curhat, Anda bisa temukan beberapa tips berguna dan cara-cara mengatasinya.

Selain itu Anda juga bisa sibukkan diri. Misalnya, merencanakan karir apa yang Anda inginkan, mempersiapkan wawancara dengan sempurna, mengeksplorasi ide baru, bila perlu pergi berlibur untuk ‘mengeksploitasi’ waktu kosong Anda. Tetap positif selama fase pengangguran itu sangat penting. Tetap positif dan optimistis dengan masa depan Anda.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Makanan probiotik memang baik untuk sistem pencernaan Anda. Namun siapa sangka probiotik ternyata juga bisa meredakan gejala depresi? Ini dia penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Apakah nafsu makan Anda bertambah saat stres? Berikut makanan sehat yang dapat membantu Anda menghilangkan stres dan penatnya pikiran.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenali Bahaya Efusi Perikardium, Saat Jantung ‘Terendam’ Air

Efusi perikardium adalah kondisi di mana terdapat penumpukan cairan di sekitar jantung. Apa saja gejalanya? Apakah efusi perikardium ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 7 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Angina

DefinisiApa itu angina? Angina adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman yang biasanya disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke jantung. Biasanya penyebab angina adalah disebabkan karena penyempitan atau penyumbatan ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

senam jantung sehat

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ablasi jantung

Ablasi Jantung, Prosedur Medis untuk Mengatasi Detak Jantung yang Tidak Normal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
fakta jantung manusia

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit