Alasan Mengapa Hubungan Tanpa Status Jarang Berbuah Manis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/12/2019
Bagikan sekarang

Menjalin hubungan tanpa status mungkin terasa indah pada awalnya karena Anda atau dia tidak terikat oleh suatu komitmen. Walaupun demikian, akan ada saatnya ketika Anda atau orang tersebut merasa muak dengan hubungan yang tidak jelas ini. 

Yuk, ketahui mengapa memiliki hubungan tanpa status jarang berhasil. 

Mengapa menjalin hubungan tanpa status jarang berbuah manis?

Pada saat menjalin hubungan tanpa status dengan seseorang, Anda mungkin merasa lebih leluasa untuk bertemu dengan siapa pun, termasuk lewat jenis, karena tak ada komitmen yang membatasi Anda. Meski begitu, beberapa orang mungkin menghindari hubungan jenis ini karena ketidakjelasan status.

Meski di awal bersedia menjalani hubungan tanpa status, lama-kelamaan akan ada satu pihak yang merasa hubungan ini harus diperjelas karena berbagai faktor, seperti:

1. Tidak ada batasan dalam hubungan

ketika jenuh dengan pasangan

Bagi orang yang sedang menjalani hubungan tanpa status, biasanya tidak akan ada batasan dalam hubungan mereka. Apakah Anda atau pasangan Anda yang ingin berkenalan dengan orang lain atau tidak, hal tersebut bukanlah urusan Anda. 

Anda tak bisa melarang mereka untuk tidak berhubungan dengan lawan jenis karena ketidakjelasan status dan tak adanya komitmen atau kesepakatan di antara Anda berdua.

Akibatnya, Anda hanya bisa menyimpan perasaan tidak tenang tapi tak dapat berbuat apa-apa. 

2. Membuat Anda merasa insecure

memulihkan diri pasangan manipulatif

Tidak ada batasan pada hubungan tanpa status ternyata dapat membuat Anda lebih rentan terhadap gangguan kesehatan jiwa, seperti depresi, kepercayaan diri yang rendah, dan gangguan kecemasan. Ini karena munculnya rasa insecure dalam diri Anda.

Akan tetapi, hal ini umumnya berlaku bagi orang yang sedang dalam hubungan ini secara ekstrem. Biasanya, kebanyakan waktu mereka akan dihabiskan untuk memikirkan hubungan yang tak dilandasi dengan komitmen atau kesepakatan ini. 

Meski begitu, hal ini terkadang juga tergantung dari perspektif masing-masing. Apakah Anda dan orang tersebut merasa bahagia dengan hubungan ini atau salah satu di antara Anda berdua merasa hal ini adalah sebuah kesalahan. 

3. Nilai keintiman yang kurang

kebiasaan membuat pasangan ilfeel tidak suka

Seperti yang dikutip dari Office of Population Affairs, hubungan yang memiliki komitmen atau status biasanya lebih menghargai keintiman dan kedekatan satu sama lain. Selain itu, Anda berdua dapat saling mendukung secara emosional dan berpengaruh positif terhadap beberapa aspek kehidupan, seperti pekerjaan. 

Hubungan tanpa status memang memiliki keintiman yang tidak jauh berbeda dengan hubungan yang mempunyai komitmen. Akan tetapi, ketika bayangan masa depan terhadap hubungan Anda saat ini tidak ada, biasanya hal tersebut akan memengaruhi kepuasan dalam sebuah hubungan. 

Hal ini dikarenakan Anda berdua mungkin tidak terlalu sering berbicara. Anda berdua mungkin menjadi kurang mengenal satu sama lain, sehingga ketika berbicara atau bertemu akan sulit merasakan kedekatan dan keintiman yang sama dengan saat Anda memiliki komitmen dengan pasangan. 

Status yang dimaksud di sini bukanlah status setelah Anda atau pasangan menyatakan cinta alias “nembak”. Sebab, melakukan hal itu tanpa didasari komitmen yang serius tentu mustahil.

Yang terpenting adalah komitmen antara Anda berdua. Meski begitu, hubungan tanpa status sebenarnya bisa saja memberikan dampak positif terhadap hidup Anda.

Bagaimana pun, hal itu akan kembali kepada bagaimana Anda memandang hubungan itu. Namun, pada dasarnya, hubungan akan berjalan lebih kuat jika juga dilandasi dengan komitmen.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Codependent Relationship, Ketika Anda Terlalu Banyak Berkorban Demi Pasangan

Mengutamakan kebahagiaan pasangan memang baik. Namun, selalu berkorban demi pasangan juga tidak dianjurkan. Mengapa begitu?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Tidak Selamanya yang Romantis Berbuah Manis, 3 Hal Ini Justru Merusak Hubungan

Tidak selamanya perilaku romantis terasa manis. Ada kalanya, hal romantis dapat merusak hubungan Anda, mengapa bisa terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

4 Cara Sehat Memberi Tahu Pasangan Ketika Anda Sedang Jenuh

Ketika merasa jenuh dengan pasangan, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengenali pemicunya. Lalu, bagaimana cara menyampaikannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Si Dia Tulus Menjalin Hubungan atau Hanya Memanfaatkan Anda? Ini Tandanya

Salah satu ciri dari hubungan yang tidak sehat adalah Anda dimanfaatkan oleh pasangan dan begitu juga sebaliknya. Kenali yuk, apa saja ciri-cirinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan berjalan terlalu cepat

7 Tanda Hubungan Anda dan Pasangan Berjalan Terlalu Cepat

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
membandingkan hubungan orang lain

Sehatkah Suka Membandingkan Hubungan Asmara dengan Orang Lain?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020

5 Dampak Buruk yang Dihasilkan dari Gaslighting dalam Hubungan Asmara

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/12/2019
merusak hubungan sendiri

Selain Orang Luar, Ternyata Anda Juga Bisa Merusak Hubungan Asmara Sendiri

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/11/2019