Ada Rencana Berenang Saat Pandemi COVID-19? Begini Risiko Penularannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Musim kemarau telah tiba dan keinginan untuk berenang di kolam renang maupun pantai pun meningkat. Namun, masyarakat, termasuk para orangtua, tentu merasa khawatir apakah berenang di kolam saat pandemi COVID-19 aman atau tidak. Berikut ini beberapa informasi sebagai bahan pertimbangan berenang ketika pandemi. 

Pertimbangan berenang saat pandemi COVID-19

ruam kulit akibat klorin

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa penyebaran COVID-19 bisa terjadi di air di kolam renang dan jenis kolam lainnya.

Hal tersebut dikarenakan biasanya kolam renang telah dicampur dengan disinfektan untuk membersihkan air, seperti klorin dan bromin yang disebut dapat membunuh virus.

Walaupun demikian, risiko penularan COVID-19 ketika berada di kolam, danau, dan pantai masih ada. Salah satu pertimbangannya adalah kontak dekat yang terjadi ketika berada di air atau di luar kolam renang. 

Menurut dr. Daniel Pastula, ahli penyakit menular di UC Health, berenang saat pandemi COVID-19 berisiko tinggi ketika tidak menjaga jarak dari orang lain. Intinya, risiko penyebaran virus tidak terjadi di air, melainkan saat berkerumun. Terlebih lagi, Anda mungkin akan lebih sulit memakai masker dalam keadaan basah kuyup. 

Selain itu, Anda juga perlu melihat apakah pemerintah telah mengizinkan kolam renang umum dibuka kembali. Jika diperbolehkan dan Anda tetap ingin berenang di tengah pandemi, jangan lupa untuk mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan agar lebih aman. 

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Klorin dapat membunuh virus di air, tetapi…

gaya renang aman untuk lansai

Salah satu pertimbangan berenang saat COVID-19 adalah sebagian dari Anda mungkin merasa aman karena disinfektan membunuh virus di air. Secara teori sebenarnya beraktivitas di kolam renang ketika pandemi cukup aman jika Anda berenang sendirian. 

Walaupun demikian, tingkat risiko penularan virus akan meningkat ketika Anda bepergian ke kolam renang umum yang ramai. Pasalnya, Anda harus tetap berasumsi bahwa setiap orang sangat mungkin terkena COVID-19. 

Apa pun yang mereka sentuh mungkin akan terkontaminasi. Sementara itu, masuk dan keluar dari kolam tanpa menyentuh permukaan atau berinteraksi dengan orang lain akan lebih sulit.

Tidak ada yang dapat menjamin Anda tidak tertular virus ketika memegang kenop pintu, loker, dan permukaan lainnya yang disentuh orang lain. 

Menurut penelitian yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, virus COVID-19 dapat bertahan di permukaan keras, seperti plastik dan baja. Walaupun risiko penularan COVID-19 dari permukaan cukup rendah, permasalahannya adalah jumlah orang yang akan Anda temui di kolam renang. 

Penularan COVID-19 Bisa Terjadi Melalui Sentuhan Barang di Sekitar Anda

Lalu, tidak sedikit orang yang merasa kebal dari virus COVID-19. Penyangkalan tersebut akhirnya membuat mereka tetap melanjutkan aktivitas tanpa mengindahkan gejala yang muncul. Hal ini membuat tingkat risiko penularan virus lebih besar karena tidak waspada, termasuk di kolam renang. 

Lantas, apakah aman berenang di danau atau pantai?

berenang di laut

Apabila berenang di kolam renang umum masih memiliki risiko penularan COVID-19 yang perlu diwaspadai, bagaimana dengan berenang di danau atau pantai?

Pada dasarnya, berenang saat pandemi COVID-19 di danau seharusnya aman karena virus tidak dapat menyebar di air. Namun, masyarakat tetap perlu menjaga jarak dengan orang lain dan menjaga kebersihan tangan

Bagi yang ingin berkunjung ke pantai dan berenang di laut, Anda perlu meningkatkan kewaspadaan mengingat akan ada ombak yang dapat menenggelamkan seseorang.

Selain itu, masyarakat mungkin sudah diperbolehkan untuk mengunjungi pantai di beberapa daerah. Namun, pemerintah tetap meminta mereka untuk tidak berkerumun.

Beramai-ramai mendatangi pantai justru hanya akan meningkatkan risiko penularan virus. Pasalnya, ketika di dekat seseorang yang menunjukkan gejala COVID-19 atau tidak memiliki gejala sama sekali, ada kemungkinan Anda menghirup droplet (cipratan air liur) yang terkontaminasi. 

Maka dari itu, salah satu cara yang perlu dilakukan ketika bepergian adalah menggunakan masker demi mengurangi risiko penularan virus. Hal ini pun berlaku ketika Anda pergi ke pantai atau danau. 

Tips berenang di kolam umum saat pandemi COVID-19

penularan hiv di kolam

Apabila Anda masih tetap ingin pergi ke kolam umum dan pemerintah sudah memperbolehkan, berikut beberapa tips agar tetap aman saat berenang saat COVID-19.

  • Berfokus terhadap physical distancing dan kebersihan ketika di dekat air.
  • Berkunjung di jam-jam yang tidak ramai, awal atau pengujung hari.
  • Mengurangi menyentuh barang yang bukan milik diri sendiri.
  • Menggunakan disinfektan untuk membersihkan kursi dan meja.
  • Tidak berbagi sunscreen atau barang lainnya dengan orang lain.

Berenang kala pandemi COVID-19 sebenarnya cukup aman jika Anda melakukannya di kolam renang milik sendiri atau kolam yang tidak dikunjungi banyak orang.

Dengan begitu, Anda dapat menjaga jarak dari orang lain setidaknya 2-3 meter. Hal ini dilakukan demi mengurangi risiko penularan yang dapat terjadi lewat permukaan dan barang yang terkontaminasi. 

Apabila Anda merasa khawatir, sebaiknya tidak perlu memaksakan diri. Namun, jangan lupa untuk berolahraga meskipun hanya di rumah agar tubuh tetap sehat dan bugar menghadapi pandemi COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit