Alasan Mengapa Hubungan Tanpa Status Jarang Berbuah Manis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menjalin hubungan tanpa status mungkin terasa indah pada awalnya karena Anda atau dia tidak terikat oleh suatu komitmen. Walaupun demikian, akan ada saatnya ketika Anda atau orang tersebut merasa muak dengan hubungan yang tidak jelas ini. 

Yuk, ketahui mengapa memiliki hubungan tanpa status jarang berhasil. 

Mengapa menjalin hubungan tanpa status jarang berbuah manis?

Pada saat menjalin hubungan tanpa status dengan seseorang, Anda mungkin merasa lebih leluasa untuk bertemu dengan siapa pun, termasuk lewat jenis, karena tak ada komitmen yang membatasi Anda. Meski begitu, beberapa orang mungkin menghindari hubungan jenis ini karena ketidakjelasan status.

Meski di awal bersedia menjalani hubungan tanpa status, lama-kelamaan akan ada satu pihak yang merasa hubungan ini harus diperjelas karena berbagai faktor, seperti:

1. Tidak ada batasan dalam hubungan

ketika jenuh dengan pasangan

Bagi orang yang sedang menjalani hubungan tanpa status, biasanya tidak akan ada batasan dalam hubungan mereka. Apakah Anda atau pasangan Anda yang ingin berkenalan dengan orang lain atau tidak, hal tersebut bukanlah urusan Anda. 

Anda tak bisa melarang mereka untuk tidak berhubungan dengan lawan jenis karena ketidakjelasan status dan tak adanya komitmen atau kesepakatan di antara Anda berdua.

Akibatnya, Anda hanya bisa menyimpan perasaan tidak tenang tapi tak dapat berbuat apa-apa. 

2. Membuat Anda merasa insecure

memulihkan diri pasangan manipulatif

Tidak ada batasan pada hubungan tanpa status ternyata dapat membuat Anda lebih rentan terhadap gangguan kesehatan jiwa, seperti depresi, kepercayaan diri yang rendah, dan gangguan kecemasan. Ini karena munculnya rasa insecure dalam diri Anda.

Akan tetapi, hal ini umumnya berlaku bagi orang yang sedang dalam hubungan ini secara ekstrem. Biasanya, kebanyakan waktu mereka akan dihabiskan untuk memikirkan hubungan yang tak dilandasi dengan komitmen atau kesepakatan ini. 

Meski begitu, hal ini terkadang juga tergantung dari perspektif masing-masing. Apakah Anda dan orang tersebut merasa bahagia dengan hubungan ini atau salah satu di antara Anda berdua merasa hal ini adalah sebuah kesalahan. 

3. Nilai keintiman yang kurang

kebiasaan membuat pasangan ilfeel tidak suka

Seperti yang dikutip dari Office of Population Affairs, hubungan yang memiliki komitmen atau status biasanya lebih menghargai keintiman dan kedekatan satu sama lain. Selain itu, Anda berdua dapat saling mendukung secara emosional dan berpengaruh positif terhadap beberapa aspek kehidupan, seperti pekerjaan. 

Hubungan tanpa status memang memiliki keintiman yang tidak jauh berbeda dengan hubungan yang mempunyai komitmen. Akan tetapi, ketika bayangan masa depan terhadap hubungan Anda saat ini tidak ada, biasanya hal tersebut akan memengaruhi kepuasan dalam sebuah hubungan. 

Hal ini dikarenakan Anda berdua mungkin tidak terlalu sering berbicara. Anda berdua mungkin menjadi kurang mengenal satu sama lain, sehingga ketika berbicara atau bertemu akan sulit merasakan kedekatan dan keintiman yang sama dengan saat Anda memiliki komitmen dengan pasangan. 

Status yang dimaksud di sini bukanlah status setelah Anda atau pasangan menyatakan cinta alias “nembak”. Sebab, melakukan hal itu tanpa didasari komitmen yang serius tentu mustahil.

Yang terpenting adalah komitmen antara Anda berdua. Meski begitu, hubungan tanpa status sebenarnya bisa saja memberikan dampak positif terhadap hidup Anda.

Bagaimana pun, hal itu akan kembali kepada bagaimana Anda memandang hubungan itu. Namun, pada dasarnya, hubungan akan berjalan lebih kuat jika juga dilandasi dengan komitmen.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Codependent Relationship, Ketika Anda Terlalu Banyak Berkorban Demi Pasangan

Mengutamakan kebahagiaan pasangan memang baik. Namun, selalu berkorban demi pasangan juga tidak dianjurkan. Mengapa begitu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Si Dia Tulus Menjalin Hubungan atau Hanya Memanfaatkan Anda? Ini Tandanya

Salah satu ciri dari hubungan yang tidak sehat adalah Anda dimanfaatkan oleh pasangan dan begitu juga sebaliknya. Kenali yuk, apa saja ciri-cirinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Agustus 2019 . Waktu baca 6 menit

5 Tips Memulihkan Diri dari Pasangan yang Manipulatif

Bagi Anda yang telah berhasil melepaskan diri pasangan manipulatif, kini saatnya memulihkan diri dan memulai lembaran baru.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Pacar Mengancam Ingin Bunuh Diri? Ini Tips Menghadapinya

Jika pacar Anda pernah mengancam ingin bunuh diri, cobalah untuk menanggapinya dengan serius. Selain itu, cari bantuan agar Anda tidak kewalahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 18 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
hubungan berjalan terlalu cepat

7 Tanda Hubungan Anda dan Pasangan Berjalan Terlalu Cepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Dampak Buruk yang Dihasilkan dari Gaslighting dalam Hubungan Asmara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit