Penyebab Bradikardia, Detak Jantung Lemah Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah mencoba untuk menghitung detak jantung Anda? Tahukah Anda detak jantung Anda sekarang ini normal atau tidak? Atau malah lebih lambat dari normal? Detak jantung lemah yang tidak normal adalah salah satu gejala yang bisa membahayakan kesehatan jantung, bahkan kesehatan tubuh secara umum.

Apa itu bradikardia (detak jantung lemah)?

Jantung adalah organ yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh, di dalam darah tersebut terdapat makanan serta oksigen bagi semua sel dan jaringan. Ketika jantung tidak berfungsi normal, maka berbagai fungsi tubuh akan terganggu.

Rata-rata kecepatan detakan jantung menunjukkan aktivitas jantung, apakah sehat atau tidak. Normalnya, kecepatan detak jantung yaitu sekitar 60 hingga 100 detakan per menit. Jika Anda kurang dari 60 detakan, maka Anda memiliki detak jantung yang lemah dan lebih lambat dari ini.

Bagi sebagian orang, detak jantung yang lambat atau kurang dari 60 detakan per menit tidak menimbulkan gejala atau tanda apapun, dan mungkin hal tersebut sudah sesuai dengan fungsi tubuhnya.

Namun untuk sebagian orang lainnya, memiliki detak jantung yang lemah adalah tanda dari masalah sistem listrik jantung.

Hal ini bisa diartikan bahwa alat pacu jantung alami yang dimiliki oleh tubuh tidak bekerja dengan baik, sehingga jantung sangat lambat dan tidak dapat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Dampak dari bradikardia yang parah, bisa menyebabkan kematian. Kelompok usia yang sudah memasuki 65 tahun atau lebih, cenderung memiliki detak jantung yang lemah atau lambat, oleh karena itu para lansia membutuhkan penanganan dan perawatan yang khusus.

Berapa seharusnya detak jantung yang normal?

Detak jantung setiap orang mungkin berbeda-beda, apalagi jika dibandingkan dengan kelompok usia atau aktivitas fisik yang dilakukan. Berikut adalah jumlah detak jantung normal tergantung dengan usia:

  • Untuk orang dewasa, pada keadaan istirahat memiliki detak jantung yang normal yaitu 60 hingga 100 detakan per menit.
  • Atlet atau pada kelompok orang yang sedang menjalani pengobatan tertentu, mungkin memiliki detak jantung yang lebih rendah.
  • Detak jantung normal pada anak-anak 1 hingga 8 tahun yaitu 80 hingga 100 detakan per menit
  • Pada bayi yang berusia 11 sampai 12 bulan, detak jantung yang normal adalah 100 hingga 120 detakan per menit.
  • Bayi yang baru lahir, atau kurang dari 1 bulan biasanya memiliki detak jantung sekitar 120 sampai 160 detakan per menit.

Apa yang menyebabkan bradikardia terjadi?

Detak jantung yang lemah bisa disebut dengan bradikardia. Bradikardia, atau detak jantung yang lemah diakibatkan oleh berbagai hal, yaitu:

  • Penuaan, seseorang yang telah memasuki masa lanjut usia
  • Penyakit atau gangguan fungsi tubuh yang merusak fungsi jantung, seperti, penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan infeksi pada otot atau selaput jantung
  • Kondisi yang menurunkan tingkat impuls elektrik jantung, contohnya kondisi hipotirodisme dan ketidakseimbangan elektrolit seperti potasium dalam darah
  • Beberapa jenis obat yang menyebabkan penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi

Selain detak jantung lemah, apa lagi yang akan dirasakan jika mengalami bradikardia?

Bradikardia menyebabkan tidak cukupnya darah terdistribusi dengan baik ke seluruh tubuh, karena itu dapat menimbulkan berbagai gejala seperti:

  • Merasa pusing
  • Napas terasa pendek dan susah untuk beraktivitas
  • Merasa sangat lelah
  • Nyeri pada dada dan timbul rasa jantung seperti berdebar-debar.
  • Merasa susah untuk fokus dan hilang konsentrasi
  • Pada kasus yang parah, serangan jantung bisa terjadi.

Bagaimana cara mengetahui jika detak jantung mulai lemah?

Anda sebenarnya bisa menghitung dan merasakan sendiri detak jantung Anda. Cek detak jantung dengan merasakan denyut nadi di pergelangan tangan atau di leher menggunakan 2 jari. Rasakan denyut nadi yang berdetak. Ketika Anda sudah bisa merasakan denyut nadi, kemudian hitung denyutan selama 15 detik. Lalu hasil denyutan yang Anda hitung dikalikan dengan angka 4 dan Anda sudah mendapatkan detak jantung Anda per menit.

Atau, jika Anda sudah sering merasakan gejala-gejala yang disebutkan sebelumnya, maka lebih baik untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan mendiagnosis pasien yang mungkin mengalami bradikardia dengan menggunakan alat elektrokardiogram (EKG). Elektrokardiogram merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur sinyal listrik yang mengatur ritme serta detak jantung dalam tubuh.

Apa yang terjadi jika bradikardia tidak ditangani dengan baik?

Bradikardia yang terjadi sangat parah bisa menyebabkan beberapa hal berikut:

Bagaimana cara mengobati bradikardia?

Cara menangani bradikardia tergantung dengan apa yang menyebabkan bradikardia, atau tergantung pada gejala yang ditimbulkan.

Jika detak jantung lemah alias bradikardia tidak menimbulkan gejala yang membahayakan, maka biasanya dokter tidak melakukan tindakan medis apapun. Tujuan dari pengobatan yang dilakukan pada orang yang mengalami bradikardia adalah untuk meningkatkan ritme jantung agar darah teraliri dengan baik ke seluruh tubuh.

Apa yang bisa dilakukan jika bradikardia terjadi di rumah?

Pada kebanyakan kasus, bradikardia merupakan hasil dari gangguan atau masalah pada jantung. Oleh karena itu, yang harus dilakukan adalah melakukan berbagai hal yang menjaga kesehatan jantung, seperti:

  • Menerapkan pola makan yang sehat, memperbanyak sumber serat dan membatasi sumber lemak, terutama lemak jenuh dan lemak trans.
  • Melakukan olahraga dan beraktivitas setiap hari, setidaknya 30 menit dalam sehari.
  • Tidak merokok
  • Menurunkan berat badan jika memang berat badan Anda berlebihan.
  • Mengontrol gangguan kesehatan lainnya seperti hipertensi atau kadar kolesterol naik.

BACA JUGA

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit