6 Cara Menjalani Hari Setelah Begadang Semalaman

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/09/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Begadang di malam hari jelas tidak sehat. Sudah banyak studi yang membuktikan bahwa begadang tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Tapi yang namanya tugas sekolah/kampus, kerjaan di kantor, atau sekadar aktivitas sosial bersama teman-teman kadang kala membuat kita harus begadang.

Dalam sebuah penelitian yang belum lama ini dilakukan di Korea Selatan, seperti dikutip Business Insider, orang yang kalau malam selalu begadang akan lebih berisiko terkena penyakit terkait gula darah tinggi (yang bisa juga memicu beberapa penyakit lainnya), dibandingkan orang yang tidak begadang.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, menemukan bahwa orang yang begadang memiliki kualitas tidur yang rendah dan berbagai kebiasaan tidak sehat seperti merokok, kebiasaan duduk terus, dan makan larut di malam hari. Sehingga mereka yang begadang ini memiliki lemak dalam darah dengan kadar tinggi. Sayangnya, kebanyakan yang begadang ini berusia lebih muda atau kebanyakan anak muda.

Orang yang begadang 1.7 kali lebih mudah terkena diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik, yang merupakan sejumlah gejala termasuk tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan terlalu banyak lemak perut dan kadar kolesteror abnormal, yang bisa terjadi bersamaan dan meningkatkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular lainnya. Di samping itu, orang yang begadang akan 3,2 kali lebih berisiko terkena sarcopenia (lemah otot) bila dibandingkan orang yang tidak begadang, kata Dr. Kim.

Tapi bagaimana jika begadang tidak bisa dihindari lagi, sementara tugas dan aktivitas rutin sudah menunggu keesokan harinya? Beberapa tips di bawah ini bisa Anda lakukan.

Setelah begadang bisa tidur sebentar

“Penangkal untuk yang kurang tidur, ya tidur,” kata Mark Rosekind, Ph.D., ahli manajemen keletihan yang juga memimpin program manajemen keletihan untuk National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Dalam studi yang dipimpin Rosekind, pilot dalam penerbangan transpasifik yang tidur sebentar dalam rata-rata 26 menit memiliki penyimpangan kinerja lebih rendah 34% dan menunjukkan tanda-tanda mengantuk setengahnya.

David Dinges, Ph.D., ketua divisi tidur dan kronobiologi di University of Pennsylvania mengatakan, tidur sebentar selama 10 menit saja ada manfaatnya. Otak Anda akan cepat bergerak menuju gelombang tidur yang lambat.

Namun, jika Anda tidur lebih lama yaitu sekitar 40-45 menit, Anda mungkin akan merasa pening waktu bangun. Ini disebut inersia tidur dan terjadi ketika Anda bangun dari tidur dalam. 

Minum kopi atau minuman kafein lainnya

Kopi atau minuman energi lainnya akan meningkatkan ketajaman Anda. Kebanyakan orang memerlukan sekitar 100-200 mg kafein, berdasarkan berat tubuhnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan Rosekind.

“Butuh waktu sekitar 15-30 menit untuk Anda merasakan efek kafeinnya dan manfaat tersebut akan berasa selama 3-4 jam. Jika dalam beberapa jam Anda tetap mengkonsumsi kafein, performa Anda akan berada pada tingkat yang bagus,” tutur Rosekind.

Berdiam di tempat penuh cahaya

Tubuh Anda akan bekerja berdasarkan siklus gelap dan terang, jadi cahaya terang akan memengaruhi tingkat kewaspadaan Anda sehari-hari, termasuk setelah begadang. Namun, kebanyakan orang akan mematikan lampu setelah begadang untuk tidur, padahal sebaiknya lampu tetap dinyalakan, atau biarkan cahaya matahari masuk agar tetap on.

“Setiap orang yang semakin lelah, mereka sering kali mematikan cahaya,” beber Dinges. Padahal, jika ingin tetap terjaga, berdiamlah di ruangan yang terang benderang.

Gerakkan tubuh Anda

Setelah begadang, Anda harus selalu menggerakkan tubuh Anda dengan olahraga kecil atau aktivitas lain agar darah Anda tetap mengalir dengan baik. Jika Anda berolahraga, Anda akan membuat otot dan otak Anda bekerja dengan baik. Bahkan meningkatkan aktivitas Anda atau terus mengobrol dengan orang lain pun bisa meningkatkan kewaspadaan otak.

“Namun bila Anda berhenti beraktivitas atau ngobrol, Anda akan merasa ngantuk lagi,” tutur Rosekind.

Hindari multitasking setelah begadang

Memori kerja Anda terganggu setelah tidak tidur karena begadang. Artinya, Anda tidak bisa mengerjakan banyak hal dan mengingatnya dalam pikiran dalam satu waktu, atau yang biasa disebut multitasking. Sebuah studi pada 40 orang dewasa muda yang bekerja selama 42 jam menunjukkan kapasitas kinerja ingatannya mengalami penurunan 38%.

Ketahui batasannya

Anda bisa mencoba untuk mencuci muka dengan air dingin atau membuka jendela atau membuat kamar Anda jadi lebih dingin. Anda akan merasa lebih baik setelah mandi dan berpakaian dengan rapi. Tapi tidak ada cara untuk membohongi tubuh dan pikiran Anda. Sekuat atau sesegar apapun Anda merasa, Anda tetap akan butuh tidur normal dan itu penting.

Kabar baiknya, setelah Anda tahu batasan diri Anda untuk begadang, ketika Anda akhirnya tidur lagi, Anda akan tidur lebih dalam dari biasanya, dengan lebih banyak gelombang tidur yang lambat.

“Lebih baik tidur sampai Anda bangun dengan sendirinya. Artinya Anda bisa tidur 9-10 jam, yang menjadi pemulihan sebenarnya dari waktu begadang Anda,” tandas Dinges.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

    Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Mengenal Time Blocking yang Bisa Jadi Alternatif Atasi Stres

    Time blocking akan membantu Anda lebih fokus pada pekerjaan dengan menyisakan waktu tertentu yang didedikasikan penuh untuk satu kegiatan.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Psikologi 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

    Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kode wadah plastik pada makanan atau minuman

    Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    manfaat bersepeda

    Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit