Penyebab Kencan Online Selama Pandemi Begitu Diminati

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Sebelum masa karantina di rumah dimulai, penggunaan aplikasi kencan online sudah sangat digemari di kalangan orang dewasa. Terlebih lagi, ketika masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah dan menjauhi keramaian, mereka pun ‘melarikan’ diri ke aplikasi tersebut. Apa yang membuat kencan online selama pandemi COVID-19 begitu diminati?

Fenomena kencan online selama pandemi COVID-19

Aplikasi kencan online

Imbauan physical distancing untuk seluruh masyarakat di dunia demi menekan angka penyebaran virus COVID-19 mencegah para single mencari pujaan hatinya dengan cara kuno. Bertemu di restoran hingga mengajak orang asing berkenalan di jalan adalah hal-hal yang tidak dapat dilakukan selama physical distancing dan karantina di rumah berlangsung. 

Awalnya mungkin beberapa orang merasa tidak nyaman menggunakan aplikasi kencan online. Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi yang semakin maju, fenomena ini kini sudah menjamur dan diterima di masyarakat. 

Walaupun ada beberapa dari mereka yang masih ragu, penggunaan aplikasi kencan online pun terus meningkat terutama selama pandemi ini. 

Dilansir dari Psychology Today, setiap orang memiliki tujuan yang berbeda ketika memakai aplikasi kencan online. Tidak sedikit orang yang hanya ingin merasa terhubung dengan orang lain, sementara sisanya melihat sebagai kesempatan untuk mencari jodoh. 

Akan tetapi, tentu akan ada isu yang muncul ketika menggunakan aplikasi ini selama pandemi berlangsung. Bagaimana caranya mempertahankan koneksi tersebut meskipun tidak ada pertemuan fisik atau face to face selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. 

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,024,298

Confirmed

831,330

Recovered

28,855

Death
Distribution Map

Pandemi COVID-19 tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental yang ternyata mengubah dunia kencan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dorongan untuk bertemu cukup besar untuk menguji ikatan emosional dan batin Anda dan calon pasangan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu hal tersebut bukan menjadi kekuatan utama lagi.

Sebagai contoh, Anda mungkin bisa bertemu seseorang pada malam hari di tempat kerja atau tempat makan. Bahkan, pertemuan bisa terjadi melalui perkenalan lewat teman atau anggota keluarga. 

Pertemuan fisik adalah salah satu upaya untuk mengobrol dan mempelajari seseorang, sehingga ketertarikan tersebut berkembang tidak hanya lewat apa yang mereka katakan. Mulai dari ekspresi, bahasa tubuh, hingga perilaku yang diperlihatkan saat tidak berbicara. 

Pada akhirnya, pertemuan tatap muka mau tak mau dikalahkan oleh aplikasi kencan online, terutama selama pandemi COVID-19 karena situasi yang tidak memungkinkan.

cara sehat karantina diri COVID-19

Kelebihan kencan online selama karantina

Seperti yang Anda ketahui bahwa menjalani karantina dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental. Maka itu, salah satu jalan keluar yang kebanyakan orang ambil adalah menggunakan aplikasi kencan online selama pandemi untuk sekadar mencari teman hingga memiliki hubungan serius. 

Ada beberapa kelebihan yang ditawarkan dari teknologi dalam dunia kencan ini yang mungkin bisa Anda pertimbangkan sebagai cara menghabiskan waktu ketika menjalani karantina. 

1. Selalu punya topik yang menarik

Salah satu kelebihan melakukan kencan online selama pandemi ini adalah Anda berdua selalu memiliki topik terhangat dan menarik, yaitu penyakit COVID-19 itu sendiri.

Berita tentang coronavirus adalah topik yang paling hangat karena semua orang terlibat dan mengalami kondisi yang sama. 

Pada saat situasi terbaru seperti ini, Anda mungkin dapat menemukan orang yang lebih terbuka untuk diajak berdiskusi. Dengan begitu, Anda lebih mudah untuk memulai percakapan karena memiliki minat yang sama. 

2. Membangun ikatan emosional terlebih dahulu

daftar bpjs kesehatan online

Selain selalu memiliki topik yang menarik, kencan online selama pandemi ternyata membuat orang-orang membangun ikatan emosional terlebih dahulu. Istilah dari mata turun ke hati mungkin masih berlaku, tetapi hal tersebut sebatas dunia virtual saja karena Anda tidak dapat bertemu langsung. 

Begini, kebanyakan orang ingin memiliki suatu hubungan dengan didasari oleh ikatan emosional yang kuat. Akan tetapi, tidak jarang hal tersebut terganggu oleh penampilan fisik seseorang yang sangat mungkin memengaruhi penilaian Anda terhadap orang tersebut. 

Oleh karena itu, pemakaian aplikasi kencan selama pandemi ini memberikan kesempatan bagi orang untuk mengembangkan ikatan emosional meskipun belum dapat bertemu. 

Tips Merawat Hubungan Selama Physical dan Social Distancing dengan Pasangan

3. Tidak terlalu terganggu oleh kesibukan

Salah satu tantangan ketika akan bertemu orang yang dikenal lewat aplikasi kencan adalah kesulitan mencocokkan waktu dan jadwal. Anda atau orang tersebut mungkin tenggelam dalam kesibukan dan kewajiban lainnya hingga sulit menentukan kapan waktu bertemu. 

Sementara itu, kencan online selama pandemi hanya membutuhkan jadwal dan waktu untuk berbicara yang mungkin mengurangi tekanan saat kencan pertama. 

Bagi beberapa orang situasi ini juga memberikan mereka kesempatan untuk melimpahi lawan bicaranya dengan perhatian. Lewat video call dan panggilan telepon ternyata dianggap lebih efektif dalam membangun koneksi yang lebih dalam. 

4. Mengutamakan kualitas

harus ldr

Pernahkah Anda melihat teman atau saudara yang menggunakan aplikasi kencan terhubung oleh banyak orang dalam waktu yang berdekatan? Kondisi tersebut ternyata tidak jarang membuat mereka kewalahan menanggapi orang-orang yang mereka ajak bicara. 

Di sisi lain, kencan online selama pandemi COVID-19 ternyata mengedepankan kualitas dibandingkan jumlah orang yang Anda ajak bicara. Hal ini mungkin disebabkan oleh berkurangnya ‘gangguan’ dan rutinitas harian di luar rumah. 

Maka itu, tidak sedikit orang yang mungkin merasa mendekati orang dengan cara yang lebih bijaksana dibandingkan fokus berbicara dengan beberapa orang dalam waktu yang sama.

Pasalnya, kondisi saat ini menyulitkan Anda dan orang lain untuk bertemu di kehidupan nyata, sehingga lebih baik tidak menghabiskan energi di beberapa orang.

Dengan begitu, Anda juga menghemat waktu untuk bertemu orang yang mungkin tidak cocok atau tidak berbagi nilai yang sama.

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Bagi Anda yang belum memiliki pasangan dan merasa tidak memiliki teman untuk diajak berbicara, mungkin sudah saatnya untuk mencoba aplikasi kencan online selama pandemi ini.

Tidak ada yang tahu bukan Anda mendapatkan apa yang seseorang yang diinginkan dan ketika situasinya sudah membaik dapat bertemu dengannya?

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Beberapa dokter menemukan kasus pasien COVID-19 mengalami gejala psikotik akut seperti delusi penganiayaan, melakukan perencanaan pembunuhan, dan lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Meski belum terbukti ampuh mencegah COVID-19, jamu dan obat tradisional dapat membantu meningkatkan imun tubuh di masa pandemi. Apa saja contohnya?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Pengobatan Herbal dan Alternatif 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China sedang diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Bagaimana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksinasi covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
vitamin pasien covid-19

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
posesif

Anda Punya Sifat Posesif? Ini Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit