4 Cara Menghadapi Pasangan Perfeksionis Agar Hubungan Tetap Hangat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Punya pasangan yang perfeksionis sering kali membuat hubungan menjadi rentan konflik. Hal ini karena orang yang perfeksionis cenderung kaku, mengendalikan, mendominasi, dan menuntut. Agar hubungan tetap romantis meski memiliki pasangan perfeksionis, yuk, ikuti beberapa tips berikut ini.

Cara menghadapi pasangan perfeksionis

meminta pasangan berubah

1. Selalu lihat sisi baik pasangan

Meski pasangan yang perfeksionis kerap membuat Anda naik pitam, coba lihat sisi baiknya. Pasangan yang perfeksionis biasanya memiliki sederet pencapaian yang membanggakan. Nah, coba lihat kira-kira apa saja hal positif dan membanggakan dari pasangan Anda.

Dengan memfokuskan diri pada hal-hal positif, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengabaikan hal-hal yang bikin kesal. Tetap perlakukan pasangan dengan penuh rasa hormat. Tunjukkan padanya bahwa Anda menghargai dan mendukungnya dalam setiap hal yang dilakukan atau ingin dicapainya. Dengan begitu, si dia pun akan turut menghargai Anda sebagai pasangannya.

2. Jangan mudah tersinggung

Hal penting yang perlu Anda terapkan saat memiliki pasangan perfeksionis adalah jangan mudah tersinggung. Ingat, segala kritik dan omongannya tidak selalu menandakan bahwa Anda lemah atau sangat buruk. Hal itu sebenarnya merupakan cerminan dari dirinya yang sangat menjunjung tinggi harga diri.

Selain itu, kritikan yang disampaikan juga sebenarnya cerminan dari kecemasan yang ada di dalam pikirannya saja. Selalu tanggapi dengan lembut saat pasangan bicara karena orang perfeksionis sangat sensitif terhadap kritikan dan mudah sekali tersinggung.

3. Luangkan waktu untuk bicara dari hati ke hati

Komunikasi yang baik adalah syarat wajib agar hubungan Anda dan pasangan tetap sehat. Untuk itu, jangan pernah mengabaikan hal ini. Selalu komunikasikan dengan pasangan apa pun yang dirasakan. Jangan memendam sendiri semua keluh kesah yang Anda rasakan pada pasangan. Begitu juga sebaliknya, berikan pasangan ruang untuk berbicara dan menumpahkan perasaannya pada Anda.

Orang yang perfeksionis sering kali tidak sadar bahwa sikapnya ternyata membuat orang lain terluka. Oleh karena itu, memberi tahunya menjadi cara yang cukup efektif agar ia menyadari dampak perbuatannya. Jangan sungkan mengoreksi kekurangan pasangan demi perubahan yang lebih baik. Dengan mengetahui perasaan satu sama lain, Anda berdua bisa menemukan solusi agar tetap mesra dan romantis.

4. Tetap berpegang pada pendirian Anda dan buat batasan

Pasangan yang perfeksionis kerap menuntut untuk melakukan hal-hal yang mungkin di luar kemampuan Anda. Misalnya menuntut Anda untuk selalu langsung membalas chat atau mengangkat teleponnya.

Ambil saran positifnya tetapi tak perlu memusingkan hal-hal yang sebenarnya sudah dilakukan dengan tepat. Apalagi jika hal tersebut menyangkut sikap dan kepribadian Anda. Jika pasangan memaksa Anda untuk melakukan suatu hal yang menurutnya perlu diubah, tetap berpegang teguh pada pendirian Anda. Terkadang bukan Anda yang salah, tetapi pasanganlah yang memiliki standar terlalu tinggi.

Buat batasan pada diri Anda mana yang perlu diikuti dan mana yang tidak. Anda harus tetap menjadi diri sendiri tanpa disetir oleh pasangan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Sikap tarik ulur alias jual mahal terkadang membuat orang justru menyerah di tengah jalan. Namun, tidak sedikit pula yang berhasil. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Selain kehidupan seks, penderita ADHD juga memiliki sejumlah tantangan dalam menjalani hubungan asmara mereka dan berasal dari gejala yang dialami.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Flirting atau menggoda adalah bagian dari komunikasi, tetapi terkadang menjadi ambigu. Pahami apa saja alasan orang menggoda (flirting) ke orang lain, yuk!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 6 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Menjadi yang kedua atau diduakan mungkin jadi hal yang tak pernah Anda inginkan. Namun, nyatanya tidak dengan hubungan poliamori. Apa itu poliamori?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bercinta terbaik

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
cepat jatuh cinta

Psst, Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta Nanti Jadi Cepat Benci!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
anak perfeksionis

Memahami Anak Perfeksionis dan Cara Menghadapinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 8 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit
fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit