4 Tanda Pasangan Tidak Dewasa dan Punya Sifat Kekanak-kanakan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Usia tidak menjamin seseorang memiliki sifat yang dewasa atau tidak. Orang yang tidak dewasa dan punya sifat kekanak-kanakan biasanya tidak bisa menyelesaikan masalah secara mandiri. Sangat tidak bisa diandalkan, bukan? Bila Anda memiliki hubungan dengan orang yang tidak dewasa seperti ini, kemungkinan besar tidak akan bertahan lama.

Mungkin Anda sedikit menyadari bahwa selama ini Anda menjalin hubungan dengan orang yang tidak dewasa, tapi tidak menghiraukannya. Agar lebih yakin, simak tanda-tandanya berikut ini.

Tanda-tanda Anda berpacaran dengan orang yang tidak dewasa

1. Selalu Anda yang diandalkan

pasangan yang pasif agresif

Orang yang memiliki sifat dewasa akan melakukan segala sesuatunya secara mandiri. Ia akan berusaha keras untuk tidak menyusahkan orang lain.

Nah, berbeda dengan orang yang kekanakan yang biasanya membutuhkan dan mengandalkan bantuan orang lain ―terutama orang-orang terdekatnya― dalam mengerjakan sesuatu walaupun itu adalah hal-hal yang biasa.

Bila pasangan Anda tidak bisa menyelesaikan sesuatu dengan benar. Kemudian, selalu Anda yang berusaha untuk menyelesaikannya. Selalu Anda yang mengingatkan apapun yang dibutuhkannya. Ini bisa jadi pertimbangan bahwa pasangan Anda adalah seorang yang tidak dewasa.

2. Anda sering mengomel

cara kompromi dengan pasangan

Seorang yang dewasa akan memikirkan terlebih dahulu apapun yang dilakukan. Apalagi hal tersebut berkaitan dengan perasaan Anda. Namun, itu tidak menjamin jika dia bersih dari kesalahan.

Akan tetapi yang menjadi pertimbangan adalah seberapa sering pasangan Anda membuat kesalahan, membuat Anda kesal dan kecewa. Bila Anda menyadari bahwa pasangan Anda sering membuat kesal dan kecewa sehingga berulang kali pula Anda harus mengingatkannya, bisa jadi pasangan Anda bukanlah orang yang dewasa.

3. Mengelak jika bersalah

bertengkar dengan pasangan

Selain itu, orang yang dewasa biasanya akan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, tetap tenang, dan mengakui kesalahan jika memang bersalah. Berbeda dengan orang yang kekanak-kanakan. Mereka sering berbuat kesalahan, tapi tidak mau mengakuinya dan malah menimpakannya pada orang lain.

Untuk mengetahui apakah pasangan Anda orang kekanakan atau tidak, coba perhatikan bagaimana responnya saat Anda mengingatkannya dengan kesalahan yang pernah ia lakukan.

Jika dia tidak menanggapi Anda dengan serius, malah cenderung meresponsnya dengan lelucon, atau berbalik mengomel pada Anda, bisa jadi ia tidak ingin disalahkan atau tidak ingin bertanggung jawab.

Namun ingat, Anda juga jangan mengomel untuk hal-hal yang terlalu sepele, ya.

4. Kurang romantis

Seorang yang dewasa tahu dengan baik bagaimana memperlakukan pasangan dengan cara yang dewasa. Tentunya dia mampu membangun suasana yang romantis dan nyaman ketika bersama.

Namun, bila pasangan Anda memiliki sifat kekanak-kanakan, ia lebih mementingkan kesenangannya sendiri. Sikapnya ini membuat Anda berpikir bahwa pasangan Anda kurang romantis sehingga Anda merasa tidak nyaman dan menyenangkan saat bersama dengannya. Intinya, harus Anda yang menuruti apa kemauannya.

Bagaimana menghadapi pasangan yang memiliki sifat kekanak-kanakan?

Setelah membaca penjelasan sebelumnya, coba Anda pikirkan kembali bagaimana cara Anda memperlakukan pasangan Anda. Apakah benar terlihat seperti seorang pacar? Dibanding pacar, cara Anda memperlakukannya lebih mirip yang dilakukan oleh seorang pengasuh.

Bila pasangan Anda memang memiliki sifat demikian, perlu trik khusus untuk menghadapinya. Dilansir dari Very Well, cara ampuh untuk menghadapi pasangan yang tidak dewasa dan punya sifat kekanak-kanakan adalah mengubah cara Anda memperlakukannya dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Bicarakan dengan pasangan mengenai hal ini terlebih dahulu. Perhatikan adakah perubahan setelahnya atau tidak.
  • Bila tidak berefek, jangan biarkan diri Anda mengkritik atau mengoreksi jika pasangan Anda berbuat salah. Biarkan pasangan Anda menghadapi konsekuensinya tersebut. Ini membuatnya lebih jera dan lebih berhati-hati dalam melakukan suatu tindakan.
  • Sebisa mungkin menolak ketika pasangan Anda mengandalkan suatu hal pada Anda padahal hal tersebut bisa diatasi oleh satu orang saja. Ini mengajari pasangan Anda untuk bersikap mandiri dan tidak terus mengandalkan kerja keras orang lain.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca