Pria dengan masalah disfungsi ereksi (impotensi) mungkin dihantui dengan ketakutan tidak bisa bercinta dengan maksimal atau adanya risiko penyakit berbahaya. Nah, untuk mengatasi penyakit yang satu ini, para dokter menemukan teknik mutakhir yang dipercaya aman tetapi ampuh: terapi shockwave atau terapi dengan gelombang kejut. Wah, pengobatan jenis apa lagi ini? Benarkah bisa mengobati impotensi? Simak penjelasan berikut!

Apa itu terapi shockwave?

Terapi shockwave atau juga dikenal dengan istilah terapi gelombang kejut adalah metode yang sudah lama digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit, tanpa perlu operasi. Biasanya terapi shockwave ditawarkan bagi pasien nyeri kronis, batu ginjaltendinitis, dan belakangan ini mulai digunakan untuk mengobati impotensi.

Tenang, Anda tak perlu takut dengan istilah gelombang kejut ini. Pasalnya, gelombang akustik yang dihasilkan oleh getaran ini skalanya cukup rendah. Anda tak perlu takut kesakitan saat prosedur ini dijalankan.

Cara kerja shockwave untuk mengobati impotensi

Sebelum menjawab bagaimana terapi shockwave bisa mengatasi impotensi, Anda perlu memahami dulu penyebab disfungsi ereksi. Untuk mencapai ereksi (tegang dan keras), penis megandalkan aliran darah. Sedangkan kalau darah tidak mengalir cukup keras dan banyak menuju penis, tentu Anda akan sulit ereksi meskipun sudah terangsang.

Nah, untuk mengatasi permasalahan tersebut, para ahli kesehatan seksual menemukan terobosan yaitu terapi shockwave. Energi dari gelombang akustik yang dihasilkan terapi ini mampu memicu proses yang disebut sebagai neovaskularisasi, yaitu pembentukan pembuluh darah baru. Ketika terjadi pembentukan pembuluh darah baru di area penis, maka aliran darah Anda menuju penis pun jadi makin lancar.

Pengobatan disfungsi ereksi dengan energi gelombang akustik ini dilakukan tanpa pembedahan, suntik, atau bius apapun. Dokter akan menempelkan alat khusus yang sudah dilumuri gel ke beberapa titik di sekitar penis. Biasanya prosedur terapi shockwave memakan waktu lima belas sampai dua puluh menit.

Apakah terapi shockwave aman dan ampuh?

Jangan khawatir, prosedur ini aman dan sudah teruji klinis ampuh mengatasi masalah disfungsi ereksi. Hasil terapi yang dicatat dalam penelitian oleh European Association of Urologi juga menjanjikan. Menurut penelitian tersebut, sejumlah 72 persen pasien berhasil melakukan penetrasi vagina setelah menjalani terapi shockwave.

Seorang spesialis urologi dari Spire Manchaster Hospital di Inggris, dr. Vijay Sangar juga menjamin keamanan terapi ini. Ia juga memaparkan bahwa tingkat keberhasilan terapi shockwave mencapai dua pertiga dari seluruh pasien yang ditanganinya.

Namun, melansir dari International Society for Sexual Medicine, pria impoten yang sudah cukup parah mungkin tak bisa mengandalkan terapi shockwave saja. Dokter biasanya masih memberikan resep obat minum.

Perbedaan terapi shockwave dengan pengobatan disfungsi ereksi lainnya

Jika dibandingkan dengan obat impotensi lain seperti minum obat kuat (Viagra atau Cialis), implan penis, dan suntik, terapi shockwave dinilai lebih unggul. Pasalnya, sekali menjalankan prosedur ini saja Anda bisa mendapatkan hasil dalam jangka panjang. Sedangkan dengan minum obat kuat atau suntik, ereksi hanya akan bertahan selama beberapa saat.

Sementara itu, terapi shockwave mampu meningkatkan kemampuan penis untuk mencapai ereksi secara mandiri. Ini karena prosedur terapinya menyasar pada masalah yang sangat spesifik, yaitu aliran darah menuju penis.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca