5 Ventilator Buatan Anak Bangsa yang Jadi Solusi Penanganan COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pada masa pandemi COVID-19, kebutuhan ventilator di Indonesia meningkat. Hanya saja, ventilator yang dimiliki Indonesia bergantung pada pengadaan impor, sedangkan pasokan dari luar negeri juga sedang diburu negara lain yang membuat harganya semakin mahal.

Kondisi ini mendorong anak bangsa untuk berinovasi. Mereka coba merancang dan mengembangkan ventilator lokal. Dalam waktu lebih kurang 3 bulan, Indonesia sudah punya 5 ventilator buatan anak bangsa yang lolos uji dan siap diproduksi.

Indonesia kekurangan ventilator untuk penanganan COVID-19

ventilator covid-19 indonesia

Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengatakan sebagian pasien COVID-19 hanya menimbulkan gejala ringan. Namun, bagi sebagian lainnya infeksi ini bisa menyebabkan kerusakan paru dan gangguan pernapasan parah.

Bagi pasien yang memiliki gejala parah, ventilator bisa menyelamatkan nyawa mereka. Terutama pasien yang memiliki penyakit penyerta atau yang sudah berusia lanjut. 

Ventilator adalah mesin yang membantu pasien bernafas. Ketika pasien membutuhkan bantuan ventilator untuk bernafas, dokter akan melakukan intubasi, yakni memasukkan semacam selang (tabung endotrakeal) dari mulut ke tenggorokan.

Kemudian selang tersebut akan dihubungkan ke ventilator. Ventilator akan mengatur proses menarik dan menghembuskan napas pada pasien. Mesin ini akan memompa udara dan menyalurkan oksigen ke paru-paru pasien.

Ventilator adalah mesin yang pembuatannya tidak bisa dilakukan dengan cepat. Saat ini ventilator sangat dibutuhkan di seluruh dunia dan ketersediaannya sangat terbatas. 

Belum ada data terbuka mengenai ketersediaan ventilator di Indonesia saat ini, khususnya untuk penanganan pasien COVID-19. 

Dari data yang dihimpun Katadata, tercatat ketersediaan ventilator di Indonesia baru sebanyak 8,4 ribu unit per Maret 2020. Sementara itu, Gugus Tugas COVID-19 memproyeksikan kebutuhan ventilator untuk penanganan COVID-19 di Indonesia mencapai 29,9 ribu unit. 

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

Ragam ventilator buatan anak bangsa

ventilator untuk covid-19 indonesia

Selama ini ventilator yang dimiliki Indonesia bergantung pada produk impor. Sedangkan pasokan dari luar negeri saat ini juga sedang diburu semua negara, membuat harganya semakin tinggi.

Anak bangsa terdoronguntuk berinovasi dengan merancang dan mengembangkan ventilator lokal. Dalam waktu sekitar 3 bulan, Indonesia sudah punya 5 ventilator buatan anak bangsa yang lolos uji dan siap diproduksi. 

“Bayangkan, riset dan inovasi yang biasanya di proposal dilakukan minimal dalam satu tahun anggaran, ini hanya dalam hitungan tiga bulan, sudah menghasilkan produk-produk inovasi yang berkualitas, luar biasa dan sangat dibutuhkan bangsa Indonesia, yang pada saat yang sama, bangsa lain juga sedang berlomba-lomba membuatnya,” kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Sabtu (20/6).

Virus Corona Menyebar di Permukaan Benda Rumah Sakit dalam 10 Jam

Berikut 5 ventilator buatan anak bangsa yang sudah lulus uji dan mendapatkan sertifikasi dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

1. COVENT-20, ventilator buatan Universitas Indonesia untuk penanganan COVID-19

ventilator buatan universitas indonesia anak bangsa covid-19
Dok. Universitas Indonesia

COVENT-20 adalah ventilator hasil kolaborasi peneliti Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik. Ini adalah jenis Ventilator Transport Lokal yang mudah dibawa dan bisa digunakan dalam keadaan darurat.

