Cukupkah Konsultasi dan Periksa ke Dokter Online Saja?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan teknologi yang semakin canggih kini memudahkan kita untuk konsultasi ke dokter secara online. Baik itu konsultasi diagnosis penyakit, cek kesehatan hari-hari, hingga rekomendasi pengobatan, semua bisa lewat layar ponsel Anda. Namun di sisi lain, ada yang lebih ajeg ketika konsultasi dilakukan secara tatap muka. Lantas, manakah yang lebih baik antara praktik konsultasi dokter secara online atau tatap muka langsung?

Konsultasi dokter online adalah terobosan baru

Salah satu platform online yang menyediakan layanan konsultasi dokter berdiri pada tahun 1998, dipelopori oleh layanan kesehatan non komersial asal Swedia.

Mereka menyediakan konsultasi secara gratis secara online, mengenai keluhan atau penyakit tertentu yang dialami oleh pasien. Melihat inovasi dunia medis ini, membuat para peneliti tertarik untuk mengetahui apakah cara ini dapat membantu menjawab kebutuhan para pasien.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Internet Research mengemukakan, platform online ini memberikan kenyamanan bagi mereka yang ingin menanyakan soal kesehatannya. Kehadiran ini juga menjawab kebutuhan yang mungkin tidak bisa diperoleh pada konsultasi dokter reguler.

Misalnya, pasien dapat menanyakan pertanyaan yang personal mengenai penyakitnya secara leluasa. Lain dari itu, pasien yang datang ke dokter online biasanya mencari second opinion dari kondisi kesehatannya.

Peneliti juga menemukan bahwa pasien merasa mendapatkan informasi secara jelas, karena penjelasan dokter yang tertulis melalui platform ini. Mereka mengakui, informasi yang diterimanya kerap kurang jelas saat mereka berkonsultasi dengan dokter secara langsung (tatap muka).

Disebutkan pula dalam artikel dari Prescriber, beberapa perusahaan layanan online medis juga mengemukakan bahwa teknologi dapat menawarkan solusi tanpa harus merasa tertekan karena bertatap dokter secara langsung.

Kedekatan akses informasi kesehatan, serta konsultasi langsung masih bisa dirasakan hingga kini. Bahkan, aplikasi konsultasi dokter berkembang setiap waktu. Setiap perusahaan menawarkan layanan yang dinamis, seperti konsultasi dokter 24/7.

Tatap muka dengan dokter juga penting

Ivermectin adalah obat

Teknologi kini menyediakan fasilitas yang ringkas yang menjadi medium antara seseorang dan dokter bertemu secara online. Bahkan pasien tak perlu repot membuat jadwal atau menunggu dokter untuk berkonsultasi. Kendati demikian, mungkin saja tak semua orang merasa nyaman dengan kehadiran platform konsultasi medis berbasis online.

Kembali melansir laman Prescriber, sebagian dokter di Inggris mengakui kurang setuju dengan adanya medium dokter online. Helen Salisbury, dokter umum asal Oxford di Inggris, angkat bicara soal hal ini.

Menurut Salisbury, berbahaya ketika seorang pasien memberikan rekaman medisnya dan detail gejala dalam sebuah kuisioner agar aplikasi online tersebut dapat merekomendasikan pengobatan tertentu kepadanya. Pasalnya, belum tentu semua pasien cocok atas obat yang disarankan oleh dokter.

“Apakah Anda bisa meresepkan antibiotik tanpa memeriksa pasien? Saya juga khawatir ketika ada beberapa obat yang ditawarkan pun di-mark up dan tidak ada pemeriksaan yang berlanjut,” ungkap Salisbury.

Ia menambahkan, kuisioner dan proses yang dilakukan oleh layanan dokter online perlu dilakukan kontrol kualitas secara ketat. Salisbury meragukan apakah praktik kesehatan ini dapat dilakukan secara aman.

Sementara itu, Mike Kirby, Letchworth GP dan  professor of general practice di University of Hertfordshire, selalu mengingatkan para pasien untuk berkonsultasi tatap muka, sehingga mereka mengerti proses pemeriksaan dokter.

Membahas soal dokter online, Kirby menuturkan bahwa tak ada rekam medis dari masing-masing pasien. Mungkin saja tak semua pasien mampu mengingat alergi yang dimilikinya, melalui pendekatan kuisioner.

Salah satu keuntungan pengobatan tatap muka di Inggris, ketika satu pasien berpindah dokter, National Health Service atau NHS (layanan kesehatan nasional di Inggris) memiliki rekam medis dan rekam pengobatan pasien. Sehingga dokter juga dapat mengetahui histori dari pasien tersebut.

Selain itu, Kirby juga berpikir bahwa konsultasi yang dilakukan lewat telepon bisa menimbulkan risiko. Karena dokter online tak memegang rekam medis pasien yang bersangkutan. 

Lantas, apakah cukup berkonsultasi lewat dokter online saja?

anemia ke dokter apa

Kini Anda sudah memiliki gambaran mengenai apa yang bisa diperoleh dan tidak bisa didapatkan dari konsultasi dokter secara online di atas.

Semua orang berhak untuk konsultasi ke dokter menggunakan platform berbasis online mengenai kondisi kesehatannya. Banyak orang ingin bertanya mengenai gejala atau sekadar saran dokter dari penyakit atau keluhan yang dialaminya.

Tentu saja, Anda masih bisa konsultasi ke dokter lewat cara online. Pasti ada informasi yang berguna yang melengkapi keingintahuan setiap pasien ketika ia berdiskusi dengan dokter. Namun, sebaiknya Anda bisa memilah informasi tersebut dan konsultasikan kepada dokter umum langganan secara tatap muka.

Bagaimanapun, dokter umum dan Anda yang mengetahui seluruh histori dari rekam medis dan pengobatan. Ada baiknya, dalam kasus medis yang lebih berat, pemberian rekomendasi obat, bisa langsung dilakukan oleh dokter umum atau spesialis. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 3 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit