Bolehkah Orang dengan Penyakit Batu Empedu Berolahraga?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Olahraga memang menyehatkan membuat tubuh Anda tetap bugar. Namun, pada orang dengan kondisi tertentu ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan olahraga, termasuk penyakit batu empedu. Sebenarnya, apakah rutin olahraga merupakan anjuran yang baik untuk orang dengan batu empedu? Jika boleh, apa saja yang harus diperhatikan? Simak ulasannya berikut ini.

Olahraga baik untuk cegah penyakit batu empedu

Dilansir dari Everyday Health, sebuah studi yang diterbitkan pada Journal of Physical Activity and Health tahun 2016 menunjukkan potensi rutin olahraga untuk mencegah risiko seseorang terkena penyakit batu empedu. Potensi ini paling tampak terlihat pada olahraga yang bisa yang berpengaruh besar pada berat badan.

Kantong empedu adalah organ yang terletak di antara hati dan usus dua belas jari. Fungsinya, untuk menyimpan cairan empedu yang diproduksi oleh hati. Nantinya, cairan tersebut akan dilepaskan ke dalam usus saat Anda makan untuk membantu mencerna makanan. Cairan empedu memiliki garam yang dapat memecah lemak.

Sebaliknya, jika Anda jarang olahraga, memiliki berat badan berlebih, dan suka mengonsumsi makanan berlemak, berbagai masalah pada empedu bisa terjadi. Misalnya, hipomotilitas kantong empedu (gerakan kantong empedu jadi tidak aktif), stastis empedu (cairan empedu tidak dapat mengalir normal), atau terbentuknya batuan kolesterol pada empedu (batu empedu).

Bolehkah pengidap batu empedu untuk olahraga?

setelah melahirkan caesar

Penelitian yang diterbitkan pada New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa bersepeda, senam, jogging, berenang, tenis, dan jalan santai maupun jalan cepat merupakan bentuk latihan fisik yang paling baik untuk mengurangi risiko masalah pada kantong empedu. Hasilnya sangat baik jika olahraga dilakukan secara rutin dengan intensitas sedang atau sesuai kemampuan tubuh.

Batuan pada empedu terbentuk dari kolesterol yang bertumpuk akan mengkristal. Beberapa orang memiliki satu atau dua batu, tapi biasanya tidak menimbulkan gejala (batu empedu asimptomatik). Sementara bila batu sudah menyebabkan penyumbatan, gejala yang akan muncul, meliputi:

  • Nyeri pada perut bagian kanan atas
  • Nyeri bahu sebelah kanan
  • Mual atau muntah

Lalu, amankah olahraga untuk orang yang memiliki batu empedu? Dilansir dari Live Strongorang dengan batu empedu asimptomatik boleh menjalankan rutinitas olahraga secara rutin untuk menurunkan berat badan sehingga kondisi menjadi lebih baik.

Namun demikian, orang yang mengalami gejala kronis sebaiknya tidak berolahraga sampai gejala menghilang. Olahraga akan menyebabkan rasa sakit semakin parah jadi tubuh harus banyak istirahat. Jika gejala tidak hilang dalam waktu  5 jam, sebaiknya segera hubungi dokter.

Bila Anda ingin berolahraga, obati batu empedu dengan cara yang tepat

minum obat osteoporosis bisfosfonat

Mengobati batu empedu dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa disembuhkan dengan obat-obatan, seperti ursodiol atau chenodiol. Obat ini terbukti dapat melarutkan dan menipiskan kolesterol yang membatu. Akan tetapi, pengobatan ini hanya berpotensi baik pada orang yang yang memiliki batuan kolesterol yang kecil.

Selain itu, batuan kolesterol juga dapat dipecahkan dengan extracorporeal shock-wave lithotripsy (ECSWL). Yaitu, mengirimkan gelombang kejut melalui jaringan lunak di tubuh. Pengobatan ini biasanya berhasil untuk mengobati batuan kolesterol pada anak-anak.

Batuan kolesterol juga bisa dihancurkan dengan menyutikkan zat pelarut ke dalam tubuh. Metode ini disebut dengan  metil tertiary-butil eter (MTBE). Namun, pengobatan ini memiliki efek samping serius, seperti rasa sakit seperti terbakar.

Jika pengobatan tersebut tidak berhasil, kemungkinan besar dokter akan merekomendasikan pasien untuk melakukan operasi. Metode ini disebut dengan kolesistektomi, yaitu mengangkat batuan kolesterol dari empedu supaya batuan tidak terbentuk lagi dan cairan empedu dapat mengalir ke usus kembali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit