Dengan segala perhatian yang ditumpahkan pada area di bawah sana, usut punya usut ternyata tak semua pria paham benar tentang anatomi alat kelaminnya sendiri. Padahal, mengakrabkan diri dengan anggota tubuh sendiri adalah hal penting. Pasalnya, begitu suatu saat nanti Anda mencurigai adanya keanehan yang tiba-tiba muncul, seperti benjolan atau ruam kemerahan, Anda sudah terlebih dulu memiliki gambaran awal tentang standar normal tubuh Anda.

Cari tahu semua informasi mendetail tentang anatomi penis di sini.

Seperti apa anatomi penis?

Anatomi penis tampak samping (sumber: Teach Me Anatomy)
Anatomi penis tampak samping (sumber: Teach Me Anatomy)

Penis adalah organ seks laki-laki yang mencapai ukuran penuhnya selama masa puber. Secara umum organ seks ini terdiri dari tiga bagian utama, pangkal atau akar (radix), batang (corpus), dan kepala (glans). Seperti namanya, radix merupakan bagian paling atas.

Radix tidak terlihat dari luar karena terletak di dalam kantung perineum dangkal di dasar panggul. Radix mengandung tiga jaringan ereksi, yaitu sepasang crus (dua kaki) di masing-masing sisi yang mengapit gelembung penis (bulb), serta dua otot pengikat (ischiocavernosus dan bulbospongiosus). Permukaan kulit yang melindungi pangkal penis biasanya diselimuti rambut kemaluan.

Anatomi batang penis (sumber: Teach Me Anatomy)
Anatomi penis (sumber: Teach Me Anatomy)

Ketiga jaringan ereksi menjalar terus di sepanjang batang Mr P. Batang penis adalah batangan panjang yang menjembatani akar dengan kepala penis, bergantung dari tulang kemaluan. Tubuh penis memiliki dua sisi permukaan.

Tampak depan yang terlihat ketika alat kemaluan sedang “istirahat”, disebut dorsal, dan ventral atau uretral (sisi batang yang mengarah ke dalam/testis). Dua buah crus yang mengakar dari pangkal alat kemaluan bergerak ke depan untuk membentuk corpora cavernosa.

Corpora cavernosa adalah dua buah tabung di kedua sisi alat kemaluan yang terisi darah saat ereksi. Dua tabung ini dipisahkan oleh septum alias tulang. Meski begitu, tabung ini umumnya tak seutuhnya terpisah.

Dalam batang alat kelamin pria, bulb membentuk corpus spongiosum yang terletak di tengah. Saluran kemih sendiri berada di dalam corpus spongiosum.

Anatomi penis tampak samping (sumber: WebMD)
Anatomi penis tampak samping (sumber: WebMD)

Ujung dari corpus spongiosum membesar untuk membentuk kepala penis yang berbentuk kerucut, yang juga membalut pasangan corpora cavernosa. Di ujung kepala alat kelamin pria terdapat lubang saluran uretra untuk mengeluarkan urin dari dalam tubuh.

Pada pria yang tidak disunat, kepala alat kelaminnya terlapisi oleh jaringan lembab berwana merah muda yang disebut mucosa, yang terlindungi oleh kulit kulup. Sementara pada pria yang disunat, kulit kulup diangkat sehingga mukosa di kepala penisnya berubah menjadi kulit kering.

Ada dua jenis penis

Penis sebenarnya terbagi menjadi dua jenis. Jenis pertama disebut grower yang biasanta terlihat kecil saat “layu” tapi bisa membesar dan memanjang secara dramatis saat ereksi.

Sementara jenis shower alias “si tukang pamer” umumnya memang tampak besar meski saat layu, tapi tidak pertambahan besarnya tidak begitu dramatis saar ereksi.

Sebuah survei dari Men’s Health melaporkan bahwa 79 persen pria memiliki penis grower, sementara 21 persen lainnya memiliki jenis shower.

Selain itu, warna kulit penis Anda bisa berbeda dengan rona kulit bagian tubuh lainnya. Ini karena pigmen (zat alami pewarna kulit) dalam kulit kemaluan lebih kaya daripada di kulit bagian tubuh lainnya. Itu sebabnya mungkin alat kemaluan pria umumnya berwarna satu-dua nada lebih gelap daripada kulit perutnya.

Bagaimana proses ejakulasi air mani saat orgasme?

Untuk mencapai ejakulasi, pria membutuhkan sebuah rangsangan dengan melihat atau merasakan sesuatu yang membangkitkan gairah seksual. Sinyal ini mendorong otak untuk mengirim pesan saraf melalui sumsum tulang belakang menuju alat kemaluan, kemudian menyebabkan corpora cavernosa melemas untuk memungkinkan lebih banyak darah mengalir masuk dan mengisi ruangan kosong di dalamnya.

Aliran darah yang deras ini kemudian menciptakan tekanan, sehingga alat kelamin pria membengkak dan mengeras. Membesar dan mengerasnya alat kelamin pria inilah yang disebut dengan  ereksi. Di saat pria mengalami ereksi, skrotum (buah zakar) tertarik ke dalam tubuh untuk mempersiapkan air manis dan otot-otot seluruh tubuh menegang.

Namun, sebelum air mani disemprotkan, sperma matang harus lebih dulu diangkut keluar dari “gudang”, yaitu epididymis, melalui selang pengangkut vas deferens untuk dikumpulkan di ujung saluran uretra di kepala organ kelamin.

Selama perjalanannya, kloter sperma segar ini melewati beberapa pos penting, seperti vesikulas seminalis dan prostat yang masing-masingnya mengeluarkan cairan khusus untuk mengencerkan sperma dan menciptakan cairan lengket putih susu yang kita kenal sebagai air mani.

Air mani berkumpul di bagian belakang kepala organ kelamin, tepatnya di ujung corpus spongiosum. Ketika air mani memenuhi uretra, tekanan dari kontraksi otot terus mendesak lebih banyak cairan ke depan. Di saat ini, kandung kemih otomatis menyegel bukaan urin guna mencegah aliran balik air mani ke dalam tubuh. Reaksi penutupan kandung kemih ini jugalah yang merupakan alasan mengapa urin tidak ikut muncrat keluar bersama dengan air mani saat pria orgasme.

Sementara itu jalur keluar-masuk tersegel rapat, sehingga air mani yang terus masuk akhirnya membuat uretra membengkak dua kali lipat dari diameter aslinya. Ini menandakan bahwa air mani siap dilepaskan. Seluruh proses ini disebut emisi alias ejakulasi, yang setidaknya memakan waktu selama tiga detik.

“Jarak tembak” air mani bisa melesat sampai satu meter

Masih ingat dengan dua otot pengikat, ischiocavernosus dan bulbospongiosus? Bersama-sama, kedua otot ini menciptakan gaya memompa setelah menerima sinyal dari saraf di pangkal tulang belakang untuk menyemprotkan air mani keluar dari dalam tubuh dengan kecepatan yang luar biasa.

Yang lebih mengejutkan, sering kali semprotan air mani pertama saat pria berhasil ejakulasi begitu kuat sehingga bisa melesat sampai satu-dua meter di udara.

Setelah selesai ejakulasi pertama, otot-otot organ seks pria masih akan terus berkedut dan berkontraksi untuk menindaklanjuti respon ejakulasi selama tiga-empat kali sampai akhirnya berhenti total.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca