Agar Tidak Mudah Tersulut, Begini 5 Cara Mengendalikan Emosi Terhadap Pasangan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Memulai berhubungan dengan seseorang tandanya Anda harus siap saling menerima segala kelebihan dan kekurangannya. Namun, tidak jarang seseorang mudah marah dan kecewa pada sikap pasangannya. Lalu, apa sih yang menjadi penyebabnya, dan bagaimana ya, cara mengendalikan emosi terhadap pasangan?

Kenapa ada yang mudah marah dan emosi pada pasangan?

Menurut sebuah artikel yang dimuat di PsychCentral, dalam sebuah hubungan, emosi sering kali timbul sebagai reaksi karena Anda tidak mendapatkan apa yang diinginkan atau harapkan dari pasangan. Hal ini bisa berupa apa saja, baik kebutuhan fisik, emosional, atau hal lainnya.

Akan tetapi, menumpuknya rasa amarah dan emosi hingga akhirnya memuncak biasanya diawali dengan adanya denial atau menolak mengakui fakta yang terjadi dalam hubungan.

Misalnya, Anda menolak mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh pasangan membuat Anda kecewa sehingga Anda membiarkan perasaan kecewa tersebut terpendam di dalam diri Anda untuk waktu yang lama. Dengan begitu, Anda menolak untuk menghadapi perasaan Anda dan mengakui kebutuhan Anda dari pasangan.

ingin bercerai

Hal ini biasanya dilakukan dengan harapan bahwa tanpa perlu disampaikan, pasangan akan memahami apa yang Anda rasakan. Anda berharap pasangan lebih peka terhadap perasaan yang Anda miliki, di saat Anda sendiri tidak mau mengakuinya.

Sehingga, lambat laun perasaan kecewa tersebut kian menumpuk sampai-sampai Anda tak tahan lagi sementara yang pasangan tahu, Anda baik-baik saja.

Hal ini lah yang menjadi pemicu Anda menjadi mudah marah dan tidak bisa mengendalikan emosi terhadap pasangan karena kekesalan yang terpendam sudah berlarut. Namun, tahukah Anda bahwa hal itu bisa diatasi jika Anda tahu bagaimana tips dan trik mengendalikan emosi terhadap pasangan?

5 tips mengendalikan emosi terhadap pasangan

Mengendalikan emosi terhadap pasangan artinya Anda dan pasangan bisa saling mengungkapkan perasaan-perasaan yang Anda miliki terhadap pasangan, baik perasaan bahagia dan senang atau perasaan sedih dan kecewa. Untuk melakukannya, Anda bisa mengikuti tips mengendalikan emosi terhadap pasangan seperti berikut ini.

1. Menerima dan memahami perasaan Anda

Sebelum menyampaikan perasaan Anda terhadap pasangan, Anda harus memahami terlebih dahulu apa yang Anda rasakan. Apakah benar bahwa perasaan kecewa yang Anda miliki itu berasal dari pasangan? Atau justru perasaan tersebut timbul atas harapan yang Anda miliki terhadap pasangan?

Daripada marah-marah, sebaiknya cobalah untuk mengendalikan emosi terhadap pasangan dengan cara membicarakan apa yang Anda rasakan. Cari waktu yang tepat untuk membicarakannya. Hal ini seperti ini paling nyaman jika dibicarakan saat Anda dan pasangan sedang dalam suasana hati yang baik.

Diskusikan dengan pasangan Anda perasaan-perasaan yang Anda miliki secara terbuka. Sampaikan dengan lugas tanpa memojokkan dan dengan kondisi di mana Anda ingin mencari solusi dari perasaan-perasaan negatif yang Anda miliki terhadap pasangan.

Dengan mengendalikan diri dan mendiskusikannya bersama-sama dengan pasangan, Anda mungkin akan menemukan ‘jalan tengah’ dari perasaan yang Anda miliki tanpa perlu emosi terhadap pasangan.

2. Gunakan bahasa yang baik

berbohong pada pasangan

Sampaikan perasaan Anda dengan lugas, tetapi dengan bahasa yang baik dan enak didengar. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan emosi terhadap pasangan adalah tidak menggunakan kalimat yang memojokkan atau menuduh pasangan.

Misalnya, jika Anda merasa kecewa atau kesal dengan suatu hal yang dilakukan oleh pasangan Anda. Sampaikan perasaan tersebut dengan menunjukkan bahwa Anda kesal terhadap hal tersebut, bukan terhadap pasangan Anda. Ungkapkan bahwa jika hal tersebut tidak terjadi, Anda akan merasa jauh lebih baik.

Hal ini membuat pasangan Anda lebih mudah memahami apa yang dapat membuat Anda senang dan apa yang membuat Anda kecewa. Ini merupakan salah satu cara mengendalikan emosi terhadap pasangan Anda karena dengan cara ini, Anda juga berusaha mengomunikasikan apa yang Anda rasakan.

3. Beri jeda waktu

bukan pasangan hidup yang tepat

Saat Anda sudah mulai merasa kesal, beri jeda waktu pada diri Anda sendiri sebelum mengungkapkan apa yang Anda rasakan terhadap pasangan. Hal ini sangat membantu dalam mengendalikan emosi yang Anda rasakan terhadap pasangan. Hindari berbicara dalam kondisi hati sedang ‘panas’ terbakar emosi.

Mengapa hal tersebut harus dihindari? Sebab saat sedang marah, Anda mungkin saja mengungkapkan kata-kata kasar atau kalimat jahat yang sebenarnya tidak ingin Anda katakan. Oleh karena itu, daripada Anda menyesali kata yang terlanjur keluar dari mulut Anda, sebaiknya beri jeda waktu, tarik nafas yang panjang, dan jernihkan pikiran terlebih dahulu.

4. Dengarkan pasangan dengan baik

komunikasi dengan pasangan komunikasi dalam hubungan

Tidak hanya menyampaikan apa yang Anda rasakan, dalam berdiskusi untuk mengendalikan emosi dan amarah terhadap pasangan, Anda juga harus turut mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh pasangan Anda.

Saat mendengarkan, Anda harus berusaha mencerna dengan baik apa yang disampaikannya, serta ikut memahami pula apa yang dirasakannya. Hindari mencari-cari kesalahan atas apa yang dikatakan pasangan Anda, karena hubungan itu tidak hanya terpusat pada diri Anda, tetapi juga pada pasangan Anda. Sehingga, akan lebih baik jika terjadi komunikasi dua arah di dalamnya.

5. Jaga hubungan secara fisik dengan pasangan

muka mirip

Salah satu cara ampuh mengendalikan emosi dengan pasangan juga dapat dilakukan dengan terkoneksi secara fisik. Jika sedang marah atau kesal, cobalah untuk memeluknya atau menyentuhnya, karena hal itu mungkin akan membantu meredakan amarah yang Anda miliki.

Hal ini juga berlaku pada aktivitas seksual bersama dengan pasangan. Umumnya, laki-laki merasa hubungan seks adalah bentuk dari penyelesaian masalah yang dimilikinya. Sehingga laki-laki bisa meredakan amarahnya dengan melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Meski hal tersebut tidak selalu sama efeknya terhadap wanita, namun hal ini termasuk ke dalam salah satu hal yang dapat membantu meredakan amarah dan emosi yang terjadi di dalam sebuah hubungan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca