4 Kiat Menghadapi Pasangan yang Selalu Merasa Benar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

“Semua salahmu! Kalau kamu mengikuti kata-kataku, pasti ini nggak akan terjadi.”

“Tuh, kan, kita salah jalan. Kan aku sudah bilang tadi jangan lewat sini.”

Punya pasangan yang selalu merasa benar seperti itu tentu membuat Anda kesal dan frustrasi bukan kepalang. Bagaimana tidak, Anda sering kali disudutkan dan selalu berada di pihak yang bersalah atas semua konflik yang terjadi dalam hubungan asmara Anda berdua. Padahal, bisa jadi Anda yang benar dan pasangan Anda yang salah.

Sesekali mengalah sebetulnya tidak masalah demi menyelamatkan hubungan Anda. Akan tetapi, kalau sudah berulang kali, baiknya jangan lagi tinggal diam dan segera ambil tindakan.

Pasangan yang selalu merasa benar cenderung punya ego yang tinggi

Tanda pasangan obsesif kompulsif (OCD)

Orang yang sering menyalahkan orang lain umumnya memiliki ego yang tinggi. Pasalnya, ia sering kali ngotot saat mengungkapkan argumennya sendiri dan berusaha meyakinkan orang lain supaya satu pemikiran dengannya.

Namun, seorang terapis bernama Karyl McBride, Ph.D., justru memberikan pandangan yang berbeda. Ia mengungkapkan kepada Men’s Health bahwa orang yang merasa selalu benar justru memiliki ego yang lemah alias rapuh. Mengapa demikian?

Saat harga dirinya terancam, ia akan kelabakan, panik, dan ingin terlihat lebih kuat dibandingkan lawannya. Akibatnya, ia cenderung menyalahkan orang lain supaya dirinya lebih unggul dan tidak terlihat lemah di depan lawannya.

Hal ini juga diperkuat oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Marta Krajniak dan Fairleigh Dickinson baru-baru ini. Mereka menemukan bahwa mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosional yang rendah cenderung mengalami gangguan kepribadian berupa kesulitan untuk meredam egonya.

Jadi singkatnya, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi diri dari rasa tidak aman. Itulah sebabnya, pasangan yang selalu benar akan menekan Anda terus-terusan supaya Anda jadi tidak percaya diri dan mengikuti semua kemauannya.

Lantas bagaimana cara menghadapi pasangan yang selalu merasa benar?

komunikasi dengan pasangan komunikasi dalam hubungan

Menghadapi pasangan yang selalu merasa benar sebetulnya susah-susah gampang. Di satu sisi, Anda dapat belajar mengendalikan ego saat menghadapinya, tapi di sisi lain Anda juga harus mampu beradu argumen tanpa terbawa emosi.

Berikut ini cara menghadapi dan berdamai dengan pasangan yang selalu merasa benar.

1. Bersikap tenang

Kunci utama dalam menghadapi pasangan yang selalu merasa benar adalah bersikap tenang. Ambil napas dalam dan embuskan perlahan. Kendalikan emosi dan reaksi Anda sekalipun diterpa oleh berbagai tuduhan dari pasangan.

Ingat, Anda tak perlu membalasnya dengan balik ngotot yang justru bisa memperparah keadaan. Bukannya menyelesaikan masalah, hal ini justru dapat memicu keretakan hubungan asmara Anda berdua.

Berikan jeda time-out selama 10 menit, sejam, atau bahkan seharian untuk saling menenangkan diri. Begitu emosi mulai surut, barulah ajak pasangan untuk berdiskusi. Jangan pernah melanjutkan pertengkaran ketika dua-duanya masih penuh kekesalan karena pasti sia-sia saja.

2. Komunikasikan dengan pasangan

Setelah Anda berdua sama-sama tenang, komunikasikan masalah yang ada dengan kepala dingin. Anda tak perlu menekannya supaya mengaku salah, tapi justru ajak dia untuk membahas argumennya dengan tenang.

Contohnya begini. Keuangan keluarga Anda tiba-tiba menurun drastis karena banyaknya kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Namun, pasangan Anda justru menyalahkan dan menuduh Andalah yang menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting.

Lagi-lagi, jangan tarik urat dulu, ya. Jelaskan pelan-pelan alasannya dan berikan bukti daftar belanjaan Anda kepada pasangan. Katakan saja yang sejujurnya jika memang harga bahan pokok sedang naik sehingga menyebabkan overbudget.

Komunikasikan baik-baik dengan pasangan dan mintalah untuk saling mengintrospeksi diri. Ini tidak hanya mampu menurunkan ego pasangan, tapi juga menumbuhkan rasa saling pengertian satu sama lain.

3. Turunkan ego

Keharmonisan hubungan ternyata tergantung dari seberapa kuat Anda dan pasangan meredam ego satu sama lain. Jika pasangan dengan ego tinggi dibalas dengan ego yang tinggi pula, maka ini malah akan memicu konflik baru dan memperpanjang deretan masalah dalam hubungan Anda berdua.

Maka itu, turunkan ego masing-masing dan saling introspeksi. Meskipun pasangan Anda selalu merasa benar, dia juga berhak untuk didengar, lho. Anda juga harus mampu memahami sudut pandangnya dulu sebelum mengutarakan pendapat Anda. Dengan memahami apa yang pasangan rasakan dan pikirkan, lebih muda pula bagi Anda untuk memahami dan memaafkannya.

4. Cari jalan keluar bersama

Yang terakhir, cobalah cari jalan keluar bersama untuk mengatasi konflik. Tidak ada gunanya untuk mencari siapa yang menang atau kalah. Buatlah keputusan yang sama-sama menguntungkan dan melegakan kedua belah pihak.

Lagi-lagi, jangan biarkan egonya yang menang tanpa ada penyelesaian apa pun. Ketimbang terus mencari siapa yang menang atau kalah, sebaiknya ingat lagi kesamaan yang Anda berdua miliki.

Misalnya Anda berdua suka menonton film sebelum tidur, maka lakukan hal ini untuk membantu mencairkan suasana. Semakin baik suasana hati Anda dan pasangan, maka Anda berdua akan semakin mudah menemukan jalan keluar yang tepat untuk masalah ini.

Ajak pasangan Anda untuk menentukan cara mengatur keuangan yang baik supaya tidak overbudget. Dengan begitu, Anda berdua akan terhindar dari percekcokan untuk masalah yang sama di kemudian hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibatnya Jika Melakukan Seks Terlalu Sering?

Hubungan seks adalah salah satu faktor terpenting dalam keharmonisan rumah tangga. Namun apakah ada risikonya jika melakukan seks terlalu sering?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Banyak Pria Punya Fantasi Seks Bercinta Bertiga (Threesome)?

Pernah berkhayal bagaimana rasanya bercinta bertiga? Misalnya dengan dua wanita atau dua pria? Meski tabu, tak sedikit orang yang punya fantasi threesome.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Masturbasi Bisa Memengaruhi Nafsu Seks?

Benar tidak, bahwa masturbasi memengaruhi nafsu seks seseorang? Apa benar masturbasi lebih baik dilakukan sebelum berhubungan seks?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 27 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Yang Harus Dilakukan Pria Menjelang Malam Pertama

Malam pertama memang butuh persiapan untuk pria dan wanita. Lalu apa yang harus dilakukan pria menjelang malam pertama? Simak jawabannya di sini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mencuri waktu untuk berhubungan seks

Tips Mencuri Waktu Berhubungan Seks Setelah Punya Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 3 menit
kecanduan pornografi

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit