Alasan Mengapa Hubungan Tanpa Status Jarang Berbuah Manis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menjalin hubungan tanpa status mungkin terasa indah pada awalnya karena Anda atau dia tidak terikat oleh suatu komitmen. Walaupun demikian, akan ada saatnya ketika Anda atau orang tersebut merasa muak dengan hubungan yang tidak jelas ini. 

Yuk, ketahui mengapa memiliki hubungan tanpa status jarang berhasil. 

Mengapa menjalin hubungan tanpa status jarang berbuah manis?

Pada saat menjalin hubungan tanpa status dengan seseorang, Anda mungkin merasa lebih leluasa untuk bertemu dengan siapa pun, termasuk lewat jenis, karena tak ada komitmen yang membatasi Anda. Meski begitu, beberapa orang mungkin menghindari hubungan jenis ini karena ketidakjelasan status.

Meski di awal bersedia menjalani hubungan tanpa status, lama-kelamaan akan ada satu pihak yang merasa hubungan ini harus diperjelas karena berbagai faktor, seperti:

1. Tidak ada batasan dalam hubungan

ketika jenuh dengan pasangan

Bagi orang yang sedang menjalani hubungan tanpa status, biasanya tidak akan ada batasan dalam hubungan mereka. Apakah Anda atau pasangan Anda yang ingin berkenalan dengan orang lain atau tidak, hal tersebut bukanlah urusan Anda. 

Anda tak bisa melarang mereka untuk tidak berhubungan dengan lawan jenis karena ketidakjelasan status dan tak adanya komitmen atau kesepakatan di antara Anda berdua.

Akibatnya, Anda hanya bisa menyimpan perasaan tidak tenang tapi tak dapat berbuat apa-apa. 

2. Membuat Anda merasa insecure

memulihkan diri pasangan manipulatif

Tidak ada batasan pada hubungan tanpa status ternyata dapat membuat Anda lebih rentan terhadap gangguan kesehatan jiwa, seperti depresi, kepercayaan diri yang rendah, dan gangguan kecemasan. Ini karena munculnya rasa insecure dalam diri Anda.

Akan tetapi, hal ini umumnya berlaku bagi orang yang sedang dalam hubungan ini secara ekstrem. Biasanya, kebanyakan waktu mereka akan dihabiskan untuk memikirkan hubungan yang tak dilandasi dengan komitmen atau kesepakatan ini. 

Meski begitu, hal ini terkadang juga tergantung dari perspektif masing-masing. Apakah Anda dan orang tersebut merasa bahagia dengan hubungan ini atau salah satu di antara Anda berdua merasa hal ini adalah sebuah kesalahan. 

3. Nilai keintiman yang kurang

kebiasaan membuat pasangan ilfeel tidak suka

Seperti yang dikutip dari Office of Population Affairs, hubungan yang memiliki komitmen atau status biasanya lebih menghargai keintiman dan kedekatan satu sama lain. Selain itu, Anda berdua dapat saling mendukung secara emosional dan berpengaruh positif terhadap beberapa aspek kehidupan, seperti pekerjaan. 

Hubungan tanpa status memang memiliki keintiman yang tidak jauh berbeda dengan hubungan yang mempunyai komitmen. Akan tetapi, ketika bayangan masa depan terhadap hubungan Anda saat ini tidak ada, biasanya hal tersebut akan memengaruhi kepuasan dalam sebuah hubungan. 

Hal ini dikarenakan Anda berdua mungkin tidak terlalu sering berbicara. Anda berdua mungkin menjadi kurang mengenal satu sama lain, sehingga ketika berbicara atau bertemu akan sulit merasakan kedekatan dan keintiman yang sama dengan saat Anda memiliki komitmen dengan pasangan. 

Status yang dimaksud di sini bukanlah status setelah Anda atau pasangan menyatakan cinta alias “nembak”. Sebab, melakukan hal itu tanpa didasari komitmen yang serius tentu mustahil.

Yang terpenting adalah komitmen antara Anda berdua. Meski begitu, hubungan tanpa status sebenarnya bisa saja memberikan dampak positif terhadap hidup Anda.

Bagaimana pun, hal itu akan kembali kepada bagaimana Anda memandang hubungan itu. Namun, pada dasarnya, hubungan akan berjalan lebih kuat jika juga dilandasi dengan komitmen.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 5, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 6, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca