Kenapa Cabe Rawit Lebih Pedas Daripada Cabe Merah Biasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagi penyuka makanan pedas, tidak lengkap kalau makan atau ngemil gorengan tanpa ditemani cabe rawit. Namun, tahukah Anda kenapa rasa cabe rawit bisa berkali-kali lipat lebih pedas daripada cabe merah besar biasa?

Cabe rawit lebih pedas dari cabe biasa

Cabai memiliki banyak jenis dengan tingkatan kepedasan yang berbeda-beda. Rasa pedas cabai rawit dihasilkan dari zat kimia bernama capsaicin. Semakin banyak kadar capsaicinnya, maka cabe tersebut akan terasa semakin pedas.

Untuk mengukur tingkat kepedasan atau kandungan capsaicin dalam cabai tentu tidak dicicipi langsung dengan lidah. Pasalnya, ada cara khusus yang lebih aman dan akurat, yaitu dengan menggunakan Skala Scoville (SHU).

Di Indonesia, cabe rawit dianggap sebagai salah satu jenis cabai terpedas. Mengutip dari laman Tempo, cabe rawit memiliki skor 100 ribu ketika diukur menggunakan Skala Scoville. Sementara cabe merah besar hanya sekitar 30,000 – 50,000 SHU.

Rekor cabe paling pedas sedunia versi Guinness World Records dipegang oleh Carolina Reaper yang memiliki tingkat kepedasan 15-31 kali lipat dari cabe rawit.

Yang terjadi pada tubuh setelah makan cabe rawit

Capsaicin telah lama diketahui berpotensi meredakan rasa sakit serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Sudah banyak pula penelitian yang melaporkan efek capsaicin untuk mendorong kerja metabolisme tubuh hingga 5% lebih cepat untuk membakar lebih banyak lemak. Efek pembakaran kalori ini bahkan diketahui masih terus bekerja sampai 20 menit setelah Anda selesai makan.

Selain itu, capsaicin juga diyakini efektif untuk menurunkan kadar kolesterol jahat LDL sementara di waktu yang sama meningkatkan kadar kolesterol baik HDL dalam tubuh. Masih meragukan potensi manfaat makan makanan pedas?

Di sisi lain, meski bermanfaat, capsaicin juga berisiko menimbulkan efek samping yang menyebalkan. Makan cabe dapat membuat kebanyakan orang mengalami sakit perut atau mulas, mulut dan tenggorokan panas seperti terbakar, hingga hidung ingusan, berkeringat deras, hingga sampai menitikkan air mata. Ini karena capsaicin dapat memicu terjadinya iritasi sel pada membran mulut, lambung, tenggorokan, dan mata apabila dikonsumsi kebanyakan.

Kenapa capsaicin bisa menyebabkan berbagai reaksi tersebut?

Capsaicin adalah senyawa stimulan. Berbagai “gejala” fisik yang muncul setelah kita makan pedas muncul karena capsaicin bekerja merangsang saraf untuk meningkatkan suhu inti tubuh. Ketika Anda makan cabe rawit, maka sistem saraf pusat di otak bereaksi dengan cara melebarkan pembuluh darah di berbagai bagian tubuh.

Hal inilah yang memicu kulit jadi memerah dan bercucuran keringat saat kita “kepedesan”. Pelebaran pembuluh darah ini jugalah yang ikut memicu peningkatan produksi air liur di mulut dan ingus dalam hidung.

Dalam kasus “kepedesan” yang parah Anda mungkin juga jadi tuli sementara karena produksi air liur berlebih bisa menyebabkan penyumbatan lendir di saluran eustachius, yaitu saluran yang langsung menghubungkan tenggorokan dengan telinga.

Di sisi lain, capsaicin adalah senyawa asing bagi tubuh. Maka dari itu, berbagai reaksi “kepedesan” yang Anda alami sebenarnya juga sekaligus menjadi sistem pertahanan bawah sadar tubuh untuk melawan dan memperbaiki efek iritasi capsaicin yang merugikan.

Sistem imun tubuh Anda mendeteksi bahwa asupan capsaicin dari makanan pedas Anda sudah di luar batas toleransi sehingga harus dilawan.

Cara ampuh mengatasi kepedasan

Kandungan capsaicin dalam cabae rawit memang ampuh membuat nafsu makan meningkat. Tak heran hal ini membuat banyak orang makan makanan pedas dengan kalap tanpa mempedulikan sensasi yang muncul setelahnya.

Nah, jika Anda salah satu penyuka pedas tapi bingung bagaimana cara meredakan kepedasan setelahnya, tips dan trik jitu di bawah ini mungkin bisa membantu:

1. Minum susu

Susu merupakan salah satu makanan penghilang pedas yang ampuh. Menurut American Chemical Society, protein kasein yang terkandung dalam susu dapat membantu menggantikan senyawa capsaicin yang menempel pada saraf lidah Anda.

Anda juga bisa makan makanan dari produk turunan susu, seperti keju, yogurt, atau kefir untukmeredakan kepedasan dan sensasi terbakar yang muncul di dalam mulut.

2. Kunyah makanan lain

Ketika Anda kepedasan, segeralah kunyah makanan lain yang bertekstur agak keras seperti kerupuk, keripik, kue kering, atau bahkan nasi yang dikepal. Mengonsumsi makanan lain saat Anda sedang kepedasan bertujuan untuk memberikan sinyal berbeda agar reseptor di dalam mulut tidak menyerap senyawa capsaicin dengan cepat.

Anda juga bisa mengonsumsi makanan bertepung, seperti roti-rotian untuk meringankan kepedasan.

3. Makan makanan manis

Mengonsumsi makanan manis juga bisa jadi cara ampuh mengatasi kepedasan yang sedang Anda alami. Namun, jangan asal makan makanan yang manis. Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung pemanis tambahan. Alangkah baiknya, makan makanan manis alami dari madu.

Mengonsumsi satu sendok madu dapat membantu menyerap minyak pedas yang terkandung dalam capsaicin sehingga bisa meringankan rasa pedas yang Anda rasakan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sinar Matahari Pagi, Siang, dan Sore: Mana yang Paling Sehat?

Saat menjemur bayi yang baru lahir, atau sekadar berjemur meresapi sinar matahari pagi, Anda harus tahu kapan waktu yang terbaik untuk melakukannya.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Kentut adalah hal yang normal terjadi. Tapi apa yang jadi penyebab tubuh mengeluarkan kentut? Lalu, kenapa kentut bau dan berbunyi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Fakta Menarik Tentang Pusar Alias “Udel” Manusia

Tahukah Anda bahwa udel alias pusar ternyata termasuk salah satu zona sensitif secara seksual? Simak berbagai fakta lain tentang pusar manusia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat teh chamomile

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit