Jenis-Jenis Obat Batuk yang Bisa Anda Beli Di Apotek

Oleh

Saat batuk tak sembuh-sembuh, obat batuk pasti menjadi pilihan Anda. Namun, pilihan obat batuk yang sangat banyak mungkin membuat Anda bingung jenis obat batuk mana yang harus Anda pilih. Nah, untuk menentukan pilihan obat Anda, kenalilah terlebih dahulu jenis batuk Anda.

Jenis obat batuk mana yang harus saya pilih?

Perlu Anda ketahui, tidak semua obat batuk sama. Setiap obat batuk dirancang untuk mengobati jenis batuk yang berbeda, yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Kandungan bahan aktif dari setiap jenis obat batuk pun berbeda. Jadi, sesuaikan dengan jenis batuk Anda saat memilih obat batuk.

Jenis-jenis obat batuk yang bisa Anda pilih di apotek untuk mengobati batuk Anda adalah:

Obat batuk ekspektoran

Jenis obat batuk ini berfungsi untuk meringankan batuk berdahak. Obat batuk ini bekerja dengan cara mengencerkan lendir, sehingga Anda bisa batuk lebih mudah. Jenis obat batuk ini mengandung bahan aktif, yaitu guaifenesin. Guaifenesin diduga dapat meningkatkan jumlah air dalam pengeluaran lendir, sehingga dahak lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan. Ekspektoran memiliki efek samping umum, seperti mual dan muntah. Sebelum menggunakan ekspektoran, sebaiknya baca petunjuk pemakaian terlebih dahulu.

Obat batuk mukolitik

Mukolitik juga merupakan jenis obat batuk untuk meringankan batuk berdahak. Namun, mempunyai cara kerja yang berbeda dengan ekspektoran. Obat batuk mukolitik bekerja dengan cara mengubah sifat fisik dan kimia dari dahak, sehingga dahak lebih encer. Kandungan bahan aktif dari mukolitik biasanya adalah bromhexine dan asetilsistein. Jadi, jika Anda menemukan obat batuk dengan kandungan ini, itu adalah obat batuk jenis mukolitik untuk batuk berdahak. Jangan dipakai untuk batuk kering.

Obat batuk supresan atau antitusif

Obat batuk jenis ini berfungsi untuk meringankan batuk kering atau batuk tidak berdahak. Sesuai namanya, supresan bekerja dengan cara menekan refleks batuk, sehingga frekuensi batuk Anda lebih jarang. Supresan mengandung bahan aktif, yang paling umum adalah dekstrometorfan (DM). Sebelum mengambil obat batuk, sebaiknya baca terlebih dahulu apa saja kandungan obat tersebut dan baca aturan pakai.

Obat batuk kombinasi

Obat batuk kombinasi bisa Anda pakai saat Anda tidak hanya menderita batuk, tetapi juga pilek atau demam. Obat batuk kombinasi biasanya mengandung lebih dari satu bahan aktif sehingga dapat Anda manfaatkan untuk mengobati batuk, pilek, hidung tersumbat, dan lainnya. Biasanya obat batuk kombinasi mencampur ekspektoran dan supresan dengan antihistamin, dekongestan, dan pereda nyeri. Antihistamin berfungsi untuk meredakan gatal di tenggorokan dan juga memiliki efek penenang. Sedangkan, dekongestan mampu meringankan hidung tersumbat.

Sebelum memilih obat kombinasi ini, sebaiknya baca dulu keterangan obat dan sesuaikan dengan gejala sakit Anda. Jika yang Anda alami adalah batuk kering, sebaiknya tidak mengambil obat kombinasi ekspektoran dan dekongestan karena obat ini diperuntukkan untuk meringankan batuk berdahak.

Obat batuk topikal

Jika Anda tidak ingin memakai obat batuk yang diminum, Anda bisa menggunakan obat batuk topikal dengan cara dioleskan ke tubuh Anda atau dihirup. Obat batuk topikal ini biasanya digunakan untuk meringankan batuk dan hidung tersumbat. Kandungan obat ini biasanya adalah minyak kayu putih, champor, dan menthol yang memberikan efek hangat untuk menekan batuk. Obat batuk ini biasanya berbentuk balsem atau vaporizer.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca