4 Cara Agar Tidak Lemas Akibat Muntah-muntah Saat DBD

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gigitan nyamuk Aedes aegypti  yang membawa virus demam berdarah dengue (DBD) dapat datang kapan saja. Setelah tergigit oeh nyamuk pembaw virus, biasanya gejala pertama akan segera muncul. 

Ketika sudah terdiagnosis oleh dokter, pengidap DBD perlu segera mendapat perawatan dengan tujuan untuk meringankan gejala. Di antara beberapa gejala demam berdarah, mual dan muntah mungkin akan dirasakan pengidap demam berdarah. Gejala ini dapat dengan mudah mengakibatkan Anda merasa lemas atau lesu karena tubuh cepat kehilangan cairan. 

Lalu apakah ada cara yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah lemas karena muntah?

Mengatasi badan yang lemas akibat gejala demam berdarah

Mual dan muntah merupakan salah satu dari gejala dari (DBD). Ketika mual, Anda jadi malas makan bahkan kesulitan untuk mengonsumsi makanan tertentu. Padahal tubuh membutuhkan asupan nutrisi untuk membantu proses pemulihan. 

Parahnya lagi, muntah yang terlalu sering membuat pasien DBD lebih rentan kehilangan cairan. Kedua hal tersebut berakibat pada tubuh yang lemas.

Pengidap demam berdarah dapat melakukan beberapa hal berikut agar tubuh tidak lemas karena mual dan muntah.

1. Perbanyak istirahat

Terkadang mual dapat terasa lebih parah ketika tubuh banyak bergerak. Sebagian besar pengidap DBD memang akan lebih banyak istirahat dan salah satu manfaatnya adalah untuk mengurangi rasa mual.

2.  Minum cairan lebih banyak

Untuk memastikan tubuh memiliki kadar cairan yang cukup, minum 9 hingga 10 gelas air putih setiap hari. 

Ketika kekurangan cairan saat demam berdarah, Anda rentan mengalami dehidrasi yang ditandai dengan gejala seperti merasa lemas atau lesu. Oleh karena itu, mengonsumsi cairan penting agar tubuh tidak lemas saat DBD.

Jika Anda tidak begitu suka minum air putih, Anda bisa selingi dengan minum jus buah. Selain memenuhi kebutuhaan cairan harian, jus buah juga mengandung banyak vitamin. 

Salah satu jus buah yang bisa Anda minum adalah jus jambu biji. Pasalnya, sari buah ini mengandung vitamin C tinggi, bahkan hingga empat kali ipat lebih banyak dibanding jus jeruk. 

Kandungan vitamin C tinggi dapat meningkatkan sistem imun Anda dan membuat tubuh cepat pulih. 

3. Makan dalam porsi kecil

Bagi jam makan menjadi 6-8 kali sehari dalam porsi yang lebih kecil daripada 3 kali makan dengan porsi normal. 

Ketika mengalami gejala demam berdarah muntah, seringkali pasien menolak untuk makan karena makanan akan kembali keluar akibat sering muntah. Oleh karena itu, segera berikan makanan dalam porsi kecil setiap kali selesai muntah agar tubuh tetap mendapat asupan nutrisi.

4. Hindari makanan dengan rasa yang kuat

Makanan yang cenderung tawar lebih baik diberikan pada pasien DBD yang sedang mengalami gejala demam berdarah muntah. Konsumsi makanan yang tidak akan menyebabkan mual. Makanan yang dimaksud contohnya seperti:

  • Roti panggang
  • Ayam dan ikan kukus
  • Kentang
  • Nasi

Lalu pilih juga makanan yang memiliki kandungan air tinggi, seperti sup ayam. Jangan lupakan jus buah yang sama-sama dapat membantu menambah asupan nutrisi.

Gejala demam berdarah muntah paling sering terjadi

Sebuah penelitian menunjukan bahwa muntah merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada pengidap DBD. Dari 79 pasien yang menjadi bahan penelitian, muntah menjadi gejala yang memiliki persentase paling tinggi yaitu 44,56 persen.

Untuk meringankan gejala demam berdarah terutama rasa mual dan muntah, hindari beberapa jenis makanan ini:

  • Makanan olahan dan yang berlemak, seperti donat, sosis, makanan cepat saji, dan makanan kaleng.
  • Makanan dengan bau yang kuat
  • Kafein seperti pada kopi dan minuman ringan
  • Makanan pedas

Mual dan muntah merupakan bagian dari gejala demam berdarah yang tidak bisa dianggap sepele. Pengidap DBD sering mengalami kesulitan untuk makan akibat gejala tersebut. Hal ini juga berdampak pada tubuh yang lemas dan dapat mengakibatkan kekurangan nutrisi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah komplikasi di trimester pertama kehamilan yang menyebabkan mual dan muntah amat parah. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 3 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Morning Sickness: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Morning sickness atau emesis gravidarum adalah rasa mual yang muncul pada wanita hamil terutama di pagi hari. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Penyebab Mabuk Perjalanan dan Cara Mengatasinya

Suka mabuk perjalanan saat berpergian? Tenang, ini adalah reaksi tubuh yang normal. Simak apa penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Nefritis Interstisial

Nefritis interstisial adalah infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan di ruang sekitar sekelompok jaringan dalam ginjal.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala demam

Jangan Disepelekan, 3 Gejala Demam Ini Perlu Perawatan Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
ingin muntah saat cemas hingga batuk

Mual Sampai Ingin Muntah Saat Cemas dan Panik? Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit