Cara Berjabat Tangan Bisa Menunjukkan Seperti Apa Kepribadian Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bersalaman atau jabat tangan adalah bentuk ekspresi salam yang paling lumrah dilakukan, baik di belahan dunia barat maupun timur. Akan tetapi, sebenarnya setiap orang dari setiap budaya memiliki cara salaman yang khas. Apa yang membedakan cara salaman masing-masing orang? Benarkah gaya salaman seseorang bisa menunjukkan kepribadiannya? Untuk menjawabnya, simak hasil pengamatan para ahli psikologi dan peneliti sosial berikut ini.

Buat apa, sih, manusia bersalaman?

Menurut Jesse Bering, seorang ahli ilmu komunikasi dari University of Otago New Zealand dalam Scientific American, catatan mengenai jabat tangan sudah muncul sekitar abad ke-12 SM. Bukti-bukti sejarah juga telah membuktikan bahwa jabat tangan banyak terjadi di Afrika, Indian, Guatemala, dan Asia Tengah sejak masa lampau.

Dulu, salaman memiliki beberapa arti. Pertama, menunjukkan maksud untuk berdamai. Mengapa begitu? Orang yang mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan ingin menunjukkan bahwa dia bertangan kosong dan tidak membawa senjata apa pun serta tidak memiliki penyakit menular. Kemudian, gerakan naik turun diartikan proses pembuangan senjata seperti pisau yang bisa saja disembunyikan di dalam lengan baju orang yang bersalaman.

Selain itu, makna lainnya dari salaman adalah sebagai simbol kepercayaan tinggi terhadap perjanjian atau janji yang telah dibuat.

Walaupun tidak sama persis, ternyata bentuk salaman juga ada pada hewan seperti simpanse. Namun, ada perbedaan yang cukup kentara antara cara salaman manusia dan simpanse.

Salaman yang dilakukan oleh simpanse dilakukan untuk menunjukkan dominasi atau kekuasaan. Jadi, simpanse yang mengulurkan tangannya duluan berarti ia lebih berkuasa dibandingkan simpanse yang diajak bersalaman.

Cara salaman seseorang bisa menunjukkan kepribadiannya

Ternyata salaman juga bisa menujukkan kepribadian atau maksud orang yang melakukannya. Ini dilihat dari cengkeramannya, berapa lamanya, hingga bahasa tubuh Anda ketika sedang berjabat tangan.

cara salaman

Salaman yang kuat dan kencang

Salaman jenis ini dilakukan dengan sangat keras dan kedua orang yang melakukannya sama-sama punya maksud mendominasi. Lillian Glass, Ph.D., seorang ahli bahasa tubuh dari Amerika Serikat (AS) dalam Reader’s Digest, berpendapat bahwa salaman jenis ini layaknya pertempuran untuk menujukkan siapa yang paling berkuasa.

Sebuah penelitian oleh para psikolog dari University of Alabama di AS juga menguak fakta yang serupa. Salaman dengan genggaman tangan yang kuat, kontak mata, dan durasi yang cukup lama menunjukkan sifat ekstrovert dan lebih terbuka terhadap pengalaman baru.

Orang-orang dengan sifat demikian umumnya memang memiliki kecenderungan lebih besar untuk menjadi sosok yang dominan atau berkuasa.

Salaman yang lemas

Masih dalam penelitian dari University of Alabama, orang yang berjabat tangan dengan sangat pelan dan lemas ternyata cenderung menunjukkan kepribadian yang lebih mudah cemas, gugup, atau stres. Kondisi mental ini disebut dengan neurosis.

Akan tetapi, menurut Lillian Glass, salaman yang lemas juga bisa menandakan bahwa Anda tidak terlalu tertarik atau menghargai orang yang bersalaman dengan Anda. Yang ada di pikiran Anda hanyalah untuk cepat-cepat selesai berbasa-basi atau bertegur sapa.

Salaman tanpa tatap mata

Memang ada beberapa orang yang merasa canggung saat bertatapan mata dengan orang lain. Apalagi dengan orang asing. Karena itu, bila Anda sering bersalaman tanpa bertatapan mata dengan orang lain, bisa jadi Anda adalah orang yang memang kurang nyaman berada di situasi-situasi sosial atau bahkan mengidap fobia sosial.

Namun, sekali lagi cara salaman ini juga bisa mengartikan hal yang berbeda. Misalnya Anda sebenarnya malas atau tidak tertarik untuk berjabat tangan dengan orang lain. Jadi belum tentu Anda punya fobia sosial, Anda hanya sedang tidak minat saja untuk beramah-tamah dengan orang yang bersalaman dengan Anda.

Salaman yang kelamaan

Kalau salaman tanpa tatap mata menunjukkan kecanggungan, salaman dengan tatap mata yang terlalu lama bisa menandakan sifat yang agresif. Begitu juga kalau Anda menjabat tangan seseorang terlalu lama.

Menurut para ahli bahasa tubuh, durasi salaman yang tepat tidak lebih dari dua detik. Karena itu, bila Anda tidak ingin terlihat terlalu agresif, tidak perlu salaman terlalu lama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Sensory Processing Disorder: Saat Otak Salah Menginterpretasikan Informasi

Otak menginterpretasikan informasi yang diterima sistem saraf, tapi bagaimana jika salah? Ini dikenal sebagai sensory processing disorder.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Penyakit Saraf Lainnya 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Tak banyak yang tahu bahwa kandungan kalium dalam pisang berkhasiat menurunkan risiko stroke. Apa lagi manfaat pisang untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Beberapa orang ada yang memiliki hidung kurang sensitif sehingga sulit mencium bau yang ada di sekitarnya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit