7 Hal yang Ternyata Merusak Daya Tahan Tubuh Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Daya tahan tubuh adalah kemampuan tubuh untuk menangkal semua jenis kuman yang akan masuk ke dalam tubuh. Bila daya tahan tubuh baik, tubuh akan selalu sehat. Sebaliknya, bila daya tahan tubuh menurun, kuman mudah masuk, sehingga gampang sekali terserang penyakit. Karena itu, agar tidak mudah sakit, Anda harus meningkatkan daya tahan tubuh.

Sayangnya tanpa disadari, gaya hidup Anda dapat mempengaruhi seberapa baik sistem kekebalan tubuh Anda dapat melindungi Anda dari kuman, virus, maupun penyakit kronis. Oleh karena itu, mengganti kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan Anda dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap dalam keadaan optimal.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat merusak daya tahan tubuh Anda:

1. Kurang tidur

Banyaknya aktivitas yang harus Anda jalani terkadang memang dapat membuat tidur Anda berkurang. Kurang tidur dapat membuat sistem kekebalan tubuh Anda gagal dalam melindungi Anda dari pilek, batuk, dan penyakit lainnya. Akibatnya, kurang tidur dapat berpengaruh terhadap masalah kesehatan mental dan fisik, termasuk dapat meningkatkan produksi hormon stres karena menurunnya daya tahan tubuh.

2. Jarang bergerak

Kemudahan teknologi terkadang membuat Anda jarang berolahraga karena terlalu asyik dalam menggunakan smartphone, entah untuk bermain games, foto-foto, atau bermain sosial media. Padahal, jika Anda tidak berolahraga secara teratur, Anda lebih mungkin untuk terserang pilek, batuk, atau penyakit lainnya karena olahraga dapat meningkatkan perasaan bahagia dan membuat tidur Anda nyenyak sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda.

3. Terlalu banyak garam dan gula, kurang makan buah dan sayur

The American Academy of Nutrition and Dietetics menekankan bahwa konsumsi makanan yang bergizi sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Anda. Konsumsi makanan yang dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh Anda adalah makanan yang kaya akan lemak jenuh, termasuk konsumsi terlalu banyak garam dan gula.

Oleh karena itu, untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Anda maka Anda perlu memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya akan vitamin C dan E, seperti   buah jeruk, kiwi, apel, anggur merah, kale, bawang, bayam, ubi jalar, dan wortel termasuk bawang putih.

4. Stres

Menurut National Cancer Institute, stres yang berkepanjangan dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda, Stres dapat mendorong otak memproduksi hormon kortisol yang dapat mengganggu fungsi sel T dalam melawan infeksi. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mencegah atau mengurangi stres dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan supaya tubuh Anda rileks, seperti pergi ke pantai, melakukan yoga, atau sekadar menjalankan hobi yang Anda sukai.

5. Kesendirian

Memiliki hubungan yang kuat atau jaringan pertemanan yang baik ternyata baik untuk daya tahan tubuh Anda. Bahkan, menurut sebuah studi menemukan bahwa orang-orang yang merasa terhubung dengan teman-teman memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang merasa kesepian.

6. Tak punya selera humor

Tertawal ternyata baik untuk kesehatan, karena tertawa dapat menghambat produksi hormon stres dalam tubuh Anda dan akan meningkatkan sel darah putih untuk melawan infeksi.

7. Merokok

Anda pasti sudah mengetahui bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan, termasuk untuk sistem kekebalan tubuh Anda. Kandungan nikotin yang ada di dalam rokok dapat meningkatkan produksi hormon kortisol dan mengurangi pembentukan antibodi sel B dan respon sel T dalam melawan infeksi tubuh.

Bahkan, menurut studi yang dipublikasikan melalui PLoS One, uap dari rokok elektrik dapat merusak paru-paru dan membuat perokok vape lebih rentan terhadap infeksi karena radikal bebas dalam rokok elektronik dapat menyebabkan peradangan pada saluran napas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

5 Olahraga untuk Meningkatkan Kepadatan Tulang di Usia 40 Tahunan

Olahraga menjadi andalan untuk menjaga kesehatan di usia paruh baya. Berikut rekomendasi olahraga untuk meningkatkan kepadatan tulang dan imunitas lansia.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Konten Bersponsor
olahraga yang dapat meningkatkan kepadatan tulang
Kebugaran, Hidup Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Menjaga Tekanan Bola Mata Sebagai Langkah Pencegahan Glaukoma

Tekanan bola mata tinggi adalah penyebab penyakit glaukoma Apa saja langkah pencegahan tekanan bola mata tinggi agar tak kena glaukoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
tekanan darah normal berdasarkan usiaasarkan usia

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
sakit maag

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit