5 Bahaya Penyakit Celiac Jika Tidak Diobati Dengan Tepat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/04/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin beberapa orang tidak pernah dengar penyakit celiac. Ya, penyakit ini berhubungan dengan gangguan fungsi cerna yang membuat orang yang mengalaminya tak bisa mencerna makanan bergluten. Meski jarang terdengar, ternyata bahaya penyakit celiac cukup fatal dan harus diwaspadai. Lalu, apa bahaya penyakit celiac yang dapat terjadi jika tak segera ditangani dengan cepat?

Apa itu penyakit celiac?

Penyakit celiac adalah suatu kelainan pada saluran cerna yang sensitif terhadap makanan berbahan dasar gluten. Kelainan ini terjadi dalam jangka yang cukup lama atau kronis, usus penderita tidak dapat mencerna gliadin, yaitu zat yang ada di dalam gluten. Gluten sendiri dapat ditemukan di makanan seperti gandum dan gandum hitam.

Penyakit ini juga bisa diturunkan atau terkait dengan masalah genetis atau bisa diturunkan kepada anak-anaknya. Penyakit celiac terjadi ketika seseorang menghasilkan suatu antibodi (autoantibodi) yang dapat justru menghambat tubuh untuk mencerna protein dalam gluten.

Biasanya, penyakit ini akan muncul dengan gejala umum seperti:

  • Perut terasa kembung dan nyeri
  • Diare
  • Muntah
  • Bisa juga anda mengalami sembelit atau konstipasi
  • Kotoran (feses) yang berwarna pucat, berbau tidak sedap, dan berlemak
  • Penurunan berat badan.

Bahaya penyakit celiac jika tak ditangani dengan tepat

Suatu penyakit yang tak kunjung ditangani dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan baru yang lebih parah. Penyakit celiac pun demikian, bisa berdampak pada kesehatan seseorang jika berkepanjangan. Berikut ini adalah dampak yang akan muncul pada tubuh:

1. Anemia akibat kurang besi

Bisa anda bayangkan bila tubuh kekurangan darah akibat kegagalan penyerapan zat besi akibat gangguan pada usus? Dengan demikian seseorang akan mengalami gangguan pembagian oksigen ke bagian tubuh lain nya. Pada kasus ini diperkirakan sekitar 33 persen penderita atau satu dari tiga penderita celiac mengalami anemia.

2. Osteoporosis

Akibat gangguan pada usus seseorang, maka akan menimbulkan gangguan penyerapan kalsium yang berdampak pada osteoporosis, bahkan lebih bahaya nya lagi adalah bisa terjadi pada orang-orang yang lebih muda.

3. Intoleransi laktosa

Laktosa merupakan salah satu jenis gula yang terdapat pada segala macam produk yang terbuat dari susu. Intoleransi ini juga biasanya terjadi bersamaan dengan penyakit celiac. Diperkirakan sekitar 24 persen orang dengan intoleransi laktosa juga terjadi pada penyakit celiac.

4. Kekurangan vitamin dan mineral

Pada kasus penyakit celiac, terdapat kerusakan pada bagian jonjot usus halus. Akibatnya berdampak pada gangguan penyerapan berbagai macam vitamin dan mineral yang nantinya akan menyebabkan penyakit-penyakit lainnya, salah satunya seperti anemia dan osteoporosi.

5. Depresi

Penyakit celiac juga bisa berdampak pada kondisi psikologis seseorang. Peneliti menduga ini terjadi akibat kurangnya penyerapan vitamin B6 dan triptofan karena masalah pada usus. Padahal keduanya penting untuk pembentukan zat yang penting dalam jaringan saraf.

Bagaimana agar tidak terjadi komplikasi tersebut?

1. Makanan bebas gluten

Penyakit ini bisa dicegah keparahannya dengan cara melakukan konsumsi makanan bebas gluten (gluten-free diet). Terbukti pada suatu penelitian dengan mengonsumsi makanan bebas gluten, akan meningkatkan kualitas hidup seseorang penderita dan tentu saja mengurangi gejala yang muncul

2. Terapi enzim

Peneliti mengembangkan teknik terapi baru, peneliti menggunakan prolyl endopeptidase (PEP). PEP yang berasal dari tanaman dan mikroorganisme ini bisa membantu memecah komponen gluten menjadi kecil-kecil.

Untuk mengetahui pengobatan apa yang cocok bagi Anda, maka sebaiknya diskusikan dengan dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD adalah penyakit yang berhubungan dengan asam lambung. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . 13 mins read

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . 12 mins read

Maag (Dispepsia)

Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . 13 mins read

Di Balik Rasanya yang Lezat, Ini Manfaat Cream Cheese untuk Kesehatan

Manfaat keju krim dapat mendatangkan kesehatan jika tidak dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan yang terdapat di dalamnya mampu menangkal peradangan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 26/11/2019 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read
sindrom usus bocor

Sindrom Usus Bocor, Masalah Pencernaan yang Misterius dan Memicu Banyak Penyakit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 5 mins read
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 mins read
minum susu intoleransi laktosa

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . 4 mins read