Mungkinkah Sifat Seseorang Berubah Setelah Menikah? Ini Bukti Penelitiannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebelum menikah, setiap orang tentu sudah punya pola kepribadian dan sifat-sifat yang khas. Pola kepribadian dibentuk dari asuhan atau didikan yang diperoleh sepanjang hidup setiap orang. Nah, di dalam pernikahan, dua orang dengan kepribadian yang bisa jadi jauh berbeda akan disatukan menjadi paket yang tak terpisahkan. Oleh karena itu, jika Anda memutuskan untuk mengikat janji pernikahan, bersiaplah juga untuk menjalani perubahan-perubahan dalam kehidupan Anda. Perubahan ini bisa jadi datang dari dalam diri Anda sendiri, yaitu perubahan sifat setelah menikah. Mungkinkah sifat atau watak seseorang berubah setelah menikah? Cari tahu jawabannya di sini, yuk.

Apa yang bisa membuat seseorang berubah setelah menikah?

Banyak hal bisa terjadi, seperti berubahnya cara pandang Anda terhadap pasangan. Ia bukan lagi seorang kekasih melainkan pasangan hidup. Cara Anda bekerja juga bisa menjadi berbeda, dulu kerja hanya untuk kebahagiaan pribadi dan mungkin untuk beberapa orang untuk orangtua juga, tapi setelah menikah bekerja juga untuk membiayai kehidupan bersama.

Cara bertengkar pun bisa ikut berubah setelah menikah. Kedewasaan mulai timbul dalam berumah tangga dan semakin berpikir rasional dalam menghadapi pasangan. Selain itu, cara Anda melihat masa depan juga akan berbeda dengan apa yang Anda pikirkan saat masih sendiri. Memikirkan tempat tinggal bersama, kebutuhan anak, pendidikan anak, dan lain sebagainya. Banyak sekali yang akan terjadi dalam pernikahan Anda. Bahkan tidak hanya hal-hal tersebut, kepribadian Anda pun bisa menjadi ikut berubah setelah menikah karena faktor-faktor di atas.

Apakah benar menikah bisa mengubah kepribadian?

Menurut penelitian, menikah membuat Anda jadi orang yang lebih pemaaf sekaligus meningkatkan kemampuan untuk mengendalikan diri. Peneliti dari Tilburg University di Belanda ini berpendapat bahwa kedua kualitas ini penting bagi rumah tangga yang bahagia.

Namun, apa yang dimaksud memaafkan dan mengendalikan diri dalam penelitian ini? Memaafkan merupakan keputusan untuk melepaskan perasaan menerima terhadap perlakuan seseorang. Dengan memaafkan, Anda berusaha mengurangi perasaan negatif terhadap orang lain.

Sedangkan pengendalian diri merupakan kemampuan untuk mengelola pikiran, perasaan, dan dorongan yang dirasakan dengan memberikan respon yang tepat. Pengendalian diri bisa mencegah Anda terbawa emosi, sementara memaafkan membantu Anda untuk terus melanjutkan hubungan yang harmonis dari waktu ke waktu bersama pasangan Anda.

Penelitian tersebut melibatkan 200 pengantin baru dan menemukan bahwa pengendalian diri dan sifat memaafkan meningkat di antara pasangan setelah menikah empat tahun lamanya. Pada penelitian ini, sejak tiga bulan menikah, pengantin baru disajikan dengan serangkaian pernyataan tentang kemampuan memaafkan dan mengendalikan diri.

Contoh pernyataannya yaitu, “Ketika pasangan saya salah, saya memaafkan dan melupakannya saja.”

Peserta diminta untuk memberi skor sejauh mana mereka setuju dengan pernyataan tersebut. Lalu empat tahun kemudian, para peneliti memberikan pernyataan yang sama pada para peserta. Nah, hasilnya menunjukan bahwa memang ada peningkatan kemampuan mengendalikan diri serta munculnya sifat pemaaf

Menurut peneliti, ini bisa disebabkan oleh tumbuhnya komitmen pasangan terhadap satu sama lain, seiring berjalannya waktu. Ketika pasutri semakin merasakan adanya ketertarikan dan keinginan untuk menjalin hubungan jangka panjang, mereka akan menjadi lebih terdorong untuk saling memaafkan.

komunikasi dalam seks

Tidak semua orang akan berubah setelah menikah

Menurut Profesor Andrew Christensen dari UCLA, kepribadian seseorang belum tentu berubah seutuhnya pada pasangan yang telah menikah. Sehingga tidak heran dalam rumah tangga pasti muncul konflik. Entah itu konflik besar atau kecil akibat perbedaan pandangan. Ada saja orang yang tidak bisa mengubah wataknya meskipun mereka mencoba, dan sia-sia saja jika Anda menuntut pasangan agar mengubah wataknya tersebut.

Saat menikah, dari awal setiap orang harus bisa menerima pribadi pasangannya. Anda mungkin bisa mendorong perubahan dalam kehidupannya, tapi tidak bisa mengubah watak yang sudah dibentuk sejak kecil dan bahkan sejak belum bertemu dengan Anda. Hanya pasangan Anda sendirilah yang bisa mengubah dirinya. Begitu juga hanya Anda sendirilah yang bisa mengubah diri Anda. Pasangan hanya hadir untuk membantu proses perubahan, bukan menjadi kunci perubahan itu sendiri. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pria sulit menangis

Alasan Psikologis Mengapa Pria Lebih Sulit Menangis Dibanding Wanita

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit