Berapa Lama Seseorang Mampu Bertahan Hidup dengan Alat Pacu Jantung?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika irama jantung bermasalah dan berisiko mengancam jiwa, dokter biasanya akan segera “mengejutkan” organ pasien tersebut dengan sebuah alat pacu jantung. Ya, alat medis yang satu ini berfungsi untuk membantu mengendalikan detak jantung pasien supaya tetap normal. Memangnya, berapa lama, sih, seseorang bisa bertahan hidup dengan alat yang satu ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Sekilas tentang alat pacu jantung

alat pacu jantung

Alat pacu jantung, atau yang juga disebut dengan defibrilator, adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengatasi gangguan irama jantung dalam kondisi darurat. Alat ini akan ditempelkan pada dada pasien untuk mengirimkan kejutan berupa aliran listrik ke jantung. Nah, aliran listrik itulah yang akan merangsang otot-otot jantung yang semula terganggu bisa kembali bekerja dengan normal.

Namun, tidak semua orang membutuhkan defibrilator. Alat ini biasanya digunakan untuk orang yang memiliki irama detak jantung yang tidak teratur (aritmia). Entah itu terlalu cepat (takikardia) atau justru terlalu lambat (bradikardia).

Berapa lama seseorang bisa hidup dengan bantuan alat pacu jantung?

detak jantung tidak normal

Ketahanan alat pacu jantung di dalam tubuh pasien tergantung dari beberapa faktor. Mulai dari tingkat keparahan gangguan irama jantung dan kebutuhan masing-masing pasien. Lalu, yang jadi pertanyaan selanjutnya, sebenarnya seberapa lama alat pacu jantung bisa meningkatkan harapan hidup seseorang?

Dilansir dari Science Daily, sebagian besar pasien dengan kardiomiopati iskemik dan kardiomiopati dilatasi dapat bertahan hidup lebih dari 7 tahun dengan bantuan alat pacu jantung. Bahkan, orang yang dengan penyakit jantung bawaan pun bisa bertahan hidup hingga 10 tahun dengan alat yang sama.

Pada pasien dengan kardiomiopati iskemik, bilik kiri jantung mengalami kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, kondisi jantung pasien dengan kardiomiopati dilatasi cenderung melemah dan membesar. Akibatnya, kedua penyakit tersebut membuat jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh.

Menurut Robert Hauser, MD, seorang ahli jantung dari Minneapolis Heart Institute, Amerika Serikat, kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kematian jantung mendadak dan gagal jantung. Oleh karena itulah dibutuhkan bantuan alat pacu jantung implan untuk membantu meningkatkan aliran darah ke jantung dan seluruh tubuh.

Yang harus diperhatikan saat menggunakan alat pacu jantung

penyakit jantung boleh puasa

Sebelum memasang defibrilator, pastikan Anda sudah mengantongi izin dari dokter spesialis jantung Anda terlebih dahulu. Dokter akan melihat riwayat kesehatan Anda dan mengukur seberapa besar Anda membutuhkan pacu jantung.

Setelah operasi tanam alat pacu jantung ini berhasil, selalu ikuti semua anjuran dokter spesialis jantung mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan. Ini bertujuan untuk mencegah efek samping dan risiko yang mungkin terjadi pada tubuh Anda setelah memasang defibrilator.

Kabar baiknya, defibrilator yang ditanam di dalam tubuh dapat bertahan cukup lama dan tidak mudah rusak karena hal-hal kecil. Sekalipun misalnya terdapat trauma kecil pada dada yang letaknya di atas lokasi defibrilator.

Akan tetapi, ketahanan alat pacu jantung Anda bisa terganggu jika Anda mengalami trauma yang cukup berat atau patah tulang. Itulah sebabnya, Anda dianjurkan untuk menghindari olahraga yang terlalu berat setelah memasang alat pacu jantung.

Hindari juga gerakan-gerakan yang dapat memicu kontraksi jantung terlalu kuat. Contohnya menggergaji kayu atau mengaduk semen yang melibatkan otot-otot di sekitar defibrilator.

Tenang, Anda masih boleh berolahraga, kok, selama intensitasnya ringan. Misalnya dengan berjalan kaki atau sekadar peregangan singkat. Bila dilakukan secara hati-hati, hal ini dapat membantu melancarkan aliran darah ke jantung dan mengurangi keparahan penyakit jantung yang Anda alami.

Yang tak kalah penting, pastikan juga untuk selalu minum obat secara rutin sesuai dengan anjuran dokter. Semua cara ini bisa membantu mengoptimalkan penggunaan alat pacu jantung dan menjaga kesehatan jantung Anda ke depannya.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit