Cara Mencegah Keracunan Karbon Monoksida Saat Terjebak Kebakaran

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Keracunan karbon monoksida telah memakan korban yang tidak sedikit. Keracunan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya dari kebakaran. Gas karbon monoksida yang terkandung dalam asap saat terjadi kebakaran ini bisa menyebabkan kematian jika terhirup terlalu banyak. Terkesan sangat menyeramkan memang. Namun, ada cara untuk mencegah keracunan karbon monoksida saat Anda terjebak dalam kebakaran. Simak informasinya di bawah ini, ya.

Sekilas tentang keracunan karbon monoksida

Keracunan karbon monoksida merupakan keracunan yang disebabkan oleh terlalu banyak menghirup karbon monoksida. Karbon monoksida (CO) adalah gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau, tapi sangat berbahaya jika terlalu banyak mengendap di dalam tubuh.

Dibandingkan dengan oksigen, gas karbon monoksida tersedia dalam jumlah yang sedikit dalam tubuh Anda. Namun, jika kandungan karbon monoksida meningkat dalam tubuh, tubuh dapat menyebabkan keracunan sebab karbon monoksida mudah berikatan dengan hemoglobin dalam sel darah merah yang kemudian menyebabkan jaringan tubuh menjadi kekurangan oksigen.

Seperti apa gejala keracunan karbon monoksida?

mual muntah disertai demam

Waspada saat Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan gejala-gejala keracunan karbon monoksida, yaitu:

  • Mual
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Sakit perut
  • Lemas

Ketika kadar karbon monoksida sudah mencapai level akut di dalam tubuh, keracunan zat ini bisa menyebabkan kematian.

Mencegah keracunan karbon monoksida saat terjebak kebakaran

mencegah keracunan karbon monoksida

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, keracunan karbon monoksida bisa terjadi saat tubuh Anda terlalu banyak menghirup asap kebakaran.

Saat kebakaran terjadi, pasti Anda sangat panik sehingga cenderung bertindak gegabah untuk mencari pertolongan. Ketahuilah hal apa yang pertama kali harus Anda lakukan untuk melindungi diri Anda.

Tutup hidung Anda dengan tangan atau kain basah sebagai cara untuk menyaring udara dan gas yang masuk ke dalam paru-paru. Kemungkinan karbon monoksida untuk masuk ke dalam saluran pernapasan Anda akan tetap ada, hanya saja dengan melakukan penyaringan ini diharapkan kadar yang masuk tidak terlalu banyak.

Selanjutnya, cari tempat terbuka untuk mendapatkan udara segar. Saat terjebak dalam kebakaran, Anda mungkin menyadari terlalu banyak karbon monoksida yang memenuhi area hingga membuat Anda kesulitan bernapas. Berada di tempat terbuka yang menyediakan sumber oksigen dapat mengurangi kesesakan akibat terlalu banyak menghirup karbon monoksida.

Jika sudah keracunan, apa yang harus dilakukan?

Bila setelah kebakaran seseorang ditemukan dalam keadaan pingsan, kejang, kesulitan dalam bernapas atau gangguan pernapasan, dan terindikasi mengalami tanda-tanda keracunan karbon monoksida lainnya, segera lakukan pertolongan pertama dengan cara:

  • Hubungi nomor telepon darurat di daerah Anda. Sentra Informasi Keracunan (Siker) bisa dihubungi pada 021-4250767 atau 021-4227875.
  • Segera larikan ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  • Lakukan resusitasi jantung sebagai bantuan bila seseorang terlihat tidak bernapas dan tidak bergerak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca