Tips Fingering yang Aman saat Foreplay dengan Pasangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/12/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Menerapkan tips fingering yang aman dengan pasangan, tentu dapat memberikan rasa nyaman juga bergairah saat seks. Ada kalanya ketika hasrat sedang menggebu, sesi foreplay menjadi lebih berapi-api. Sehingga fingering yang terlalu ekstrim dapat meningkatkan risiko pada pasangan.

Agar seks tetap dapat dinikmati secara nyaman dan aman, simak tips fingering di bawah ini.

Begini tips aman fingering agar seks tetap menyenangkan

Meskipun terasa nikmat saat foreplay, perempuan bisa saja mengalami cedera ringan setelah fingering. Fingering merupakan stimulasi seksual dengan memasukkan jari ke dalam vagina.

Saat fingering terlalu “keras”, darah akan lebih banyak mengalir ke sekitar vagina. Hal ini dapat memicu pembengkakan pada vagina. Bengkak pada vagina dapat meninggalkan rasa sakit ringan hingga intens.

Fingering yang tidak aman juga bisa menimbulkan iritasi pada vagina. Umumnya, iritasi ditandai dengan gejala rasa sakit di sekitar serviks, gatal, serta sensasi terbakar pada vagina.

Namun, hal tersebut tentu dapat dihindari ketika Anda dan pasangan melakukan foreplay. Tentu foreplay dan seks masih dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Untuk itu, ketahui tips fingering secara aman saat foreplay.

1. Pastikan pasangan memotong kukunya

Butuh persiapan yang aman saat Anda melakukan foreplay dengan pasangan. Ada baiknya, pasutri memotong kuku terlebih dulu. Fingering dengan kuku yang panjang bisa saja melukai vagina pasangan.

Saat dilanda hasrat, rasanya agak sulit untuk mengontrol diri. Oleh karena itu, memotong kuku merupakan tips fingering yang wajib dilakukan pasangan, sebagai langkah preventif.

2. Cuci tangan terlebih dulu

Jangan lupakan tips fingering yang satu ini. Penting untuk cuci tangan sebelum melakukan sesi bercinta dengan pasangan. Saat fingering, tentu Anda melibatkan tangan dan jari-jari saat menyentuh organ intim pasangan.

Mencuci tangan dapat meminimalkan perpindahan bakteri yang ada pada tangan. Sehingga pasangan terhindar dari infeksi bakteri melalui sesi fingering.

3. Hentikan jika terasa sakit

Sesi foreplay yang intens terkadang membuat kegiatan fingering jadi menyakitkan. Berdiam diri sementara Anda merasakan sakit hanya meningkatkan risiko pembengkakan pada organ intim.

Tak ada salahnya Anda meminta pasangan untuk menghentikan fingering. Komunikasikan segera bila Anda merasa tidak nyaman. Sehingga seks dapat berlangsung nyaman tanpa rasa sakit yang berkelanjutan.

Menggunakan finger cots saat foreplay

Pernah dengar istilah finger cot? Finger cot dikenal juga sebagai kondom jari. Anda bisa melakukan tips ini dalam melakukan fingering bersama pasangan. 

Sama seperti fungsi kondom penis, kondom jari dapat memproteksi pasangan suami istri dari penyakit menular seksual, misalnya HPV. 

Kondom jari memiliki tekstur yang fleksibel. Bahkan, alat ini bisa meregangkan hingga seluas vibrator kecil dan terbuat dari lateks.

Sesuai dengan fungsi proteksinya, kondom jari juga dapat melindungi jari dan kuku yang kasar dan mungkin mencederai pasangan. Bagi suami yang memang memiliki kuku atau kutikula yang kasar, kondom jari ini dapat memberikan perlindungan secara maksimal.

Melansir laman Very Well Health, pemakaian kondom jari yang tidak sesuai dengan ukuran jari, memudahkannya terlepas saat melakukan fingering. 

Pada beberapa perempuan, pemakaian kondom jari mungkin terasa kurang nyaman. Karena mengurangi sensitivitas stimulasi vagina sehingga sesi foreplay menjadi kurang nyaman. Namun, setiap perempuan memiliki penilaian yang berbeda terhadap pemakaian kondom jari ini.

Tips fingering dengan menggunakan kondom jari dapat menjadi alternatif yang menarik agar foreplay tetap berjalan dengan asyik, nikmat, dan aman. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kapan Boleh Melakukan Seks Anal Setelah Operasi?

    Seks setelah operasi tidak boleh sembarangan. Apalagi jika ingin mencoba seks anal. Lantas, kapan boleh kembali berhubungan seks setelah operasi?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 15/08/2018 . 4 menit baca

    4 Langkah Wujudkan Seks Oral yang Aman dan Nikmat Dengan Pasangan

    Seks oral bisa menyebarkan virus atau bakteri penyebab penyakit kelamin. Bagaimana cara mengajak pasangan melakukan seks oral yang aman?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 08/08/2018 . 4 menit baca

    Tips Aman Berhubungan Intim Meski Punya Osteoporosis

    Bagi orang osteoporosis, kegiatan Anda sehari-hari harus dilakukan dengan hati-hati. Tak terkecuali saat berhubungan seks. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji

    Apa Bisa Tertular Penyakit Kelamin Karena Menelan Sperma?

    Efek menelan sperma bisa jadi membahayakan jika pria yang spermanya Anda telan terinfeksi penyakit kelamin menular seksual. Berikut ulasan lengkapnya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 25/04/2018 . 4 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    menggunakan pelumas saat fingering

    Saat Fingering, Sebaiknya Menggunakan Pelumas Atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 20/12/2019 . 3 menit baca
    seks saat hamil kelahiran prematur

    Benarkah Seks Saat Hamil Membuat Ibu Melahirkan Prematur?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 24/07/2019 . 3 menit baca
    pasangan positif mengidap HIV

    Sudah Siap Menikah Tetapi Pasangan Ternyata Positif HIV? Jangan Sedih, Ini yang Perlu Anda Lakukan Kelak

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 24/11/2018 . 5 menit baca
    memasukkan jari ke vagina

    Meski Bisa Bikin Wanita Orgasme, Teknik ‘Main Jari’ Berbahaya Bagi Vagina

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 14/10/2018 . 2 menit baca