Bisakah Sariawan Menular Lewat Ciuman?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/02/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sariawan merupakan salah satu kondisi yang sering terjadi pada banyak orang. Terkadang rasa sakit akibat sariawan menimbulkan rasa tak nyaman, terutama saat mengonsumsi beberapa makanan dan minuman. Meski biasanya tidak menular dan akan hilang dalam beberapa hari, bagaimana jika orang yang terkena sariawan mencium orang lain? Apakah sariawan dapat menular lewat ciuman tersebut?

Apakah sariawan dapat menular lewat ciuman?

Sebenarnya, penularan sariawan bergantung pada jenis dan penyebab dari sariawan yang diderita.

Sariawan sendiri adalah luka yang terdapat pada mulut. Kemunculannya bisa terjadi di mana saja, mulai dari bibir bagian dalam, langit-langit mulut, gusi, lidah sampai tenggorokan. Namun pada beberapa kasus, sariawan bukanlah sekadar luka biasa. Sariawan juga bisa menjadi pertanda dari gangguan kesehatan yang lainnya.

Berikut akan dijelaskan tiga kondisi umum yang dapat menyebabkan sariawan serta kemungkinannya menular lewat ciuman.

1. Sariawan aphthous stomatitis tidak menular lewat ciuman

mencegah sariawan saat puasa

Aphthous stomatitis merupakan jenis sariawan yang paling umum dan lebih sering diderita perempuan. Luka yang ditimbulkan pun berbeda-beda, inilah jenisnya:

  • Sariawan kecil. Sariawan ini ditandai dengan lingkaran kecil berwarna putih dengan warna merah di tepinya. Luka sariawan ini tidak akan meninggalkan bekas dan bisa hilang dalam dua minggu tanpa diobati.
  • Sariawan besar. Bentuknya serupa dengan sariawan kecil, tapi dengan ukuran yang lebih besar mencapai satu sentimeter. Sariawan ini akan lebih lama disembuhkan dan menimbulkan rasa sakit yang membuat Anda tidak nyaman saat makan atau minum.
  • Sariawan herpetiform. Sariawan jenis ini berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang dapat menyatu menjadi area luka yang besar. Jenis luka ini paling jarang terjadi.

Sariawan jenis ini tidak akan menular lewat ciuman, karena kemunculannya datang dari faktor internal tubuh Anda sendiri seperti kurangnya asupan nutrisi seperti B12 dan zat besi atau masalah autoimun. Sariawan juga bisa muncul karena iritasi akibat tergigit dan menggosok gigi terlalu keras.

2. Cold sore

penyakit herpes

Cold sore merupakan kondisi yang muncul sebagai salah satu gejala penyakit herpes simplex. Biasanya, cold sore disebabkan oleh infeksi virus HSV-1. Sedikit berbeda dengan sariawan biasa, luka yang ditimbulkan karena penyakit ini berupa lepuhan berwarna merah yang nantinya akan pecah dan mengering. Sariawan biasanya akan sembuh dalam waktu seminggu atau lebih beberapa hari.

Jika sariawan yang Anda alami adalah dampak dari penyakit herpes, ciuman sebaiknya tidak dilakukan. Virus HSV-1 dapat menular dengan mudah melalui ciuman. Anda juga tidak boleh berbagi peralatan makan dan sikat gigi dengan orang lain.

3. Chancres sores

penyebab lidah sariawan

Chancres sores adalah sariawan yang timbul sebagai salah satu gejala awal dari infeksi penyakit sifilis. Berbeda dengan herpes, sariawan akibat sifilis ini menular lewat ciuman dan tidak terasa sakit sehingga banyak orang yang kerap salah mengira bahwa sariawan yang diderita merupakan jenis sariawan biasa.

Hal ini juga yang membuat penyakit sifilis sering kali terlambat untuk dideteksi. Ketika Anda melakukan ciuman dengan orang yang sedang sariawan akibat sifilis, Anda tidak akan langsung merasakan efek penularannya. Gejala biasanya baru muncul setelah 2-4 minggu terinfeksi bakteri.

Walaupun penularan sifilis melalui ciuman jarang terjadi, Anda tetap memiliki risiko terpapar bakteri. Apalagi jika ciuman yang dilakukan adalah deep atau french kissing. Risiko tertular sifilis yang dapat menimbulkan sariawan di mulut ini akan semakin meningkat.

Kesimpulannya, sariawan tidak akan tertular lewat ciuman jika penyebabnya adalah masalah internal pada kesehatan Anda. Namun, jika sariawan merupakan dampak yang ditimbulkan dari virus atau bakteri, melakukan ciuman malah akan menimbulkan masalah kesehatan lain.

Bila Anda tidak yakin akan jenis sariawan yang diderita, sebaiknya hindari melakukan ciuman dengan pasangan agar tidak menular. Tidak hanya sariawan, Anda juga sebaiknya tidak berciuman saat menderita penyakit yang mudah ditularkan seperti flu atau batuk.

Dengan ciuman intim selama 10 detik saja, Anda sudah bertukar sebanyak 80 juta bakteri dengan pasangan. Pastikan kesehatan dan kebersihan mulut Anda berdua sedang dalam kondisi yang baik ketika melakukannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 6 menit