Tes Swab Uji COVID-19 Bisa Dilakukan Sendiri, Apa Maksudnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Bagi beberapa orang, tes swab untuk mendeteksi COVID-19 terasa lebih sakit ketika orang lain yang memasukkan alat pemeriksaan ke tenggorokan mereka. Hal ini membuat sebagian masyarakat, terutama di Amerika Serikat, coba melakukan tes swab COVID-19 secara mandiri. Lantas, apakah pemeriksaan mandiri ini akurat?

Tes swab COVID-19 mandiri dinilai lebih aman

Sumber: Health.mil

Umumnya, pengujian COVID-19 menyebabkan sensasi geli yang tidak menyenangkan bagi kebanyakan orang. Hal ini dikarenakan tenaga kesehatan akan memasukkan alat swab ke dalam lubang hidung yang tentu dapat menimbulkan rasa sakit. 

Rasa sakit tersebut membuat sebagian masyarakat di beberapa negara mengambil sampel tes swab COVID-19 secara mandiri. Artinya, masyarakat dapat menyeka bagian hidung mereka sendiri dan menyerahkannya ke petugas kesehatan terdekat. 

Metode ini ternyata disebut lebih efektif dan sama akuratnya dengan sampel yang dikumpulkan oleh tenaga kesehatan. Hal tersebut dibuktikan lewat penelitian terbatas yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association

Studi yang dilakukan oleh Stanford University School of Medicine ini diikuti oleh 30 peserta yang sebelumnya didiagnosis positif COVID-19. Awalnya, peneliti menghubungi para peserta lewat telepon dan memberi mereka instruksi secara tertulis dan video bagaimana melakukan tes swab mandiri. 

test swab mandiri
Sumber: CDC

Kemudian, peserta diminta kembali ke rumah sakit untuk melakukan tes drive-thru alias pemeriksaan di mobil masing-masing. Pada saat melakukan kunjungan, peserta mencoba mengumpulkan spesimen tanpa dibantu oleh petugas kesehatan. Mulai dari usap hidung hingga memasukkan alat ke bagian belakang tenggorokan. 

Lalu, tes swab juga kembali dilakukan, tetapi kali ini dibantu oleh petugas kesehatan. Ketiga sampel yang dikumpulkan akhirnya diuji untuk melihat apakah ada virus COVID-19 di tubuhnya.

Hasilnya, dari 29 dari 30 peserta menerima hasil yang sama pada tiga sampel, baik positif atau negatif. 11 peserta didiagnosis positif dan 18 lainnya negatif. Ada satu peserta yang menerima hasil yang berbeda pada ketiga sampel, yaitu satu positif lewat drive-thru dan dua lainnya negatif. 

Jika dilihat dari gejalanya, 23 peserta melaporkan bahwa mereka pertama kali mengalami gejala COVID-19 empat hingga 37 hari sebelum melakukan tes drive-thru. 12 peserta diantaranya kembali lagi dan tujuh dari mereka dinyatakan positif. 

Maka itu, para peneliti juga tertarik mengetahui berapa lama orang yang didiagnosis positif lewat tes swab mandiri ini ketika pertama kali mengalami gejala COVID-19. 

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Kelebihan tes swab COVID-19 mandiri

tes swab sakit

Selain lebih efektif dan sama akuratnya dengan pengujian yang dibantu oleh petugas kesehatan, tes swab COVID-19 mandiri memiliki kelebihan lainnya. Alat pengumpulan sampel dapat didistribusikan secara luas, sehingga memungkinkan lebih banyak pengujian dilakukan. 

Masyarakat yang melakukan tes swab mandiri tidak perlu datang ke rumah sakit atau lokasi pemeriksaan. Hal ini dapat menurunkan risiko penularan virus ke petugas kesehatan atau orang lain yang berkontak dengan mereka. 

Selain itu, tes swab mandiri juga menghemat persediaan alat pelindung diri (APD) yang digunakan tenaga kesehatan. Bahkan, cara ini juga memungkinkan lebih banyak orang mengirimkan sampelnya karena mereka tidak lagi khawatir tertular virus ketika datang ke lokasi. 

Maka itu, peneliti mulai mempertimbangkan apakah tes swab mandiri ini bisa dilakukan pada masyarakat luas. Pasalnya, ada kebutuhan yang cukup mendesak dalam meningkatkan kapasitas pengujian virus agar dapat memperlambat penyebaran COVID-19. 

Walaupun demikian, temuan awal ini cukup terbatas mengingat peserta dan sampelnya masih dalam ruang lingkup yang kecil. Peneliti masih memerlukan studi lebih lanjut dengan uji klinis yang lebih beragam agar dapat diterapkan di semua tempat.

Beijing Adakan Tes Asam Nukleat Usai Muncul Kasus Baru COVID-19, Ini Fungsinya

Pertimbangan tes swab sendiri

vaksin covid-19 indonesia

Tes swab COVID-19 mandiri memang menawarkan keunggulan. Namun, tidak menutup kemungkinan metode ini justru dapat menimbulkan masalah ketika tidak dilakukan dengan benar. 

Oleh karena itu ada beberapa pertimbangan yang perlu dipikirkan ketika menjalani tes swab mandiri, seperti:

  • tes swab mandiri dinilai kurang maksimal dibandingkan swab saluran atas
  • cara penyimpanan saat sampel dikumpulkan bisa memengaruhi hasil
  • harus dilakukan dengan instruksi dari tenaga kesehatan
  • petugas laboratorium harus mengidentifikasi sampel dua kali
  • banyak negara yang belum menyetujui metode self-swab test

Tes swab COVID-19 mandiri mungkin akan menimbulkan kontroversial karena beberapa orang mungkin kesulitan membaca instruksi medis yang diberikan. Tantangan tersebut juga memengaruhi hasil akhir dari pengujian sampel

Maka dari itu, pemerintah di negara yang sudah memperbolehkan metode ini menganjurkan agar pengumpulan sampel tetap harus diamati oleh staf yang terlatih.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit