Penyebab Umum yang Sering Terjadi Pada Penyakit Ginjal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ginjal adalah organ tubuh yang berperan penting dalam menyaring darah dan membuang limbah dari tubuh. Organ berbentuk kacang ini juga membantu mengendalikan tekanan darah dan mengatur kadar elektrolit tubuh. Pada saat gangguan ginjal terjadi tentu berpengaruh pada kualitas hidup seseorang. Lantas, apa yang menjadi penyebab terjadinya sakit ginjal?

Penyebab sakit ginjal

penyebab ginjal bengkak atau hidronefrosis

Penyakit ginjal adalah sebuah kondisi ketika organ ginjal terganggu dan termasuk masalah kesehatan yang serius. Pasalnya, kelainan ginjal yang tidak diobati dapat berujung pada gagal ginjal total. Akibatnya, penderita penyakit ginjal membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.

Sementara itu, pengobatan untuk sakit ginjal sebenarnya sudah banyak dan cukup efektif. Namun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa gangguan pada ginjal dapat dicegah.

Berikut ini beberapa penyebab utama sakit ginjal berdasarkan jenisnya yang mungkin membantu Anda mengurangi risiko penyakit ini.

1. Perubahan pada glukosa dan tekanan darah

glukosa darah

Salah satu penyebab sakit ginjal yang cukup umum adalah kerusakan yang terjadi akibat kadar gula darah yang meningkat drastis.

Kondisi ini biasa sering terjadi pada penyandang diabetes. Pasalnya, ketika kadar glukosa di tubuh terlalu tinggi, kerusakan organ dalam tubuh pun tidak dapat dihindari, termasuk ginjal.

Kemudian, pembuluh ginjal yang rusak menyebabkan ginjal tidak dapat membersihkan darah dengan baik. Akibatnya, ginjal yang berisi terlalu banyak limbah beracun ini menyebabkan gagal ginjal.

Sementara itu, tekanan darah tinggi alias hipertensi juga menjadi penyebab ginjal rusak. Hal ini dikarenakan ketika tekanan darah tidak terkendali dengan baik, pembuluh darah rusak. Aliran darah menuju nefron pada ginjal pun menjadi terbatas.

Apabila hal ini terjadi, ginjal tidak lagi mampu menyaring darah dan mengatur cairan, hormon, asam, dan garam di tubuh. Oleh sebab itu, penyandang diabetes atau hipertensi menjadi lebih berisiko terkena penyakit ginjal karena keduanya menjadi penyebab ginjal rusak.

2. Penggunaan obat tertentu

Selain perubahan pada tekanan darah dan glukosa yang drastis, penyebab sakit ginjal lainnya adalah penggunaan obat tertentu. Penggunaan obat seperti obat anti-inflamasi (NSAID), pengendali tekanan darah, hingga antibiotik ternyata bisa menyebabkan cedera ginjal akut.

  • Obat NSAID melebarkan pembuluh darah, tetapi mengurangi aliran darah ke ginjal.
  • Obat ACE Inhibitor memperlampat fungsi ginjal dengan menurunkan aliran darah ke ginjal.
  • Antibiotik tertentu merusak sel ginjal dengan memecah selaput yang mengelilinginya.

Maka dari itu, kebanyakan dokter kini merekomendasikan pasiennya untuk menjalankan tes darah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui fungsi ginjal dan kadar obat dalam darah secara teratur.

3. Gen abnormal

Tahukah Anda bahwa sebenarnya riwayat penyakit dalam keluarga bisa menjadi penyebab sakit ginjal? Ada salah satu jenis penyakit ginjal yang disebabkan oleh gen yang abnormal, yaitu polikistik ginjal.

Sementara itu, penyakit yang satu ini jarang terjadi di luar anggota keluarga, alias mutasi gennya tidak terjadi.

4. Menjalani diet tertentu

diet tinggi protein

Bagi Anda yang hendak menjalani diet tertentu mungkin sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, salah menjalani pola makan ternyata bisa menjadi penyebab mengapa sakit ginjal terjadi.

Salah satu diet yang dapat memicu penyakit ginjal adalah diet tinggi protein. Asupan protein yang berlebihan dapat menyebabkan batu ginjal berjenis asam urea dan menyebabkan kalsium ada pada urine dan aciuria (urine asam).

Kondisi tersebut ternyata mengubah pH menjadi terlalu asam dan ketika dibiarkan bisa membentuk batu ginjal.

Bahkah, makan makanan protein terlalu banyak disebut bisa menyebabkan iskemia pada ginjal, yaitu ketika pembuluh organ ginjal tersumbat. Akibatnya, ginjal tidak mendapatkan cukup oksigen dan makanan yang mengakibatkan jaringan pada ginjal mati.

5. Minum alkohol berlebihan

minum alkohol

Sudah bukan rahasia umum lagi bila minum alkohol terlalu banyak bisa menimbulkan masalah, termasuk penyakit ginjal.

Ginjal berfungsi menyaring zat berbahaya dari darah. Salah satu zat berbahaya yang akan disaring oleh ginjal adalah alkohol. Terlalu banyak meminum alkohol dapat menyebabkan perubahan fungsi ginjal dan membuat kinerja ginjal berkurang karena mereka kurang mampu menyaring darah.

Selain menyaring darah, ginjal juga menjaga jumlah air dalam tubuh Anda dengan benar. Alkohol mempengaruhi kemampuan ginjal untuk detoksifikasi racun karena alkohol menyebabkan dehidrasi.

Efek dehidrasi ini dapat mempengaruhi fungsi normal dari sel-sel dan organ, termasuk ginjal. Minum 3-4 gelas alkohol sehari meningkatkan kemungkinan Anda mengalami penyakit ginjal kronis.

Oleh sebab itu, menenggak alkohol terlalu banyak bisa menjadi penyebab mengapa Anda mengalami sakit ginjal.

6. Kelainan bawaan

Dilansir dari Children’s Hospital of Philadelphia, kelainan bawaan bisa menjadi penyebab sakit ginjal karena adanya cacat lahir yang memengaruhi bentuk dan fungsi ginjal. Normalnya, bayi dilahirkan dengan dua ginjal yang berperan menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah.

Namun, kelainan bawaan seperti salah satu ginjal hilang atau berisi kista ternyata dapat menyebabkan penyakit ginjal seperti glomerulonefritis dan polikistik ginjal.

Sejauh ini masih belum diketahui apa penyebab kelainan bawaan pada ginjal, tetapi besar kemungkinan riwayat penyakit ginjal di keluarga meningkatkan risiko tersebut.

7. Ginjal bekerja terlalu keras

menjaga kesehatan ginjal

Organ ginjal bekerja untuk menyaring darah dan membuang limbah lewat urine. Namun, ketika ginjal bekerja terlalu keras ternyata bisa menyebabkan masalah serius. Bagaimana bisa?

Salah satu penyebab mengapa ginjal bekerja terlalu keras dan menimbulkan rasa sakit adalah olahraga maraton. Tidak ada yang salah dengan lari maraton. Permasalahannya justru terletak ketika tubuh Anda tidak siap beraktivitas fisik.

Pada saat Anda berolahraga, terutama lari, semua aliran darah yang mengandung oksigen dan bahan makanan dialirkan secara maksimal ke tubuh yang memerlukan, seperti otot tubuh.

Kemudian, aliran darah ke ginjal akan menurun hingga hampir 25 persen, tetapi tergantung dengan intensitas dan frekuensi olahraga.

Semakin berat olahraga yang dilakukan, semakin sedikit aliran darah yang mengalir ke ginjal. Akibatnya, kondisi ini menjadi salah satu penyebab penyakit ginjal terjadi setelah berolahraga. Di lain sisi, olahraga yang berlebihan juga dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan mineral lainnya.

Faktor risiko penyakit ginjal

Beberapa penyebab sakit ginjal yang telah disebutkan sebenarnya dapat dicegah lewat gaya hidup sehat dan lebih memperhatikan kondisi tubuh sendiri. Namun, ada pula beberapa faktor yang membuat risiko penyakit ginjal lebih tinggi pada kategori berikut:

  • Penyandang diabetes
  • Penyandang hipertensi
  • Memiliki penyakit jantung, seperti gagal jantung atau stroke
  • Riwayat penyakit ginjal di dalam keluarga
  • Obesitas
  • Perokok
  • Lansia, berusia di atas 60 tahun
  • Pernah mengalami cedera di ginjal sebelumnya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pengobatan Hemodialisis dan CAPD untuk Gagal Ginjal, Mana yang Lebih Baik?

Hemodialisis dan CAPD adalah dua metode pencucian darah yang sering digunakan untuk pengobatan gagal ginjal. Namun, manakah yang lebih baik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 23/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Sama-sama Redakan Nyeri, Pahami Beda Acetaminophen, Aspirin, dan Ibuprofen

Banyak yang mengira bahwa obat pereda nyeri, seperti aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen sama khasiatnya, namun tahukah Anda ketiganya punya perbedaan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 12/11/2019 . Waktu baca 5 menit

6 Pilihan Obat Antibiotik untuk Mengatasi Diare, dan Aturan Minumnya

Diare umumnya disebabkan karena bakteri atau parasit yang menginfeksi saluran pencernaan Anda. Apa saja pilihan obat antibiotik untuk diare dari dokter?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 15/09/2019 . Waktu baca 8 menit

6 Pilihan Obat Antibiotik untuk Mengatasi Sakit Gigi

Bila sakit gigi tidak juga sembuh, mungkin solusinya minum antibiotik. Berikut daftar antibiotik yang sering diresepkan dokter untuk mengobati sakit gigi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 14/09/2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

komplikasi pneumonia

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . Waktu baca 6 menit
risiko efek covid-19 pasien cuci darah

Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab resistensi antibiotik

Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit
prosedur cimino dalam cuci darah

Apa Itu Prosedur Cimino Dalam Proses Cuci Darah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . Waktu baca 4 menit