Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Obat pereda nyeri memang bisa menjadi solusi untuk Anda yang mengalami nyeri serta rasa sakit yang tidak tertahankan. Tetapi tidak sedikit orang yang meminum obat pereda nyeri atau obat analgesik, walaupun rasa sakit yang dirasakannya tidak terlalu parah. 

Seberapa sering Anda meminum obat pereda nyeri, seperti paracetamol, untuk menghilangkan rasa sakit kepala Anda? Apakah aman terlalu sering minum obat tersebut? Apakah tidak apa-apa jika sedikit saja nyeri yang timbul lalu langsung minum obat pereda nyeri?

Mengenal toleransi tubuh terhadap obat pereda nyeri

Terlalu sering minum obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, aspirin, atau jenis obat NSAIDs, justru membuat tubuh lebih kebal dan lama kelamaan obat tidak akan bekerja dengan efektif lagi – tentu saja dalam dosis yang sama.

Orang yang telah mengonsumsi obat analgesik, otomatis akan memiliki toleransi terhadap obat tersebut. Toleransi obat adalah kondisi di mana obat tidak lagi bekerja secara efektif dan tidak mampu untuk mengatasi gejala nyeri serta sakit yang muncul. Untuk membuat obat pereda nyeri tersebut dapat bekerja normal lagi dan mampu mengobati rasa nyeri yang dirasakan, maka dosis obat harus ditambahkan.

Apabila suatu saat obat tersebut kembali tidak memberikan efek apapun pada rasa sakit Anda, maka dapat diartikan bahwa dosis obat yang diberikan menjadi kurang. Sehingga dosis obat yang Anda minum akan terus-menerus bertambah.

Bagaimana tubuh menjadi kebal terhadap obat-obatan yang sering diminum?

Saat salah satu bagian tubuh mengalami nyeri atau sakit, otak akan memproduksi zat kimiawi yang menyebabkan Anda merasakan rasa sakit tersebut. Kemudian, obat analgesik atau penghilang nyeri akan bertugas untuk menghentikan otak memproduksi zat tersebut.

Namun saat seseorang terlalu sering mengonsumsi obat-obatan tersebut dengan dosis yang cukup tinggi, maka tubuh alan beradaptasi dan tidak mampu untuk menghentikan zat kimiawi yang dihasilkan otak tersebut. Saat itu terjadi, Anda memerlukan dosis yang lebih agar tubuh kembali peka dengan adanya obat pereda nyeri yang masuk ke dalam tubuh.  

Lalu apa yang harus dilakukan jika sudah telanjur obat pereda nyeri tak mempan lagi?

Apabila Anda mengalami penyakit kronis, biasanya dokter akan mengizinkan Anda untuk meminum obat pereda rasa nyeri dengan dosis yang melebihi sebelumnya. Atau bisa juga dokter memberikan jenis obat-obatan yang baru dan lebih ampuh untuk mengatasi rasa nyeri Anda. Hal ini tergantung dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Toleransi terhadap obat ini akan terus terjadi selama Anda meminum obat yang sama, tetapi tenang saja, hal ini kan hilang ketika Anda memutuskan untuk menghentikan penggunaannya. Hal yang perlu diingat adalah ketika Anda memulai untuk mengonsumsi obat yang sama, jangan meminum obat tersebut dengan jumlah dosis yang sama saat Anda menghentikan obat tersebut. Dosis tersebut terlalu tinggi untuk tubuh Anda yang baru saja memulai pengobatan tersebut. Untuk itu, sebaiknya Anda konsultasikan hal ini ke dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit