Tips Fingering yang Aman saat Foreplay dengan Pasangan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Menerapkan tips fingering yang aman dengan pasangan, tentu dapat memberikan rasa nyaman juga bergairah saat seks. Ada kalanya ketika hasrat sedang menggebu, sesi foreplay menjadi lebih berapi-api. Sehingga fingering yang terlalu ekstrim dapat meningkatkan risiko pada pasangan.

Agar seks tetap dapat dinikmati secara nyaman dan aman, simak tips fingering di bawah ini.

Begini tips aman fingering agar seks tetap menyenangkan

Meskipun terasa nikmat saat foreplay, perempuan bisa saja mengalami cedera ringan setelah fingering. Fingering merupakan stimulasi seksual dengan memasukkan jari ke dalam vagina.

Saat fingering terlalu “keras”, darah akan lebih banyak mengalir ke sekitar vagina. Hal ini dapat memicu pembengkakan pada vagina. Bengkak pada vagina dapat meninggalkan rasa sakit ringan hingga intens.

Fingering yang tidak aman juga bisa menimbulkan iritasi pada vagina. Umumnya, iritasi ditandai dengan gejala rasa sakit di sekitar serviks, gatal, serta sensasi terbakar pada vagina.

Namun, hal tersebut tentu dapat dihindari ketika Anda dan pasangan melakukan foreplay. Tentu foreplay dan seks masih dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Untuk itu, ketahui tips fingering secara aman saat foreplay.

1. Pastikan pasangan memotong kukunya

Butuh persiapan yang aman saat Anda melakukan foreplay dengan pasangan. Ada baiknya, pasutri memotong kuku terlebih dulu. Fingering dengan kuku yang panjang bisa saja melukai vagina pasangan.

Saat dilanda hasrat, rasanya agak sulit untuk mengontrol diri. Oleh karena itu, memotong kuku merupakan tips fingering yang wajib dilakukan pasangan, sebagai langkah preventif.

2. Cuci tangan terlebih dulu

Jangan lupakan tips fingering yang satu ini. Penting untuk cuci tangan sebelum melakukan sesi bercinta dengan pasangan. Saat fingering, tentu Anda melibatkan tangan dan jari-jari saat menyentuh organ intim pasangan.

Mencuci tangan dapat meminimalkan perpindahan bakteri yang ada pada tangan. Sehingga pasangan terhindar dari infeksi bakteri melalui sesi fingering.

3. Hentikan jika terasa sakit

Sesi foreplay yang intens terkadang membuat kegiatan fingering jadi menyakitkan. Berdiam diri sementara Anda merasakan sakit hanya meningkatkan risiko pembengkakan pada organ intim.

Tak ada salahnya Anda meminta pasangan untuk menghentikan fingering. Komunikasikan segera bila Anda merasa tidak nyaman. Sehingga seks dapat berlangsung nyaman tanpa rasa sakit yang berkelanjutan.

Menggunakan finger cots saat foreplay

Pernah dengar istilah finger cot? Finger cot dikenal juga sebagai kondom jari. Anda bisa melakukan tips ini dalam melakukan fingering bersama pasangan. 

Sama seperti fungsi kondom penis, kondom jari dapat memproteksi pasangan suami istri dari penyakit menular seksual, misalnya HPV. 

Kondom jari memiliki tekstur yang fleksibel. Bahkan, alat ini bisa meregangkan hingga seluas vibrator kecil dan terbuat dari lateks.

Sesuai dengan fungsi proteksinya, kondom jari juga dapat melindungi jari dan kuku yang kasar dan mungkin mencederai pasangan. Bagi suami yang memang memiliki kuku atau kutikula yang kasar, kondom jari ini dapat memberikan perlindungan secara maksimal.

Melansir laman Very Well Health, pemakaian kondom jari yang tidak sesuai dengan ukuran jari, memudahkannya terlepas saat melakukan fingering. 

Pada beberapa perempuan, pemakaian kondom jari mungkin terasa kurang nyaman. Karena mengurangi sensitivitas stimulasi vagina sehingga sesi foreplay menjadi kurang nyaman. Namun, setiap perempuan memiliki penilaian yang berbeda terhadap pemakaian kondom jari ini.

Tips fingering dengan menggunakan kondom jari dapat menjadi alternatif yang menarik agar foreplay tetap berjalan dengan asyik, nikmat, dan aman. 

Share now :

Direview tanggal: Desember 5, 2019 | Terakhir Diedit: November 22, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca