4 Langkah Bijak Menghadapi Pasangan yang Bau Mulut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31/07/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang memilih “telan pahit” ketimbang berbicara jujur saat menghadapi pasangan yang punya masalah bau mulut. Sekuat apa pun Anda bertahan, bau mulut sangat mungkin memengaruhi kemesraan Anda dengan pasangan. Namun, jangan khawatir. Anda dapat memberi tahu pasangan bahwa bau mulut mereka cukup mengganggu dengan pendekatan yang bijak.

Pasangan bau mulut? Coba cara ini!

Berikut sejumlah cara bijak yang bisa dilakukan untuk menghadapi pasangan yang bau mulut.

1. Jujur saja

mencari pasangan mirip orangtua

Bau mulut adalah masalah yang sensitif. Rasanya hampir setiap orang tidak siap menerima kenyataan bahwa bau mulut mereka tak sedap.

Namun, Anda tetap harus berkata jujur di depan pasangan. Jangan biarkan uneg-uneg ini Anda simpan sendiri. Apalagi bila masalah ini sampai membuat Anda enggan untuk mencium, memeluk, atau berhubungan seks dengan pasangan.

Daripada si dia harus mendengar dari bos atau teman-temannya, lebih baik bila mendengarnya langsung dari mulut Anda, ‘kan?

2. Cari faktor pemicunya

salah paham dengan pasangan

Anda memang harus berkata jujur, tapi pastikan cara Anda melakukannya tepat.

Sebelum memberi tahu pasangan, sebaiknya Anda mengetahui apa penyebab bau mulutnya. Pasalnya, bau mulut dapat dipicu oleh banyak faktor. Selain kebersihan mulut yang buruk, bau mulut juga bisa disebabkan karena pasangan jarang minum air putih.

Kenapa? Asupan cairan yang rendah dapat menyebabkan mulut kering. Jika mulut kering, maka bakteri dan kuman lebih mudah untuk berkembang biak di dalam mulut. Nah, bakteri dan kuman inilah yang menyebabkan bau tidak sedap.

Makanan yang dimakan pasangan juga bisa jadi penyebab bau mulut. Coba teliti lagi, apa pasangan Anda penggemar berat jengkol, petai, durian, atau bawang putih? Jika ya, bau tak sedap yang keluar dari mulutnya bisa jadi berasal dari berbagai jenis makanan tersebut.

Di sisi lain, masalah medis tertentu juga bisa menyebabkan bau mulut tak sedap. Bau mulut karena gejala dari kondisi medis biasanya sangat tidak sedap dan cenderung tidak bisa hilang begitu saja.

3. Bicaralah dengan hati-hati

Sudah bekali diri dengan sejumlah informasi penyebab bau mulut? Kini saat Anda bersiap untuk berbicara langsung di depan pasangan.

Meski pasangan Anda orang yang humoris, Anda tetap harus berhati-hati ketika mengajaknya bicara soal hal sensitif ini. Pikirkan dengan baik setiap kata-kata yang akan keluar dari mulut Anda.

Pastikan Anda tidak membahas masalah ini di depan orang lain. Ajaklah pasangan bicara berdua di waktu senggang. Jangan langsung mengkritik, menyerang, atau memojokkan pasangan. Mulailah percakapan dengan intonasi yang lemah lembut dan kata-kata yang positif.

Misalnya begini, “Eh, aku punya rekomendasi obat kumur bagus, lho! Cobain deh, dijamin napas kamu jadi lebih segar kalau habis pakai obat kumur ini.”

4. Ajak pasangan ke dokter gigi

dokter kandungan yang bagus

Barang kali pasangan Anda sudah tahu bahwa dirinya punya bau mulut yang mengganggu. Namun, karena malu maka ia enggan untuk periksa ke dokter gigi.

Padahal, periksa ke dokter gigi merupakan langkah bijak untuk mengobati bau mulut. Maka itu, jangan ragu mengajak pasangan ke dokter gigi untuk memeriksakan kesehatan mulutnya. .

Dokter gigi akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab bau mulut yang dimiliki pasangan. Dokter juga akan memberi tahu cara merawat dan membersihkan gigi dengan baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Mulut Tak Bau, Haruskah Sikat Gigi Lebih Sering Selama Puasa?

Sering menyikat gigi tidak menjamin kesegaran atau terhindar dari bau mulut saat puasa. Baca rekomendasi frekuensi sikat gigi saat puasa di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Frekuensi sikat gigi saat puasa dan pemilihan pasta gigi yang tepat dapat menjaga kesegaran mulut dan meminimalisasi bau mulut saat puasa
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Menjaga Mulut Tetap Segar Saat Puasa di Bulan Ramadan

Kondisi mulut saat puasa mungkin terasa kurang segar. Untuk menghindari hal ini, berikut tips yang dapat Anda lakukan agar mulut tetap segar saat puasa!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
mulut segar saat puasa
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Senang Makan Jengkol Saat Puasa? Ini 5 Tips Supaya Mulut Tetap Segar

Sebenarnya sah-sah saja untuk makan jengkol atau petai saat sedang puasa. Namun, pastikan Anda tahu tips menjaga agar aroma mulut tetap segar.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhubungan seks setelah operasi caesar

Berhubungan Seks Setelah Operasi Caesar, Wajarkah Bila Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit