3 Alasan Mengapa Anda Harus Belajar Bahasa Asing

Oleh

Belajar berbicara adalah salah satu hal yang paling luar biasa yang manusia lakukan. Bukan hanya selalu tentang ratusan ribu kosa kata yang harus Anda kuasai atau fakta bahwa Anda mempelajari tiga kata baru per hari dalam enam tahun pertama kehidupan Anda. Belajar berbicara juga mengenai pola kalimat dan sintaksis, serta keseluruhan kerumitan tata bahasa — belum terhitung perumpamaan dan kiasan, serta sinonim.

Hal ini telah Anda capai melalui jerih payah dan perjalanan yang cukup panjang. Sekarang, bayangkan melakukannya lagi dari awal, dua atau tiga kali — menjadi bilingual, trilingual, atau lebih. Otak seorang polyglot (orang yang fasih berbicara dalam banyak bahasa) adalah mekanisma yang sangat spesial, dan ilmuwan hanya baru memulai untuk mempelajari lebih dekat bagaimana memiliki kemampuan berbahasa asing dapat mempengaruhi cara belajar, perilaku, dan struktur dari otak itu sendiri.

Pentingnya belajar bahasa asing

Otak kiri umumnya diyakini sebagai bagian logis dari otak dan darimana keterampilan bahasa kita berasal. Ketika kita belajar sebuah bahasa baru, secara otomatis otak akan menciptakan jalur saraf baru, yang dapat menyebabkan perubahan nyata.

1. Mengasah ingatan dan mempertajam pemikiran

Sekelompok peneliti Swedia menemukan bahwa belajar bahasa asing terkait dengan perubahan ukuran otak, dilansir dari The Guardian. Orang-orang yang memiliki kemampuan fasih berbahasa lebih dari satu terbukti memiliki ingatan yang lebih baik, kreativitas yang lebih tinggi, serta lebih fleksibel secara kognitif daripada mereka yang hanya berbahasa ibu.

Studi menemukan adanya penebalan yang cukup signifikan pada area hippocampus dan otak depan (grey matter/cerebral cortex) — lapisan neuron khusus penanggung jawab kinerja memori, pemikiran, kesadaran, dan, tentu saja, bahasa — dari pelajar bahasa baru, dibandingkan dengan kelompok pelajar non-bahasa. Penebalan area otak depan ini dikaitkan dengan peningkatan memori yang lebih baik dan pemikiran yang lebih tajam.

Sebuah studi tahun 2013 dari University of Kentucky menemukan bahwa kelompok orng golongan usia lanjut berusia 60-68 tahun yang memiliki kemampuan berbahasa lebih dari satu menunjukkan performa otak yang lebih cepat dan efisien daripada mereka yang hanya berbahasa satu saat menjalani tugas kognitif, dengan energi korteks frontal yang lebih sedikit terbuang.

2. Peluang yang lebih rendah terhadap demensia dan alzheimer

Kemampuan bahasa yang diperoleh dini dapat menghindari Anda dari berbagai peluang kerugian di masa tua nanti. Dilansir dari Time, peluang orang-orang bilingual mengalami demensia akibat usia lebih lambat 4,1 tahun daripada kelompok orang yang hanya berbahasa ibu. Selain itu, orang-orang bilingual juga dipercaya memiliki pemunduran peluang mengalami Alzheimer 5,1 tahun lebih lambat daripada mereka yang hanya berbicara satu bahasa saja.

Salah satu alasannya, setiap cadangan kognitif — pendidikan, kemampuan berbahasa lain, hingga bahkan bermain Sudoku — akan menguatkan otak dan membantunya lebih tahan banting terhadap penyakit. Teori lain mengatakan, otak para multilingual mengalami peningkatan yang sama dengan mereka yang monolingual, namun orang-orang multilingual dapat mengatasinya dengan lebih baik karena otak mereka bekerja pada tingkat yang lebih tinggi daripada seharusnya untuk dapat berfungsi.

3. Mengubah persepsi terhadap dunia

Ternyata, belajar bahasa baru tidak hanya mengubah susunan fisik otak. Berdasarkan teori relativitas linguistik, belajar bahasa selain bahasa ibu juga dapat mengubah cara kita memandang dunia — terutama persepsi warna dan aksen dialog.

Tahukah Anda, warna biru bagi orang Jepang tidak selalu “biru”? Sementara bagi orang Indonesia (termasuk pula di bahasa inggris), nuansa warna biru hanya terbatas dari biru tua, muda, dan gelap, orang Jepang memiliki 50 kosa kata berbeda untuk menggambarkan warna biru. Hal ini membuat orang Jepang monolingual mampu membedakan lebih banyak nuansa biru daripada kita. Sementara itu, suku Trimba di Namibia hanya memiliki lima kategori warna  — Vapa (nuansa putih hingga kuning muda), Buru (hijau dan biru), Dambu (hijau, merah, dan cokelat), Serandu (merah, merah muda, dan jingga), dan Zuzu (nuansa biru, merah, ungu, hijau gelap).

Sementara itu, orang Korea dan Jepang tidak bisa membedakan pelafalan huruf “r” dan “l”, yang membuat mereka mungkin akan kesulitan membedakan “river” (sungai) dengan “liver” (hati) saat mendengarnya. Mereka menggunakan unit suara tunggal (fonem) yang mewakili keduanya.

Orang-orang multibahasa mungkin menunjukkan empati sosial yang lebih besar daripada mereka yang tumbuh hanya berbicara satu bahasa. Masing-masing manusia awalnya bertumbuh kembang dengan satu kepercayaan bahwa penilaian dunia mereka universal — apa yang mereka pikir benar, berlaku sama bagi orang lain. Begitu mereka mengerti bahwa tidak selamanya dunia berprinsip seperti itu, keegoisan diri akan runtuh sedikit demi sedikit, yang pada akhirnya akan membuka kesempatan untuk sosialisasi yang sebenarnya dimulai. Saat Anda mendedikasikan diri mempelajari sebuah bahasa baru, di saat yang bersamaan, tanpa Anda sadari, Anda juga mempelajari bagaimana kebudayaan, perilaku, dan jalan pemikiran dari masyarakatnya. Secara tidak langsung pula, Anda akan membuka diri dan beradaptasi dengan nilai-nilai masyarakat tersebut, yang dapat memperkaya pandangan Anda terhadap dunia.

Tidak ada yang mempercepat proses empati akan sesama seperti kesadaran bahwa kata-kata yang selama ini selalu Anda gunakan untuk melabelkan segala sesuatu di dunia — anjing, pohon, pisang — tidak sama dengan apa yang digunakan oleh orang lain.

Belajar bahasa baru membuka diri kita terhadap pengalaman baru, kesempatan kerja yang lebih besar dan memungkinkan kita untuk menjalin hubungan dengan orang-orang lain yang mungkin tidak akan pernah kita temui jika kita tidak memiliki kemampuan multibahasa.

Setelah mengetahui beragam manfaatnya, tertarikkah Anda untuk mulai belajar bahasa asing? Tidak masalah kapan Anda memulainya, segala manfaat ini akan tetap dapat Anda raih.

Nous-allons apprendre le français!

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca