5 Hal Non-Psikologis yang Membuat Anda Mendadak Merasa Cemas

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/02/2017 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Apa belakangan ini Anda merasa cemas tanpa alasan yang jelas? Pada beberapa orang, kecemasan mungkin berkembang hingga tak dapat dikendalikan, mulai konstan terjadi bahkan mungkin dapat mempengaruhi keseharian orang tersebut. Namun, tak ada akibat bila tak ada sebab. Ternyata terdapat beberapa hal di sekitar Anda yang sebenarnya mampu memicu kecemasan, meski Anda sedang merasa tak ada masalah nyata yang perlu dicemaskan.

Berbagai hal non-psikologis yang bisa memicu kecemasan

Kecemasan adalah suatu karakteristik perasaan yang tidak menyenangkan. Saat Anda cemas, Anda akan merasakan takut dan khawatir. Perasaan ini sebenarnya normal bila Anda rasakan. Anda mungkin akan merasakannya saat Anda terlalu gugup akan menghadapi suatu interview kerja atau sejenis ujian lain. Berikut beberapa hal yang ternyata tak Anda sadari selama ini, dapat memicu kecemasan Anda timbul.

1. Obat-obatan tertentu

Beberapa pengobatan seperti obat asma, dekongestan, obat batuk, sakit kepala dan migrain, dapat memberikan efek samping negatif yang menyebabkan Anda merasa gugup, jantung Anda berdetak semakin cepat, serta cemas. Begitu juga beberapa pengobatan untuk menangani tiroid. Menghentikan penggunaan obat yang biasa digunakan untuk mengatasi rasa cemas juga akan menyebabkan kembali timbulnya rasa cemas tersebut.

2. Gangguan pada tiroid

Kelenjar tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher Anda, yang berfungsi untuk memproduksi hormon tiroid. Hormon tiroid ini dibutuhkan tubuh Anda dalam proses metabolisme dan penghasilan energi. Namun bila kelenjar tiroid Anda tidak memproduksi hormon tiroid dengan kadar yang seimbang, kondisi ini dapat menimbulkan perasaan gugup, meningkatkan detak jantung, menyulitkan Anda untuk segera terlelap, menimbulkan depresi, gangguan memori serta memicu kecemasan timbul.

Sayangnya, kondisi ini rentan terjadi, hingga 20 persen sering terjadi pada wanita dengan usia 65 tahun. Sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter, bila kecemasan yang Anda rasakan diikuti pembengkakan pada bagian leher.

3. Kafein

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kafein memiliki kemampuan untuk meningkatkan kewaspadaan Anda dalam waktu yang singkat. Banyak orang kemudian menjadikan kopi sebagai ritual pagi, karena kemampuannya ini yang dapat meningkatkan semangat di pagi hari dan mendukung mereka untuk tetap fokus. Namun, kafein juga mampu mengaktifkan mode fight-or-flight dalam tubuh Anda, yang sebenarnya justru dapat memicu kecemasan. Suatu penelitian bahkan menambahkan bahwa kondisi ini dapat memicu Anda mengalami serangan kecemasan.

4. Minum alkohol

Awalnya mungkin meminum alkohol dapat membuat Anda lupa akan kecemasan yang Anda miliki. Namun seiring dengan semakin tingginya kadar alkohol yang Anda minum, Anda justru mengalami kebingungan dan kecemasan yang Anda rasakan tadi justru akan kembali timbul. Meminum alkohol bahkan sebenarnya sangat tidak disarankan bagi pasien yang memiliki gangguan kecemasan. Hal ini sesuai dengan suatu penelitian yang mengungkapkan bahwa seseorang dengan gangguan kecemasan, umumnya memiliki masalah dengan alkohol.

Sebenarnya tidak diketahui pasti mana sebab, mana akibat antara alkohol dengan timbulnya rasa cemas. Satu yang pasti, minum alkohol tidak memiliki hubungan yang baik dengan kecemasan.

5. Dehidrasi

Jangan tunggu dahaga terasa untuk akhirnya Anda meminum air putih. Berdasarkan dua penelitian yang dilakukan oleh University of Connecticut Human Performance Laboratory, tersedianya cairan yang cukup dalam tubuh dapat membantu mencegah gangguan mental, suasana hati dan kognitif yang mungkin Anda sering alami. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tufts University, yang mengungkapkan bahwa atlit yang kurang cairan dalam tubuhnya cenderung merasa marah, bingung dan tegang.

Seharusnya, dengan mengetahui pemicunya, Anda akan lebih mudah dalam menghindari kecemasan yang mungkin akan Anda alami setelah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 menit baca

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 09/06/2020 . 6 menit baca

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca