Benarkah Merokok Bisa Membuat Penis Lebih Pendek?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/06/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Seperti yang sering kita lihat di iklan-iklan rokok, merokok dapat menyebabkan impotensi. Ya, bagi para pria, nikotin dapat menyebabkan kesulitan ereksi. Namun, selain menyebabkan impotensi, katanya merokok juga bisa membuat penis lebih pendek. Wah, benarkah?

BACA JUGA: 7 Cara Agar Anda Tidak Impoten Saat Sudah Tua Nanti

Apakah merokok bisa membuat ukuran penis lebih pendek?

Merokok dapat menyebabkan kanker paru, itu adalah fakta yang tidak bisa dihindari lagi. Begitu juga dengan impotensi, tapi bagaimana dengan ‘memendekkan penis’? Ternyata itu juga benar adanya.

Loh, memangnya ukuran penis bisa berubah saat kita sudah melewati masa puber? Faktanya pertumbuhan penis memang berhenti setelah masa puber berakhir. Setiap orang memiliki waktu yang berbeda-beda, beberapa laki-laki mungkin akan memiliki ukuran penis yang tetap pada usia 16 tahun, beberapa lainnya mungkin memiliki waktu yang lebih lama.

Bagaimana rokok bisa mempengaruhi ukuran penis?

Jadi bagaimana bisa merokok sebabkan ukuran penis menjadi lebih pendek? Beberapa penelitian memang membuktikan pernyataan tersebut. Sebenarnya yang memendek di sini adalah ukuran penis saat ereksi. Ukuran tersebut mengalami penyusutan akibat zat-zat yang terkandung dalam rokok. Salah satu contohnya adalah nikotin.

Saat nikotin terhirup (baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif), zat tersebut akan masuk ke dalam pembuluh darah. Sedangkan untuk terjadinya ereksi, Anda memerlukan pembuluh darah (arteri) yang sehat, agar bisa melebar, sehingga darah pun akan mengalir ke penis. Darah tersebut akan terjebak di corpora cavernosa (bagian pada penis) dan ereksi pun terjadi.

Nah, apa hubungan antara nikotin dan pembuluh darah? Nikotin dapat menyebabkan pengerasan arteri dan merusak kelenturan pembuluh darah. Peneliti menemukan kerusakan kelenturan pembuluh darah tidak hanya terjadi di paru-paru dan jantung, tetapi juga di penis. Hasilnya, ereksi Anda akan menjadi lebih pendek karena pembuluh darah tidak dapat melebar sebagaimana normalnya. Anda tentu tidak mau, bukan, ukuran penis menyusut akibat kepulan asap rokok yang Anda hirup?

BACA JUGA: 10 Makanan yang Membantu Mengatasi Impotensi

Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian Boston University School of Medicine yang melibatkan 200 orang laki-laki, hasilnya disimpulkan bahwa perokok memiliki ukuran penis saat ereksi yang lebih pendek dibandingkan dengan yang tidak merokok. Meskipun Anda masih bisa ereksi, Anda tetap tidak mendapatkan ukuran yang maksimal saat mendapat rangsangan.

Tentu hal ini akan menjadi masalah bagi Anda dan hubungan percintaan Anda. Ukuran yang menyusut akan mempengaruhi kondisi psikologis Anda, sehingga berbagai masalah psikologis pun mulai muncul. Lama-lama, kondisi ini juga dapat memicu sulit ereksi atau disfungsi ereksi.

Rokok juga menurunkan kualitas sperma

Ya, selain penyusutan ukuran saat ereksi, merokok dapat mempengaruhi kualitas sperma. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur. Sperma menjadi tidak bisa bertahan untuk melakukan perjalanannya mencapai sel telur.

Sel sperma membawa dua protein yang disebut protamine 1 dan protamin 2. Namun berdasarkan Mohamad Eid Hammadeh, PhD, dosen kebidanan dan ginekologi di University of the Saarland, Jerman, yang dikutip oleh webMD, menyebutkan rata-rata perokok hanya membawa protamin 2 saja. Ketidakseimbangan tersebut membuat sperma menjadi rentan terhadap kerusakan.

Meskipun sel sperma berhasil menembus tuba falopi, sperma tidak mampu membuahi sel telur disebabkan oleh ketidakseimbangan tersebut. Masih berdasarkan Hammadeh, laki-laki harus berhenti merokok selama tiga bulan jika ia dan pasangan sedang menjalani program memiliki anak atau program in vitro fertilization (IVF) alias bayi tabung, di mana pembuahan dilakukan di laboratorium dengan prosedur medis.

BACA JUGA: 10 Tanda Anda Atau Pasangan Mungkin Kurang Subur

Bisakah penis kembali ke ukuran semula saat sudah berhenti merokok?

Dikutip dari Men’s Health, ada sekitar 20 orang laki-laki yang berhenti merokok, hasilnya penis dapat ereksi dengan ukuran yang lebih panjang. Tentunya Anda mungkin jarang mengukur ukuran penis Anda saat ereksi, jadi terlihat biasa saja, tidak ada perbedaan. Apalagi saat Anda sudah menjadi perokok sejak lama, Anda pasti tidak menyadari ukuran penis saat belum merokok. Tapi Anda bisa coba mengukurnya, sebelum dan sesudah beberapa bulan berhenti merokok.

Saat Anda berhenti merokok, sirkulasi darah kembali meningkat, tekanan darah pun kembali normal. Jika Anda mengalami disfungsi ereksi, maka setelah berhenti merokok, kemampuan ereksi perlahan akan kembali. Manfaat terbebas dari disfungsi ereksi dan penyusutan penis adalah Anda menjadi lebih percaya diri dan mendapatkan kembali kehidupan seks Anda.

Berhenti merokok memang susah, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, mulai dari meminum teh jahe sampai dengan hipnosis. Yang terpenting adalah Anda tidak menyerah begitu saja.

BACA JUGA: 3 Terapi untuk Membantu Anda Berhenti Merokok

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Ada beberapa cara memenuhi hasrat kepuasan seksual wanita, salah satunya memakai vibrator. Tapi kalau terlalu sering pakai vibrator, apa efeknya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Menjadi Social Smoker Ternyata Sama Bahayanya dengan Perokok Aktif

    Istilah social smoker yaitu sebutan bagi yang hanya merokok saat bersosialisasi. Namun, apa Anda tahu dampak kesehatannya sama saja seperti perokok aktif?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Berhenti Merokok, Hidup Sehat 13/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

    Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    anak disunat

    Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    air mani keluar saat puasa

    4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 5 menit
    cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

    Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit