3 Cara Cepat dan Jitu Atasi Perut Panas Setelah Makan Pedas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/10/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Bagi sebagian orang, kurang lengkap rasanya jika makan tanpa sambal. Namun, umumnya, makan pedas yang berlebihan bisa menyebabkan rasa panas pada perut, mulas, dan akhirnya membuat Anda bolak-balik ke kamar mandi akibat gangguan pencernaan. Jika sudah begini bagaimana mengatasi perut panas akibat makan pedas?

Bagaimana mengatasi perut panas akibat makan pedas?

Hal yang wajar jika perut Anda panas setelah makan pedas. Makanan pedas akan merangsang sistem pencernaan dan meningkatkan suhu tubuh. Sebenarnya, sensasi ini disebabkan oleh zat capsaicin yang terkandung dalam cabai.

Jadi, saat capsaicin bersentuhan dengan lapisan lambung, saraf yang ada di bagian tersebut langsung mengirimkan sinyal rasa sakit dan panas.

Namun, reaksi ini tidak berlaku untuk semua orang. Beberapa orang mungkin bisa makan pedas dengan nyaman, dan lainnya mungkin mengalami perut panas, mulas, atau kram perut.

Belum banyak penelitian yang membahas mengapa setiap orang memiliki reaksi yang berbeda saat makan makanan pedas. Nah, jika Anda termasuk orang yang mudah perutnya terasa panas akibat makan pedas, Anda bisa atasi dengan beberapa cara mudah ini.

Berikut beberapa cara untuk mengatasi perut panas akibat makanan pedas.

1. Minum teh peppermint

perbedaan teh hijau dan teh hitam

Peppermint dapat membantu mengatasi masalah pencernaan, termasuk irritable bowel syndrome (IBS), kram perut, mual, muntah, dan perut kembung. Peppermint memiliki zat antinyeri yang dapat mengurangi rasa nyeri perut dan perut panas.

Beberapa penelitian telah dilakukan , suplemen peppermint terbukti dapat mengurangi gejala mulas, asam lambung naik, muntah, sakit kepala karena sakit perut.

Selain lewat suplemen herbal, Anda bisa segera hirup aromaterapi peppermint atau seduh daun peppermint kering dan minum selagi hangat untuk menenangkan perut Anda.

2. Minum air jahe

cara mengatasi nyeri haid

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jahe mungkin efektif dalam mengobati kondisi seperti muntah, mual, dan nyeri ulu hati.

Meskipun jahe dianggap relatif aman bagi sebagian besar orang, ibu hamil disarankan untuk membatasi asupan jahe yaitu maksimal 1 gram per hari. Sementara bayi di bawah usia dua tahun umumnya tidak boleh mengonsumsi produk jahe dalam bentuk apapun.

Kandungan phenolic dalam jahe berfungsi untuk meredakan gejala iritasi organ pencernaan, menstimulasi air liur, mencegah terjadinya kontraksi pada perut, hingga membantu pergerakan makanan dan minuman selama berada di pencernaan.

Jahe juga disebut sebagai carminative, suatu substansi yang dapat membantu mengeluarkan gas berlebih yang ada di sistem pencernaan Anda. Masalah pencernaan seperti kolik dan dispepsia dapat diatasi dengan jahe.

Cara umum untuk membuat air jahe di rumah adalah

  • Parut 1,5 sendok teh jahe segar
  • Rebus 4 gelas air
  • Tambahkan jahe ke dalam air
  • Biarkan jahe meresap selama sekitar 5-10 menit
  • Saring airnya untuk memisahkan parutan jahe
  • Air jahe dapat diminum baik panas maupun dingin.

3. Hindari rokok, alkohol, atau kafein

Merokok setelah makan justru dapat memperparah rasa perut panas. Hal ini karena merokok dapat melemahkan kinerja otot pada lambung yang berfungsi mencegah asam lambung naik ke tenggorokan. Kafein dan alkohol juga akan memberi efek yang sama pada perut Anda.

Penting bagi Anda untuk tetap waspada terhadap rasa panas di perut. Jika Anda tidak mengalami perbaikan atau terjadi terus menerus lebih dari 3 jam, maka segera hubungi dokter Anda. Kemungkinan Anda menderita luka di lambung (ulkus peptikum) dapat terjadi dan membutuhkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Langsung Makan Pedas Saat Buka Puasa?

Rasa pedas dapat menambah cita rasa makanan berbuka puasa. Namun, amankah jika Anda langsung makan pedas saat buka puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hari Raya, Ramadan 24/05/2019 . 4 menit baca

Mengapa Perut Terasa Mulas Setelah Makan Pedas?

Makanan pedas dapat menimbulkan berbagai efek pada sistem pencernaan, termasuk mulas atau sakit perut. Kenapa perut bisa sakit setelah makan pedas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/05/2019 . 4 menit baca

Bolehkah Makan Pedas Saat Sahur? Ini Saran Ahli

Makanan sahur yang tidak tepat, bisa mengganggu sahur Anda. Lantas, bolehkah makan pedas saat sahur? Simak pendapat ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hari Raya, Ramadan 17/05/2019 . 3 menit baca

Sering Makan Pedas Saat Sahur dan Berbuka Puasa? Hati-hati, Ini Bahayanya

Rasa pedas dinilai dapat menambah cita rasa makanan dan meningkatkan nafsu makan. Namun, apa saja akibat yang timbul jika Anda terlalu sering makan pedas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hari Raya, Ramadan 16/05/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Mengonsumsi makanan pedas

Benarkah Keseringan Mengonsumsi Makanan Pedas Bikin Cepat Pikun?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 05/02/2020 . 3 menit baca
anak suka makanan pedas

Si Kecil Ketagihan Makanan Pedas, Adakah Batas Amannya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 01/01/2020 . 3 menit baca
cara mengobati sakit perut setelah makan pedas

5 Cara Mengatasi Perut Sakit Setelah Makan Pedas

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 09/07/2019 . 4 menit baca
cegukan saat makan pedas

Kenapa Saya Cegukan Saat Makan Makanan Pedas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/06/2019 . 3 menit baca