Ventilator ini memiliki dua kegunaan, yakni mode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan Continuous Mandatory Ventilation (CMV). 

Mode CPAP dioperasikan pada pasien yang masih sadar untuk membantu membawa oksigen ke paru-paru dan mengurangi kebutuhan untuk dirawat di ruang intensif ICU. Mode CMV dioperasikan pada pasien tidak sadar untuk memberikan dukungan pernapasan penuh (mengambil alih fungsi pernafasan pasien).

Saat menjalani tahap uji coba, UI bekerjasama dengan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II Jurusan Teknik Elektromedik, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta.

COVENT-20 telah lulus uji klinis manusia pada 15 Juni 2020 lalu dan siap diproduksi secara masal. Untuk tahap awal, Universitas Indonesia berencana memproduksi 300 unit ventilator COVENT-20 untuk didistribusikan ke rumah sakit rujukan COVID-19.

2. Vent-I, ventilator buatan ITB

Ventilator Vent-I adalah hasil kerjasama Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Yayasan Pembina Masjid Salman ITB. 

Vent-I merupakan ventilator yang memiliki fungsi utama CPAP yakni alat bantu pernapasan bagi pasien yang masih sadar dan dapat bernapas sendiri, bukan diperuntukkan bagi pasien ICU.

Ventilator ini telah dinyatakan lolos uji pada 21 April 2020 dan siap untuk diproduksi untuk dibagikan gratis ke rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia. Total target produksi ventilator antara 800-900 unit. 

Produksi Vent-I dilakukan bekerjasama dengan perusahaan industri pesawat terbang PT. Dirgantara Indonesia.

face shield covid-19

3. Alat terapi oksigen GERLIP HFNC-01

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia bekerjasama dengan PT. Gerlink Utama Mandiri berhasil mengembangkan alat terapi oksigen beraliran tinggi atau high flow nasal cannula/HFNC. 

“Alat ini (HFNC) untuk pasien COVID-19 pada tahap awal jika pasien masih dalam kondisi dapat bernafas sendiri. Alat ini mencegah pasien tidak sampai gagal nafas dan tidak harus diintubasi menggunakan ventilator invasif,” jelas Ketua Kelompok Penelitian Otomasi Industri Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (Telimek) LIPI Hendri Maja Saputra.

GLP HFNC-01 sudah lulus uji dan mengantongi izin edar alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan dari 17 Juni 2020.

4. BPPT3S-LEN, ventilator buatan BPPT

BPPT membuat alat bantu pernapasan gawat darurat (emergency) berbasis Ambu-Bag (kantong udara) dan CAM yang diberi nama BPPT3S-LEN. Mesin ini adalah hasil kolaborasi dengan PT. LEN Industri, yakni perusahaan peralatan elektronik industri milik pemerintah.

5. DHARCOV-23S, ventilator buatan BPPT

BPPT juga membuat ventilator jenis lain yang dinamai DHARCOV23S. Ini adalah ventilator dengan mode operasi Continuous Mandatory Ventilation (CMV) berbasis pneumatik. Yakni ventilator berguna pada pasien tidak sadar untuk memberikan dukungan pernapasan penuh. 

DHARCOV23S inovasi hasil kerjasama BPPT dengan PT. Dharma Precision Tools, perusahaan yang memproduksi berbagai jenis alat pemotong.

Target produksi DHARCOV-23S sebanyak 200 unit yang akan diselesaikan hingga akhir bulan Juni 2020.  Harga kelima ventilator buatan anak bangsa ini dipastikan lebih rendah dari harga ventilator impor. Harga jualnya berkisar Rp 10 sampai 100 juta.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Pemerintah Indonesia mulai melakukan vaksinasi COVID-19 tahap 2 pada kelompok lansia dan petugas layanan publik. Bagaimana pelaksanaannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kopi untuk diabetes

Potensi Manfaat Kopi pada Penderita Prediabetes dan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit